Pesan-pesan Tersembunyi Dalam Film X-Men: First Class (Bagian 2)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Pesan-pesan Tersembunyi Dalam Film X-Men: First Class - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan urutan lebih lengkap, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Teori dan konsep evolusi secara vulgar ditegaskan dalam film ini, jelas tersirat dalam percakapan antara Erik dengan Schmidt (juga dipanggil Sebastian Shaw), yang merupakan pejabat Nazi, ketika ia bertutur kepada Erik, "Genes are the keys that unlocks the door to a new age, Erik. A new future for mankind. Evolution." (Gen adalah kunci untuk membuka pintu menuju era baru, Erik. Masa depan baru bagi umat manusia. Evolusi.)

Dalam scene tersebut, Sebastian memaksa Erik untuk mengeluarkan kemampuannya, memaksa Erik untuk menjadi pengikutnya, demi sebuah tujuan, yaitu membangun tata dunia baru (New Age) yang ia sebut sebagai "evolusi". 

Evolusi dalam tafsiran Nazi berarti merujuk kepada teori Darwin, bahwa sebuah spesies yang unggul dan kuat akan tetap survive dengan membunuh spesies lainnya yang lebih rendah dan lemah. Inilah yang kemudian disebut sebagai "teori eugenetika", yaitu membuang orang-orang berpenyakit dan cacat, serta 'memperbaiki' ras manusia dengan memperbanyak jumlah individu sehat. 

Sebagaimana hewan jenis unggul dapat dibiakkan dengan mengawinkan induk-induk hewan yang sehat, maka berdasarkan teori ini ras manusia pun dapat diperbaiki melalui cara yang sama.

Ideologi Darwin yang dianut Nazi terbaca jelas dalam buku Adolf Hitler, berjudul Mein Kampf (Perjuanganku), dimana Hitler termasuk golongan yang 'terilhami' oleh teori seleksi alam tersebut. Hingga pada rapat umum partai Nazi di Nuremberg tahun 1933, Hitler mengumandangkan bahwa: "Ras yang lebih tinggi memperbudak ras yang lebih rendah."

Selain "evolusi", dalam percapakapan itu disebutkan tentang "New Age" sebagai konsep masa depan umat manusia. Istilah New Age digunakan sejak 1809 oleh William Blake, yang menggambarkan era kedatangan kemajuan spiritual dan artistik. Gerakan New Age adalah gerakan spiritual Barat yang dikembangkan pada paruh kedua abad 20. 

Ajaran utamanya memiliki gambaran sebagai pemaduan kedua tradisi spiritual metafisik Timur dan Barat, yang bertujuan menciptakan spiritualitas tanpa batas atau dogma yang inklusif dan pluralistik (terbuka dan mejemuk). New Age juga menekankan bahwa pikiran, tubuh, serta roh saling berkaitan, meyakini adanya suatu bentuk monisme (realitas fundamental; mungkin Tuhan, jiwa atau materi), serta kesatuan seluruh alam semesta.

Menurut penulis Nevill Drury, asal-usul gerakan ini dapat ditemukan pada abad 18 dan 19, terutama melalui karya-karya esoteris Emanuel Swedenborg, Franz Mesmer, Helena Blavatsky, dan George Gurdjieff, yang meletakkan beberapa prinsip filosofis dasar, yang kemudian mempengaruhi gerakan ini. 

Beberapa elemen gerakan New Age awalnya muncul di abad-19. Seperti dalam gerakan metafisis semacam spiritualisme, teosofi dan new thought. Dan dalam gerakan pengobatan alternatif seperti chiropractics dan naturopati. Gerakan-gerakan ini memiliki akar di berbagai tradisi esoterik atau okultisme (ilmu gaib) Barat, seperti seni hermetik, astrologi, sihir, alkimia, dan Kabbalah.

