Pornografi ternyata Menyebabkan Banyak Pria Kena Impotensi


Naviri Magazine - Banyak kajian yang ditulis berbagai media dan para ilmuwan, tentang kaitan antara menonton tayangan pornografi yang berlebihan dengan fungsi otak.

Pada tahun 2016, Angela Gregory, seorang terapis psikoseksual Inggris yang bekerja di layanan kesehatan Inggris, mengatakan bahwa pornografi yang mudah diakses menyebabkan jumlah pria yang dirujuk untuk perawatan disfungsi ereksi mengalami peningkatan.

Analisis lembaga pendidikan di Inggris menunjukkan, kasus-kasus impotensi pada awal tahun 2000-an berjumlah sekitar 2% hingga 5%, tatkala koneksi internet baru diluncurkan. Kini, internet disalahkan karena persentase impotensi meningkat menjadi 30%.

Dan pornografi tidak melulu terkait dengan fungsi tubuh. Para peneliti di AS mengklaim bahwa pria yang terpapar pornografi di usia muda cenderung lebih setuju dengan pernyataan yang menegaskan dominasi pria, seperti "segala sesuatu cenderung lebih baik ketika pria yang bertanggung jawab".

Dr Thaddeus Birchard adalah ahli terapi perilaku kognitif dan pendiri program pelatihan pertama di Inggris, yang memberi saran kepada terapis tentang cara mengobati kecanduan seks.

"Dalam populasi, pornografi umumnya merupakan keasyikan seorang pria," katanya. "Sebagian, itu turun ke ilmu saraf. Perempuan, ketika mereka terangsang, menghasilkan tingkat oksitosin yang tinggi di otak. Itu berkaitan dengan pemeliharaan dan hubungan manusia. Sebagai perbandingan, pria menghasilkan vasopresin tingkat tinggi, yang berkaitan dengan kegigihan dan fokus."

"Ini adalah salah satu alasan mengapa pria bisa berjam-jam menghabiskan waktu berselancar di dunia maya: saking fokusnya, mereka lupa dengan hal-hal di sekitar," kata Birchard.

Menurutnya, pornografi bisa lebih menarik bagi pria, karena "kebanyakan perempuan tidak tertarik pada bagian tubuh".

Related

Sexology 294214221762690951

Recent

item