Die Hard dan Film-film Action yang Melegenda Sepanjang Masa (Bagian 1)


Naviri Magazine - Film dengan genre action selalu menawarkan sejumlah adegan yang mampu memainkan adrenalin penonton. Tak heran jika sebagian orang kerap mencari film action yang melegenda sepanjang masa untuk dimasukkan ke dalam daftar tontonan di kala akhir pekan atau di tengah pandemi virus corona (Covid-19) seperti saat ini.

Film action juga seolah-olah riil dengan didukung efek CGI yang mumpuni. Beberapa aktor juga seakan menjiwai dan terkenal dengan sosok yang tangguh seperti aktor kenamaan Bruce Willis, Jason Statham, Dwayne Johnson, hingga Tom Cruise.

Berikut ini beberapa film action yang melegenda sepanjang masa, sebagaimana berikut ini:

Gladiator (2000)

Gladiator merupakan salah satu film action yang melegenda sepanjang masa berlatar masa kejayaan Romawi.

Film garapan sutradara Ridley Scott ini berhasil memborong 5 piala Oscar dari 12 nominasi kategori pada ajang Academy Awards 2001.

Jenderal Maximus (Russel Crowe) telah mencuri hati Kaisar Marcus Aurellius (Richard Harris) karena potensi dalam mengatur strategi perang dengan apik. Marcus meminang Maximus untuk menjadi Kaisar penggantinya setidaknya sampai senat bisa mematangkan program untuk menjadikan Romawi menjadi Republik.

Namun Maximum menolak, selain itu Marcus telah memiliki seorang anak laki-laki Commodus (Joaquin Phoenix) yang sepatutnya dijadikan penerusnya. Namun Commodus memiliki perangai yang buruk dan pengecut.

Suatu hari Commodus menagih janji kepada ayahnya untuk menjadikannya Kaisar penerus, namun mendapatkan penolakan dari Ayahnya, Commodus lantai menghabisi ayahnya, Kaisar Marcus.

Ia pun memerintahkan pengawalnya memburu dan membunuh Maximus, sebab ia telah menjadi ganjalan dalam kariernya. 

Charlie's Angels (2000)

Charlie's Angels merupakan film action-komedi pertama dari serial film Charlie's Angels. Film ini dibintangi oleh Cameron Diaz, Drew Barrymore, dan Lucy Liu sebagai tiga wanita yang bekerja di sebuah agen detektif swasta di Los Angeles.

Film ini kemudian diikuti oleh sekuel Charlie's Angels: Full Throttle pada 2003 dan 2019 masih dengan judul yang sama.

Tiga angels ini dikenal cantik, berbakat, dan tangguh, dan menarik yang bekerja sebagai penyelidik untuk seorang jutawan yang tak terlihat bernama Charlie.

Charlie menugaskan angels untuk melakukan misi menemukan Eric Knox (Sam Rockwell), seorang jenius perangkat lunak yang menciptakan sistem pengenalan suara revolusioner dan mengepalai perusahaannya sendiri, Knox Enterprises.

The Angels menyusup ke markas tersebut, menipu sistem keamanan, dan menanam perangkat di komputer pusat yang memungkinkan mereka menjelajahinya dari jarak jauh.

V for Vendetta (2005)

Film yang terinspirasi dari sebuah novel grafis karya Alan Moore dan David Lloyd yang berjudul sama, dan kemudian digarap oleh Sutradara James McTeigue ini mampu membuat penonton terkesima menikmati plot cerita.

Film ini berkisah tentang perlawanan rakyat biasa yang menentang rezim Pemerintahan Inggris yang otoriter pada zamannya.

Mengambil latar waktu setelah perang ketiga, Inggris sedang dalam kungkungan Pemerintahan yang sangat totaliter sekaligus sok religius yang memiliki slogan "Strength Through Unity, Unity Through Faith.

Di bawah rezim Adam Sutler (John Hurt), ia seorang kanselir yang berkuasa setelah situasi kenegaraan di Inggris kacau balau akibat serangan senjata biologis.

Suatu hari, seorang pria misterius bertopeng 'Guy fawkes' berinisial V (Hugo Weaving) menyelamatkan nyawa Evey (Natalie Portman) dari kebakaran hebat di pengadilan kriminal London, Old Bailey.

Evey yang juga menjadi korban kebringasan Adam, bersatu dengan V untuk melakukan perlawanan rezim Adam.

Die Hard 4.0: Live Free or Die Hard (2007)

Film Die Hard part keempat yang rilis pada 22 Juni 2007 ini memperoleh total penerimaan box office internasional lebih dari 388 juta dolar AS dan menjadikannya film terlaris, sekaligus tertinggi dalam seri Die Hard lainnya.

Secara garis besar film yang mengusung genre action-thriller ini menceritakan pertarungan sengit yang disebabkan peretasan (hack) di sejumlah fasilitas di Amerika Serikat (AS).

Pada perayaan Hari Kemerdekaan AS, para peretas kembali melancarkan aksinya. Mereka melakukan pemadaman komputer singkat di Divisi Keamanan-Cyber Biro Investigasi Federal (FBI).

Atas temuan itu, Direktur FBI, Miguel Bowman (Cliff Curtis) memutuskan untuk membawa semua peretas yang kemungkinan bisa melakukan kejahatan ini.

Bowman meminta kepada salah satu detektif Departemen Kepolisian Kota New York John McClane (Bruce Willis) untuk mendatangkan peretas bernama Matthew "Matt" Farrell (Justin Long).

Namun siapa sangka nyawa Farrell turut terancam dari orang suruhan Thomas Gabriel (Timothy Olyphant). Untung saja, McClane berhasil dapat tepat waktu.

Baca lanjutannya: Die Hard dan Film-film Action yang Melegenda Sepanjang Masa (Bagian 2)

Related

Film 3036752969359413387

Recent

item