Kenapa Ada Orang yang Mau Viral karena Dihujat? Ini Kata Psikolog

Kenapa Ada Orang yang Mau Viral karena Dihujat? Ini Kata Psikolog

Naviri Magazine - Kini banyak anak muda yang berlomba-lomba membuat konten menarik demi jadi viral. Beragam cara pun dilakukan demi membuat konten yang viral. Salah satunya konten yang mendatangkan hujatan dari netizen.

Seperti Muhamad Lutfi Agizal menjadi sorotan setelah memprotes penggunaan kata 'anjay' di channel YouTube miliknya. Dia mempersoalkan kata tersebut untuk alasan edukasi. Ia pun viral dan menjadi sasaran hujatan warganet.

Orang-orang yang viral lewat jalur hujatan ini semakin hari semakin banyak jumlahnya. Seperti yang baru-baru ini viral, seorang selebgram bernama Denise Chariesta yang dihujat netizen karena kontennya yang dianggap menghina orang tidak mampu.

"Hai guys, selamat malam. Gua mau kasih tahu aja nih kalau kita itu orang kaya nongkrongnya di mall. Mallnya mall mewah, kalau kalian gimana? Di pinggiran ya? Aduh kalau di pinggiran ya udah gak usah temanan sama kita," ucap Denise di videonya.

Selain itu ada juga TikTokers bernama Indra Kesuma yang viral lewat jalur hujatan karena dianggap pamer harta. Dia pernah memamerkan buku tabungannya yang memiliki saldo Rp 8 Miliar. Dia juga mengunggah video saat membeli rumah mewah senilai Rp 20 Miliar. 
Kenapa ada orang-orang yang sengaja membuat konten untuk dihujat? Psikolog Meity Arianty STP., M. Psi, mengungkapkan alasan seseorang rela dihujat agar bisa viral di media sosial bisa jadi karena ingin mencari perhatian atau tenar.

"Terlepas yang menjadi korban sengaja atau tidak atau dengan maksud lain, rasanya hanya orang tersebut yang tahu. Bisa jadi ia mencari perhatian atau ingin tenar atau karena hal lain. Yang jelas setiap perilaku tentu disertai motif. Sebenarnya sangat disayangkan jika ada orang yang menjadikan dirinya bahan bullying dan menikmatinya," ungkap Mei.

Meity mengatakan saat ini banyak orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu seperti uang, kedudukan, ketenaran atau popularitas. Terkenal dengan cara instan, demikianlah langkah yang kini banyak dipilih anak muda.

"Sehingga untuk mendapatkan itu rela melakukan apapun termasuk mengorbankan harga dirinya dan dirinya sendiri," ujar dosen psikologi di Universitas Gunadarma, Depok itu.

Orang-orang yang viral lewat jalur hujatan ini kata Meity, merasa tidak memiliki pilihan sehingga rela mengumbar aib atau malah dihujat. "Karena merasa tidak ada pilihan atau karena dia merasa akan mendapatkan yang diinginkan dengan cara yang mudah," tutupnya.

Related

Psychology 7010459189576261502

Recent

item