Ini 3 Jenis Penyakit Menular Seksual yang Bisa Diketahui Lewat Wajah


Naviri Magazine - Sejumlah penyakit menular seksual ternyata dapat terdeteksi di wajah, baik pada lelaki maupun perempuan. Simak penyakit menular seksual apa saja yang dapat diungkapkan wajah, dan bagaimana cara mendeteksinya.

Sipilis

Penderita sipilis dapat dideteksi dari luka terbuka yang lebar di bibir dan mulutnya. Sipilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum, dan disebarkan melalui kontak seksual langsung (termasuk oral), dengan individu yang terinfeksi lesi (luka) sipilis menular tersebut.

Luka biasanya muncul sekitar tiga sampai enam minggu setelah hubungan seks, di area terjadinya kontak seksual—biasanya alat kelamin—setelah fase yang disebut sipilis primer. 

Gejala sipilis sekunder muncul sekitar empat sampai 10 minggu setelah munculnya lesi primer, jika infeksi dibiarkan tanpa diobati. Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan menggunakan antibiotik.

Herpes genital

Penyakit ini dapat dideteksi dari luka dingin di sekitar mulut. Herpes genital disebabkan dua jenis virus herpes, yakni HSV-1 dan HSV-2 (jangan keliru membedakannya dengan human papillomavirus, atau HPV, yang menyebabkan kutil pada kelamin).

Herpes dapat menyebar melalui hubungan seksual, baik secara langsung (termasuk oral) dan melalui air liur (berciuman) dengan individu yang terinfeksi. Virus ini bisa menyebar bahkan ketika tidak ada gejala yang terlihat, meskipun penularan lebih mungkin terjadi bila ada gejalanya.

HSV-1 biasanya menyebabkan luka di mulut, tetapi bisa juga menyebabkan herpes genital. Ini berarti, seseorang dapat tertular herpes genital dari seks oral yang diberikan seseorang dengan luka dingin di mulutnya (meskipun tidak umum terjadi). Sementara itu, HSV-2 hanya menyebabkan herpes genital.

Chlamydia

Chlamydia dapat terlihat di mata (pink eye) dan berisiko menyebabkan kebutaan. Chlamydia adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan ditularkan lewat semua bentuk seks, termasuk oral. Sebanyak 2,3 juta orang Amerika diperkirakan terinfeksi Chlamydia.

Chlamydia lebih umum diderita oleh perempuan, dengan estimasi 70-80 persen penderitanya adalah kaum hawa. Akan tetapi, gejala penyakit menular seksual ini sering tidak disadari, sehingga Chlamydia diberi julukan 'silent epidemy'. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pada perempuan muda.

Pada lelaki, gejalanya juga mungkin tidak terlihat, walaupun mereka cenderung lebih sering menunjukkan gejala. Chlamydia dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil, keluarnya cairan dari alat kelamin, nyeri atau radang di testis, dan pendarahan setelah berhubungan intim pada perempuan. Perawatan dapat dilakukan menggunakan antibiotik.

Related

Sexology 8822709973675380747

Recent

item