Masalah Ponsel Android, Mudah Digunakan tapi Harus Update Terus (Bagian 3)

Masalah Ponsel Android, Mudah Digunakan tapi Harus Update Terus naviri.org, Naviri Magazine, naviri majalah, naviri

Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Masalah Ponsel Android, Mudah Digunakan tapi Harus Update Terus - Bagian 2). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Yang terburuk adalah Galaxy edisi S pertama dan S3. Keduanya tidak memperoleh pembaruan utama—minor belaka—semenjak diluncurkan. S, yang versi aslinya adalah Android 2.1, harus puas dengan Android 2.3 untuk update terakhir. S3, yang ketika muncul dimotori Android 4.0, harus ikhlas dengan Android 4.3 sebagai OS yang terakhir diperbaharui.

Samsung, sebagaimana yang disinggung di atas, tak sendirian. Find, seri premium dari OPPO, telah mati pada varian OPPO Find 7. Ponsel yang dirilis pada 2014 dan mengusung Android 4.3 tersebut, hanya mentok memperoleh pembaruan utama Android 8, atau usang selepas tiga tahun diluncurkan.

Mi, seri premium dari Xiaomi, kini telah mentok di titik Mi 6, ponsel yang dirilis pada 2017. Dengan alasan yang sama, Mi 6, yang versi aslinya menggunakan Android 7.1, mentok di Android 9.0.

Ponsel buatan Huawei bahkan nasibnya lebih buruk karena pemerintah AS melarang perusahaan-perusahaannya, khususnya Google, bekerjasama dengan perusahaan asal Cina ini.

Di dunia Android, Google Pixel termasuk ponsel yang paling beruntung soal pembaruan. Pixel versi pertama (1st generation), yang diluncurkan pada 2016 silam dan mengusung Android 7.1 sebagai bawaan, masih dapat mencicipi Android 10—versi teranyar, sebelum beberapa bulan lagi digantikan Android 11.

Adakah alasan utama mengapa ponsel-ponsel Android hanya butuh waktu sekitar tiga tahun untuk menjadi usang? Jawabannya adalah sifat Android itu sendiri.

Android, yang dikembangkan Google, merupakan sistem operasi open source dan bebas digunakan siapa saja. Ketika Google usai mengembangkan versi Android terbaru, ia akan melempar kode pemrograman Android ke publik. Ketika Android tersebut diunduh oleh 100 perusahaan, misalnya, tercipta pula 100 varian Android.

Perusahaan pencipta ponsel Android memang senang membuat versi lain dari Android “murni” ala Google, entah hanya sebatas tampilannya saja ataupun secara menyeluruh. Samsung, misalnya, membuat One UI. Xiaomi membuat MIUI. OPPO membuat Color OS. Amazon membuat Fire OS.

Akibat otak-atik Android yang dilakukan perusahaan pembuat ponsel, ada jeda dan biaya yang cukup tinggi jika hendak mengimplementasikan versi terbaru Android.

Di sisi lain, teknisi Android Iliyan Malchev, sebagaimana diungkapkannya pada blog resmi Google, menyebut bahwa ketika Google usai mengembangkan Android versi terbaru, Google akan melemparkan Android terbaru itu ke perusahaan pembuat chip/prosesor. Di sana, perusahaan pembuat prosesor akan menambahkan set fungsi-fungsi dalam tubuh prosesor guna mendukung Android terbaru.

Lagi-lagi, perusahaan-perusahaan pembuat ponsel Android pun kini lebih memilih membuat prosesornya sendiri, alih-alih membeli dari pihak ketiga/pihak yang langsung bekerjasama dengan Google. Samsung membuat prosesornya sendiri yang bernama Exynos. Huawei menciptakan Kirin. Xiaomi membuat Surge S1.

Di dunia ponsel, satu-satunya perusahaan yang punya catatan baik soal pembaruan utama produknya adalah Apple. iPhone 6S, iPhone yang dirilis pada 2015 silam, dipastikan masih sanggup menjalankan iOS 14, versi iOS yang bahkan masih dalam pengembangan.

Artinya, iPhone 6S dapat dipakai lebih dari 5 tahun semenjak diluncurkan. Ya, iPhone lebih panjang umur karena tak memiliki masalah-masalah yang terdapat di Android. Apple mengembangkan ponsel, prosesor, dan sistem operasi sendiri.

Related

Technology 6035861633588142848

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item