Jika Matahari Tidak Lagi Menyinari Bumi, Inilah yang Akan Terjadi


Naviri Magazine - Masa hidup matahari diyakini masih lama, tapi tak ada salahnya kita tanya pada ilmuwan, mengenai dampak skenario buruk itu buat penghuni Bumi.

Semakin ke sini, orang-orang semakin bodo amat dengan isu kiamat. Mereka seperti sama sekali tak takut mati, dan kadang malah menjadikannya sebagai lelucon.

Ditelan bumi mungkin “menyelesaikan segala masalah”, tapi padamnya matahari memiliki dampak yang sangat menakutkan. Apabila massa matahari tiba-tiba hilang, Bumi akan terbang ke luar angkasa, dan dengan seketika menghabisi seisinya. 

Berapa lama lagi matahari bisa bertahan?

Berdasarkan penjelasan The Conversation, “matahari sudah memasuki usia paruh baya, dan berulang tahun ke 4.568.000.000, beberapa juta tahun lalu.”

Kabar baiknya, matahari masih akan menyinari Bumi hingga 7-8 miliar tahun ke depan. Kita semua sudah tahu manusia tak mungkin hidup selama itu, jadi tenang saja. Kalian beserta anak cucu tak akan merasakan peristiwa luar biasa tersebut.

Akan tetapi, bagaimana kalau matahari benar-benar mati? Artikel terbitan University of Manchester memprediksi matahari akan berubah menjadi nebula planet, alias “cincin besar bercahaya yang mengandung gas dan debu antarbintang.” Meskipun matahari memang mati, panas inti bisa membuatnya tetap bersinar selama 10.000 tahun.

Bisakah skenario ini terjadi lebih cepat? Mungkinkah matahari bisa tiba-tiba hilang begitu saja? Jawabannya tidak. Hal ini sebenarnya sangat mustahil, jadi tak ada gunanya kita berandai-andai. 

Setiap tanaman di Bumi akan mati beberapa minggu setelah matahari padam. Binatang bakal mendapat giliran selanjutnya, karena tak mungkin bisa hidup tanpanya. Manusia dikatakan dapat bertahan hidup untuk sementara waktu, asalkan berlindung di kapal selam di kedalaman paling gelap Samudra.

Related

Science 3669935503731095143

Recent

item