Memahami 'Jokes Bapak-bapak' di Indonesia dan Negara-negara Lain (Bagian 1)


Naviri Magazine - Dunia humor Amerika menyebut guyon bapak-bapak sebagai dad jokes. Menurut definisi terpopuler versi Urban Dictionary, dad jokes adalah “lelucon murahan dan/atau bodoh yang dibuat-buat oleh seorang ayah untuk anak-anaknya".

Peyoratif, memang, merujuk pada analisis Chi Luu di kanal JSTOR Daily. Tapi, jika mau ditelaah lebih mendalam, dad jokes memiliki karakteristik khas sebagaimana genre humor lain. Lebih menariknya lagi: ia punya kekuatan khusus untuk membuat orang tertawa. 

Tanpa kehadiran internet, dad jokes barangkali hanya akan berkelindan di kalangan anak-istri atau keluarga besar. Sekarang ada banyak orang selow yang mendirikan forum daring, laman, atau akun media sosial untuk menyebarkan konten dad jokes.

Ada yang orisinal. Ada yang berupa hasil tangkap layar dari kiriman para bapak di grup WA atau pesan japri (jalur pribadi). Sejumlah media di Amerika bahkan mengumpulkan dad jokes warganet untuk dikompilasikan dalam konten perayaan Hari Ayah setiap tahunnya.

Penelusuran Devika Desai dalam laporan National Post mengungkapkan istilah dad jokes pertama kali muncul ke publik pada tahun 1987. Pencetusnya adalah Jim Kalbaugh.

Saat itu Kalbaugh bekerja sebagai penulis di Gettysburg Times. Dalam satu kolom ia tidak hanya menyebut dad jokes beserta contohnya, tapi juga mengajak pembaca agar melestarikan guyon tersebut setiap perayaan Hari Ayah Sedunia. Lebih dari 30 tahun berselang, tradisi ini masih hidup.

Untuk perayaan tahun 2019, misal, NPR mengunggah sepotong dad jokes melalui akun Twitter mereka. Warganet menanggapinya dengan antusias.

Misalnya @bsutton530 yang mencuit, “saya punya beberapa lelucon tentang remaja yang menganggur, tetapi tidak ada satupun yang bekerja. #dadjokes”.

Jika Anda tidak punya ayah dengan selera humor kebapakan, tenang. Buka laman Facebook Lelucon grup whatsap bapak-bapak. Anda akan disuguhi guyon-guyon a la bapak-bapak.

Sekadar contoh:

"Ayah: "Nak, kalau ujianmu jelek lagi, jangan sekali-kali panggil Ayah!"

Keesokan harinya...

Ayah: "Bagaimana hasil ujianmu, Nak?"

Anak: "Jelek, Bro!"

Atau yang khas bapak-bapak dengan sederet emoji:

"*SUAMI ASAL PURWODADI DAMBAAN SEMUA WANITA*

Hasil Survey menyatakan bahwa suami-suami yang berasal dari kota Purwodadi 100% adalah type suami yang setia dgn satu istri, tidak tertarik perselingkuhan & tidak pernah sama sekali terbetik niat untuk berpoligami.

Maka berbahagialah ibu-ibu yg punya suami dari kotanya para Snex & Panser, karena terbukti mereka adalah suami yg paling setia.

Hasil survey yang dirilis LSI kemarin, sungguh mengejutkan.

"100% suami asal kota Purwodadi hanya mau punya isteri 1 saja, mereka tidak mau poligami dan sama sekali tdk tertarik terhadap perselingkuhan".

Responden dipilih secara random/acak dari berbagai wilayah di kota PURWODADI.
LSI melakukan survey dengan wawancara langsung.

*_Saat wawancara, responden didampingi istri masing masing & mertuanya_*

Para pengamat membedah dad jokes rata-rata berbentuk lelucon satu kalimat (one-liner). Konsep lainnya bisa berangkat dari pelesetan atau permainan kata. Di Amerika Serikat para ayah rata-rata mengungkapkan dad jokes melalui percakapan ringan.

Bayangkan. Pada suatu sore seorang anak sedang menonton acara di ruang tamu. Sang ayah datang sambil menggenggam bir dingin dan roti isi enak.

Lalu si anak, secara tidak sadar, memancing keluarnya kalimat paling klasik dalam sejarah peradaban dad jokes.

“Hey. Aku lapar.”

“Halo, Lapar. Aku Ayah”.

Anda bisa membayangkan si anak memutar bola matanya. Ia—dan generasi muda pada umumnya—seringkali memandang dad jokes sebagai bentuk lelucon yang receh, garing, bahkan memalukan. Alih-alih tertawa, mereka akan menepuk jidat sambil mengeluh “Apaan, sih, Yaah..”.

Respons demikian selaras dengan status “peyoratif” yang Chi Luu sebutkan dalam artikelnya. Chi Luu lantas bertanya: apakah dad jokes dan reputasi buruknya bersifat universal?

Baca lanjutannya: Memahami 'Jokes Bapak-bapak' di Indonesia dan Negara-negara Lain (Bagian 2)

Related

Humor 4452671436847214899

Recent

item