Ini 5 Kerugian Jangka Panjang kalau Kamu Kebanyakan Kerja


Naviri Magazine - Katanya sih, selagi muda dan kuat, bekerjalah sebanyak-banyaknya. Menabunglah sebanyak-banyaknya. Benar begitu? Kita memang dituntut semangat dalam bekerja. Tapi supaya kamu gak melulu disibukkan soal pekerjaan, perlu banget yang namanya manajemen waktu yang seimbang.

Sebagian orang yang terlalu berambisi pada pekerjaan, rela lembur atau membawa tugasnya ke rumah. Padahal rumah adalah tempatmu "pulang" dari segala rutinitas pekerjaan. Dalih produktif juga jadi alasan kuat untuk tetap menghabiskan weekend dengan bekerja. 

Perlu diingat lagi, kalau tubuhmu punya hak untuk hidup seimbang. Jangan sampai kerugian jangka panjang berikut kamu alami akibat terlalu banyak jam kerja. Apa saja? Langsung simak, ya!

1. Tak punya waktu buat olahraga, tahu-tahu berat badan naik dan sulit kembali ideal

Karena kesibukkan bekerja, olahraga kerap kali ditunda-tunda. Beruntung kalau masih ada niat berolahraga pas weekend. Hanya saja, saat tenagamu terlalu dipaksa untuk bekerja, bisa jadi akhir pekanmu malah bablas untuk tiduran saja. Kamu sudah terlalu lelah. Padahal gerak sehat dalam olahraga gak bisa disamakan dengan rutinitas kerja harian.

Tanpa disadari, tubuhmu membengkak. Capek banget walau hanya dipakai jalan kaki. Dampaknya juga merambat, kamu jadi gampang sakit karena daya tahan tubuh yang menurun. Kalau sudah terlalu gemuk, butuh waktu dan usaha ekstra untuk menurunkannya kembali. Mending teratur dari sekarang, 'kan?

2. Sering tak teratur soal jam makan, tahu-tahu maag kronis menyerang

Target pekerjaan yang ingin segera tuntas selalu jadi alasan untuk terlambat makan. Sedikit lagi, sebentar lagi.. tahu-tahu jam makan siang sudah lewat. Kalau hal ini terus berulang, kesehatanmu bakal terancam. Awalnya kamu mungkin kuat, gak ada efek apa-apa di usia muda.

Tapi seiring bertambahnya usia, dampak dari kebiasaan mengabaikan jam makan itu bisa menimbulkan penyakit, terutama maag kronis. Gak mau kan hasil kerja kerasmu dimasa muda, malah kamu pakai untuk mengobati sakitmu di kemudian hari?

3. Pada akhirnya kamu tak punya jaringan luas karena lupa berinteraksi dengan lingkungan

Pernah dengar kan, kalau salah satu pintu rezeki itu adalah menjalin keakraban dengan orang lain? Kamu perlu banget meluangkan waktu untuk bertemu atau sekedar menyapa orang lain. Entah itu saudaramu, temanmu atau tetanggamu.

Kita gak pernah tahu perjalanan karir ke depan bakal seperti apa. Menjalin interaksi sosial itu bisa menambah jaringan kamu. Jangan sampai kamu baru mengetuk pintu rumah mereka saat terdesak dan butuh bantuan saja.

4. Kamu lupa cara menikmati hobi dan meng-upgrade skill yang baru

Bekerja memang penting, tapi menambah wawasan baru seperti dengan membaca buku atau mendengar ceramah agama, juga gak boleh kamu abaikan. Upgrade skill kamu terutama dalam hal-hal yang memang diperlukan dalam keseharian. Pasti ada manfaatnya, kok!

Jangan lupa tengok juga hobimu, sebab sayang banget kalau waktumu hanya habis di meja kerja. Kamu berhak menikmati hidup yang hanya satu kali, untuk bersenang-senang dengan hobimu.

5. Jangan sampai kamu juga kehilangan cinta dari keluarga karena tak ada waktu buat mereka

Buat kamu yang sudah berkeluarga, waktumu bukan lagi sepenuhnya milikmu. Pasangan hidup dan anak, perlu quality time bersamamu. Meskipun kamu bekerja demi keluarga, kadang kamu juga perlu ingat kalau cinta itu gak selalu dibayar dengan uang. Kedekatan hati keluarga juga bisa terjalin dalam kesederhanaan.

Kamu pasti sepakat kalau segala sesuatu yang berlebihan itu memang gak baik. Terlalu banyak kerja, salah! Terlalu santai juga salah! Karena itu, berusahalah menyeimbangkan kebutuhan hidup, supaya kelima kerugian di atas gak kita alami di kemudian hari. 

Related

Tips 1042943367240648542

Recent

item