Di Amerika, 500 Anak Dibunuh Orang Tuanya Sendiri Setiap Tahun


Naviri Magazine - Maree Crabtree adalah perempuan asal Brisbane, AS, berusia 51 tahun. Ia diadili atas tuduhan menyiksa dan menganiaya anak-anaknya sampai meninggal. Satu anak perempuannya yang difabel, Erin, 18 tahun, ditemukan tewas pada 2012. Sedangkan anak laki-lakinya yang juga difabel, Jonathan, 26, ditemukan tewas setahun lalu. 

Polisi menduga, anak-anak Crabtree mengalami cacat akibat pemberian obat keras dalam durasi lama oleh sang ibu.

Sangat sulit membayangkan pemicu orang tua tega membunuh anaknya sendiri. Tetapi "filicide", sebutan komunitas psikolog untuk tindakan ayah atau ibu membunuh darah dagingnya sendiri, bukan hal baru. Filicide terjadi sejak era manusia purba sampai sekarang. 

Bahkan filsuf kenamaan Aristoteles pernah menyatakan: “Harus ada hukum yang mengatur agar anak cacat tidak dibiarkan hidup.”

Banyak orang belum menyadari filicide adalah tindak kejahatan yang sering terjadi. Ada puluhan kasus di berbagai negara saban tahun. 

Sudah ada penelitian tentang rentetan kasus pembunuhan anak oleh orang tua, yang menyimpulkan bila pelaku pembunuh anaknya sendiri lelaki, itu cenderung akibat pembunuhan “tak disengaja” dan disebabkan oleh penggunaan alkohol dan obat-obatan. Sedangkan ketika ibu yang membunuh anaknya sendiri, motifnya cenderung berupa pembunuhan yang disebabkan oleh masalah kesehatan mental. 

Di Amerika Serikat, penelitian dari Brown University yang terbit 2014 memetakan data dari periode 32 tahun terakhir. Kesimpulannya ada sekitar 500 kasus pembunuhan anak yang dilakukan oleh orang tua di Amerika Serikat tiap tahunnya.

Related

World's Fact 2597267958122962965

Recent

item