Hebat, Sosok Jenderal Kopassus Ini Kebal Bom!

Hebat, Sosok Jenderal Kopassus Ini Kebal Bom!

Naviri Magazine
- Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Tentara Nasional Indonesia (TNI AD), mendiang Letjen TNI (Purn.) Sarwo Edhie Wibowo merupakan prajurit TNI pilih tanding yang  sangat kenyang dengan pengalaman terjun dalam sejumlah peperangan.

Kemampuan bertempurnya tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, Sarwo Edhie pernah mengalami peristiwa menegangkan saat menjalani pertempuran di Magelang, Jawa Tengah. 

Saat itu, Sarwo Edhie tidak bisa menjadi Komandan Kompi 2 Batatlyon 3 di bawah pimpinan Walikota Ahmad Yani. Sebagaimana tertuang dalam buku biografi berjudul, “Kebenaran di Atas Jalan Tuhan”.

Tepatnya pada Oktober 1945, Sarwo Edhie harus memimpin kompi yang beranggotakan para pemuda yang tak punya pengalaman bertempur, melawan pasukan Inggris. Akan tetapi, sejumlah tentara Jepang yang tersisa di Magelang membantu pasukan pimpinan Sarwo Edhie.

Hebat, Sosok Jenderal Kopassus Ini Kebal Bom!

Pada awalnya, pasukan Sarwo Edhie berhasil menembaki pasukan Inggris dengan senapan mitraliur dari atas menara air. Akan tetapi, dengan senjata yang lebih canggih pasukan Inggris yang menyerangnya dengan serangan mortir.

Pasukan Sarwo Edhie pun sudah mundur akibat dihujani mortir pasukan Inggris. Dalam satu serangan, sebuah bangunan hancur lebur oleh ledakan mortir pasukan Inggris. Celakanya, Sarwo Edhie justru berada sangat dekat dengan bangunan yang hancur akibat ledakan mortir tentara Inggris.

Setelah ledakan terjadi, kepulan asap dan debu yang bertebaran pun menutupi pandangan pasukan Sarwo Edhie. Tentara Indonesia itu menyaksikan langsung bagaimana Sarwo Edhie melancarkan ledakan perang itu.

Saat pasukan Indonesia itu yakin komandannya telah tewas, ternyata salah. Sebab saat kepulan asap ledakan itu sirna, bayangan Sarwo Edhie pun terlihat. Ternyata, Sarwo Edhie sama sekali tak terluka dan justru masih mampu berdiri tegak menuju pasukannya.

“Komandan selamat? Komandan tidak kena ledakan?” tanya seorang prajurit kepada Sarwo Edhie.

Dengan senyum, Sarwo Edhie menjawab pertanyaan prajuritnya bahwa ia dalam kondisi sehat wal afiat.

“Alhamdulillah. Seperti yang kalian lihat, saya baik-baik saja,” jawab Sarwo Edhie.

Alangkah terkejutnya para anak buah Sarwo Edhie, yang sebagian besar adalah pemuda desa yang kurang berpendidikan. Oleh sebab itu, peristiwa lolosnya mantan Panglima Komando Daerah Militer XVII / Cenderawasih itu dari maut langsung para prajuritnya sebagai kejadian mistis.

Anak-anak buah Sarwo Edhie langsung meyakini bahwa sang komandan adalah orang sakti, pemegang ilmu kebal. Seketika, para prajurit meminta-minta Sarwo Edhie untuk mengajarinya ilmu kebal senapan.

“Tidak sangka ya, komandan kita ternyata orang sakti. Dia punya ilmu kebal. Pantas, dalam pertempuran dia selalu ada di depan. Tidak mempan peluru rupanya. Kita ilmu pengetahuan kebalnya. Kalau kita kebal, biar rasa tentara-tentara Inggris itu,” ucap prajurit lainnya.

Dianggap memiliki ilmu kebal dan kelompok untuk mengajari oleh anak buahnya, Sarwo Edhie pun merasa risih. Sebab faktanya, Sarwo Edhie, feel dirinya adalah manusia biasa yang juga bisa tewas diterjang peluru.

Untuk meyakinkan anak buahnya, Sarwo Edhie kemudian menceritakan perihal dirinya bisa selamat dari ledakan mortir tersebut.

Dengan rendah hati, danjen kopassus tersebut menegaskan bahwa dirinya juga manusia biasa yang tidak memiliki kemampuan ilmu kebal seperti yang diceritakan anak buahnya.

“Saya tidak punya ilmu apa-apa. Sama seperti kalian, saya tidak kebal peluru. Ketika ledakan itu terjadi, saya berada di dekat peluru mortir. Kalian tahu, saat meledak pecahan peluru mortir akan menyebar dengan gerakan ke atas,” kata Sarwo Edhie ketika itu.

“Jadi, saya yang berada di bayangan tidak kena. Malah yang berada jauh yang bisa kena,” pungkasnya.

Related

Indonesia 4908234296095760326

Recent

item