Masjid Ini Bernama ‘Yesus Kristus Putra Maria’, Kisah Penamaannya Bikin Hati Damai


Naviri Magazine - Di sebuah wilayah di Kenya, berdiri sebuah masjid yang bernama "The Mosque of Jesus Christ Son of Mary (Masjid Yesus Kristus Putra Maria)".

Tampak dari sebuah papan nama masjid itu, juga ada sebuah tulisan Arab yang berbunyi; "Masjid Isa bin Maryam". Diketahui, semua itu berawal dari perselisihan antara Asosiasi Muslim dan Gereja Seventh Day Adventist (SDA) atas kepemilikan sebidang tanah.

Perselisihan yang diketahui telah berlangsung selama beberapa dekade, akhirnya pada Oktober 2020 setelah Pengadilan Tanah dan Lingkungan di Kisumu, Kenya, menyatakan bahwa sebidang tanah itu milik komunitas Muslim.

Ternyata, ada alasan kuat kenapa nama masjid tersebut dibuat dengan nama Masjid Yesus Kristus Putra Maria. Umat setempat mengatakan bahwa pilihan nama itu untuk menandakan keputusan komunitas Muslim yang menunjukkan kepada gereja SDA bahwa mereka adalah satu.

“Kami telah mengalami pergumulan panjang untuk sebidang (tanah) tersebut dan itulah salah satu alasan kami memilih untuk menentukan nama. Kami bukan bermusuhan dengan orang Kristen," kata Abdul Rashid, seorang muazin (orang yang mengumandangkan adzan) di masjid tersebut.

Rashid juga percaya penamaan itu mencatat bahwa Muslim juga percaya atau beriman pada Yesus dan bahwa dia adalah salah satu dari Nabi bersama beberapa lainnya termasuk Nabi Muhammad SAW.

“Muslim percaya pada Yesus Kristus. Pemilihan nama tersebut juga merupakan apresiasi kami terhadap Yesus Kristus yang kami yakini akan datang kembali," ujar Rasyid.

Rencana untuk membangun masjid permanen di tanah itu pun akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Meski begitu, warga setempat diketahui telah membangun bangunan sementara untuk tempat mereka melaksanakan ibadah salat.

Seorang pejabat senior pemerintah yang beribadah di masjid dan merupakan salah satu dari mereka yang mengajukan gugatan terhadap gereja SDA mengatakan bahwa nama tersebut tidak unik, dan menambahkan bahwa Yesus juga diakui dalam Islam.

“Yesus diberi Injil sementara Muhammad diberi Al-Qur'an. Pemilihan nama adalah pesan bagi mereka bahwa kita bersama. Kami selalu bersama," kata pejabat itu, seperti dikutip Standard Media.

Di kesempatan yang sama, beberapa warga Kristen di wilayah itu menyambut baik langkah tersebut dengan mengatakan bahwa pembangunan tempat ibadah itu akan menjadi sebuah simbol perdamaian di wilayah itu.

“Itu adalah sikap yang bagus. Saya pikir itu adalah indikasi kuat bahwa Muslim dan Kristen menganggap satu sama lain sebagai saudara dan saudari," kata Joseph Odhiambo, seorang warga Kristen.

Related

World's Fact 1445452475894207404

Recent

item