Ilmuwan Ungkap Kecerdikan Virus Corona, hingga Bikin Obat Kurang Ampuh

Ilmuwan Ungkap Kecerdikan Virus Corona, hingga Bikin Obat Kurang Ampuh

Naviri Magazine - Ahli membeberkan kecerdikan virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang menyebabkan pemberian obat antiviral jadi kurang ampuh.

Menurut Guru Besar Ilmu Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Chaerul Anwar Nidom, virus ini memiliki kecerdikan jika dilihat dari karakter dan komponen biologi yang dimilikinya.

Sebab, berbeda dengan virus RNA pada umumnya, virus ini bisa membaca kesalahan replikasi saat bermutasi. Padahal, virus RNA lain tidak mampu membaca kesalahan replikasi saat bermutasi.

"Sebaliknya dengan Covid-19 mampu membaca kesalahan tersebut," jelas Chaerul dalam wawancara.

Kecerdikan Covid-19 untuk membaca kesalahan replikasi berasal dari struktur virus yang bernama non-structural protein-14 (nsp14).

Struktur ini yang akan membetulkan mutasi yang disebabkan oleh salah membaca replikasi. Sehingga, mutasi bukan yang cara utama virus COVID-19 untuk mempertahankan hidupnya.

Akibatnya, kecerdikan virus berkat enzim nsp-14 ini, bisa menyebabkan obat antiviral seperti remdesivir atau ribavirin menjadi kurang efektif.

"Enzim nsp-14 ini, bisa menyebabkan remdesivir atau ribavirin menjadi kurang efektif sebagai antiviral," jelas Chairul seperti tertulis dalam literasi yang diterima media.

Berkurangnya efektivitas penggunaan obat atau antiviral terjadi lantaran terlalu banyak komponen biologi dari sel inang (host) yang digunakan oleh virus ini.

Sehingga sasaran spesifik yang dimiliki obat untuk menyerang virus menjadi kurang untuk membasmi virus. Hal ini juga menurut Chairul menjadikan obat yang diberikan malah punya resiko efek samping terhadap inang (side effects).

Virus ini bisa mengenali dan membuang antiviral analog terhadap struktur virus berupa adenin, guanin, sitosin dan urasil tersebut, melalui kerja enzim nsp-14 ini.

Literasi ini dibuat oleh Chaerul bersama tim laboratorium Professor Nidom Foundation (PNF) sebagai pengantar dari jurnal internasional berjudul ''Investigation of the D614G Mutation and Antibody-Dependent Enhancement Sequences in Indonesia SARS-CoV-2 Isolates and Comparasion to South Asian Isolates'. Literasi tersebut dipublikasikan di Systematic Reviews in Pharmacy.

Related

Science 6095639261113085937

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item