Dalam kesimpulannya, New Age adalah semacam keyakinan yang bersifat plural dan general. Hal tersebut tergambar jelas dalam deskripsi konsep Theisme yang mendefinisikan Tuhan sebagai gagasan abstrak bersifat umum, yang dapat dipahami dalam banyak cara. 

Sedangkan dalam konsep hubungan interpersonal, penganut gerakan New Age mengakui secara penuh kesetaraan kaum perempuan dalam segala aspek kehidupan. Dan mengakui segala jenis orientasi seksual seseorang, baik heteroseksual, homoseksual (gay/lesbian), hingga biseksual. 

Sama halnya dalam masalah gender, apakah seseorang tersebut cisgender, transgender, atau interseksual, semuanya ditujukan sebagai sarana pengembangan spiritual.

Puncaknya adalah hakikat New Age dari konsep eklektisismenya yang menyatakan bahwa spiritualitas New Age dicirikan oleh pendekatan individu untuk praktik spiritual dan filsafat, serta penolakan doktrin agama. Eklektisisme adalah upaya untuk melakukan pilihan serta penggabungan antara beberapa bagian dari bermacam-macam aliran dan corak dari filsafat. 

New Age Movement sepintas mungkin terdengar rumit, tapi inti gerakan ini adalah penolakan terhadap segala jenis agama dan dogma, dengan merobohkan tembok pembatas antar akidah, dengan cukup memaknai hidup secara esensial saja.

Di Indonesia, gerakan seperti ini terwujud dalam beberapa pokok dogma, seperti liberalisme, pluralisme, dan sekularisme. Karena dalam asumsi mereka semua agama itu sama.

Itulah gambaran singkat tentang New Age. Selanjutnya, kita kembali mengulas percakapan antara Sebastian dan Erik, yaitu saat Sebastian Shaw menegaskan kepada Erik, "It's a simple thing I ask of you. A little coin is nothing compared to a big gate." (Ini hanya perkara sederhana yang kuminta darimu. Koin kecil tak ada apa-apanya dibandingkan pintu gerbang yang besar).

Dalam percakapan ini, Sebastian mengungkapkan kata "Big gate". Sebuah "Gerbang Besar" yang akan mengantarkan umat manusia kepada New Age, atau lebih tepatnya New World Order, dengan cara evolusi, bertarung, membunuh, dan bertahan. 

Ini berhubungan erat dengan adegan-adegan selanjutnya, tentang depopulasi penduduk, tentang pemusnahan ras manusia secara massal.

Dalam film-film Hollywood lainnya, 'Big Gate' sering ditampilkan dengan dua buah menara kembar. Bahkan selain lantai hitam-putih, 'dua tiang' atau 'menara ganda' juga terdapat di altar loji para Freemason.

Dua tiang yang disebut dengan Boaz and Jachin juga diyakini sebagai representasi The Gate of Solomon Temple.

Namun dalam film ini, Big Gate lebih dikesankan sebagai gerbang menuju Tata Dunia Baru (semboyan Secret Societies), dan untuk membukanya seseorang harus rela berkorban dan memberikan tumbal. Pengorbanan kecil tersebut tak sebanding dengan kenikmatan yang akan diraih tatkala Gerbang tersebut terbuka. 

Dalam adegan ini, 'Gate' hanya digambarkan dengan sebuah pintu kaca sederhana. Lalu, setelah Sebastian membunuh ibu Erik –sebagai tumbal– dan mampu memancing Erik mengeluarkan kemampuan mutant, ia pun mengajak Erik memasuki 'dunia baru' seraya berkata, "Outstanding, Erik! So we unlock your gift with anger. Anger and pain. You and me, we're going to have a lot of fun together." (Luar biasa, Erik! Kita telah membuka bakatmu lewat amarah. Amarah dan rasa sakit. Kau dan aku, kita akan banyak bersenang-senang).

Baca lanjutannya: Pesan-pesan Tersembunyi Dalam Film X-Men: First Class (Bagian 3)

Related

Film 7566734894345549950

Recent

item