Panduan Mempelajari Investasi dengan Untung Besar tapi Berisiko Besar (Bagian 1)


Naviri Magazine - Salah satu hukum investasi adalah; semakin besar risikonya, semakin besar hasilnya. Investasi tumbuh dengan risiko, dan bukan dengan keamanan.

Karena investasi adalah permainan uang (secara kasar dapat disebut begitu), maka orang yang melakukan investasi pun tentu saja mengharapkan uang yang ia tanamkan dalam investasi itu menjadi berlipat ganda, setidaknya bertambah jumlahnya. 

Namun kegiatan investasi bukanlah kegiatan seperti judi atau semacamnya yang mengandalkan untung-untungan semata. Judi tidak memerlukan pertimbangan atau pemikiran yang matang selain mungkin kelicikan dan kelicinan dalam bermain untuk dapat merampok uang lawan main. 

Di dalam investasi, kita memerlukan pertimbangan dan pemikiran serta perencanaan yang matang dari segala sisi agar uang yang kita investasikan dapat memberikan keuntungan dan bukannya kerugian.

Di dalam investasi ada dua bentuk; yaitu investasi yang berisiko minim (sebagaimana yang telah kita bahas di bab sebelumnya), dan investasi yang berisiko besar. 

Mengapa ada orang yang mau menggunakan uangnya untuk berinvestasi dalam investasi yang berisiko besar? Jawabannya tentu saja karena investasi berisiko besar ini juga menjanjikan hasil yang sama besarnya. 

Sebagaimana slogan investasi yang terkenal, high return-high risk, maka semakin besar risiko yang ditanggung oleh sebuah investasi, maka semakin besar pula hasil yang akan diperoleh investasi itu. Pendeknya memang tergantung seberapa besar risiko itu ada dalam sebuah investasi, maka sebesar itu pulalah hasilnya.

Investasi dalam bentuk deposito, misalnya. Karena deposito merupakan bentuk investasi yang bisa dibilang aman (berisiko kecil), maka hasil yang diperoleh dari investasi deposito pun juga kecil prosentasenya. Lain halnya kalau investasi dalam bentuk valas atau valuta asing. 

Investasi dalam bentuk valas ini memiliki tingkat risiko yang besar, sehingga juga menjanjikan hasil yang sama besarnya. Kalau investasi deposito hanya mampu memberikan hasil sebesar 10 persen, misalnya, maka investasi dalam bentuk valas dapat menjanjikan hasil sampai 100 persen.

Bagaimana hitung-hitungannya? Umpamakan saja kita memiliki uang sejumlah Rp. 200.000.000,- dan uang tersebut kita gunakan untuk membeli dolar AS yang waktu itu memiliki kurs sebesar Rp. 5000,- perdolar. Dengan begitu, artinya kita memegang investasi dalam bentuk dolar AS sejumlah 40.000 dolar. 

Nah, setengah tahun kemudian, nilai dolar meningkat naik menjadi Rp. 10.000,- perdolar. Pada saat itu kita jual dolar kita, dan secara otomatis kita pun akan memperoleh keuntungan 100 persen dan modal awal kita bertambah 100 persen menjadi Rp. 400.000.000,-

Ini jenis investasi yang memiliki kemungkinan keuntungan yang besar, namun jangan lupa bahwa ini juga merupakan jenis investasi yang juga memiliki risiko yang sama besarnya. 

Sekarang umpamakan kalau kita menggunakan uang kita yang sejumlah Rp. 200.000.000,- itu untuk membeli dolar yang memiliki kurs sebesar Rp. 8000,- perdolar. Setengah tahun kemudian, ketika kita berencana untuk menjualnya, nilai dolar merosot turun menjadi Rp. 4000,- perdolar. 

Nah, ini tentu saja sama halnya kita akan mengalami kerugian 100 persen, dimana modal awal kita pun akan berkurang separuh dan menjadi hanya Rp. 100.000.000,-

Karenanya, diperlukan pengetahuan yang lebih ketika kita memutuskan ingin bermain dalam investasi yang berisiko besar ini. Jangan hanya tergiur dengan kemungkinan hasil besar yang mungkin kita peroleh, namun pelajari dulu aturan mainnya sehingga kita tidak terperosok dan menyesal.

Menyangkut investasi yang memiliki hasil besar ini, ada gejala aneh akhir-akhir ini, dimana ada cukup banyak penawaran investasi yang berani menjanjikan keuntungan atau hasil sampai 100 persen dengan iming-iming berisiko kecil atau minim risiko. 

Penawaran-penawaran ini biasanya disampaikan atau diiklankan di surat kabar dengan kata-kata yang amat menggugah rasa penasaran. Isi iklannya kira-kira seperti ini; “Kalau Anda memiliki dana sejumlah Rp. 10.000.000,- dan menginginkan hasil investasi sebesar 100 persen dalam jangka waktu satu tahun dan tanpa risiko, bergabunglah bersama kami.”

Investasi yang ditawarkan dalam iklan-iklan itu biasanya adalah investasi dalam sektor konkrit seperti real estate atau perkantoran. Jadi secara gampangnya, apabila kita tertarik untuk berinvestasi sesuai dengan tawaran iklan tersebut dan memutuskan untuk bergabung, maka dana investasi kita akan diputarkan (diinvestasikan) oleh pihak pengelola pada bidang usaha mereka, dan kita dijanjikan akan memperoleh keuntungan sebesar 100 persen pertahun sebagaimana isi iklan tersebut.

Tawaran semacam itu tentu saja menggugah rasa penasaran sekaligus minat banyak orang, karena tentunya ada cukup banyak orang yang menginginkan hasil besar semacam itu. Seratus persen hasil dalam waktu satu tahun adalah jumlah yang besar untuk ukuran investasi. 

Lalu apakah memang benar valid isi penawaran tersebut? Atau hanya sekedar penipuan berkedok investasi?

Iklan-iklan penawaran investasi di surat kabar itu ada yang menggunakan iklan kecil, iklan baris, namun ada juga yang menggunakan iklan berukuran besar di banyak surat kabar sekaligus. Iklan-iklan itu juga mencantumkan alamat yang jelas serta nomor telepon yang dapat dihubungi. Pendeknya, iklan tersebut sepertinya memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi. 

Ada beberapa hal yang patut direnungkan menyangkut hal tersebut.

Tentu saja hasil 100 persen di dalam investasi bukanlah sesuatu yang tak mungkin, karena sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, bisa saja investasi yang kita lakukan memang menghasilkan keuntungan sejumlah 100 persen sebagaimana dalam kasus investasi valuta asing yang telah kita ulas itu. 

Namun, sebagaimana yang juga telah dinyatakan di atas, hasil investasi yang besar juga memiliki tingkat risiko yang besar. Karenanya, apabila ada tawaran investasi yang menyatakan dapat memberikan hasil besar namun memiliki risiko yang kecil atau minim, maka ini tidak sesuai dengan logika investasi—atau setidaknya tidak sesuai dengan logika investasi pada umumnya.

Baca lanjutannya: Panduan Mempelajari Investasi dengan Untung Besar tapi Berisiko Besar (Bagian 2)

Related

Tips 5471219431742245850

Recent

item