Hal-hal Penting yang Perlu Diingat Ketika Wawancara Kerja


Naviri Magazine - Sesungguhnya acara wawancara kerja bukanlah sesuatu yang sulit. Yang seringkali dirasa sulit adalah ketika topik atau pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan dalam acara wawancara itu di luar dugaan kita. 

Misalnya bisa saja kita telah membayangkan bahwa wawancara itu akan banyak menanyakan suatu objek tertentu, tapi kemudian dugaan kita meleset karena ternyata sesuatu yang ditanyakan itu jauh di luar bayangan kita.

Bagaimana menghadapi hal semacam itu? Sekali lagi jawabannya adalah latihan, latihan dan latihan. Kita memang tidak pernah tahu apa saja yang akan ditanyakan dalam sesi wawancara itu, karenanya kita harus mempelajari sebanyak mungkin segala sesuatu yang sekiranya (sekali lagi, yang sekiranya) akan ditanyakan dalam acara wawancara itu. 

Sesungguhnya, pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ‘aneh’ yang ditanyakan dalam sesi wawancara biasanya dimaksudkan untuk mengetahui seperti apa kepribadian si pelamar kerja. Jadi, ketika menghadapi suatu pertanyaan tak terduga yang sebelumnya tak pernah kita bayangkan, jangan buru-buru panik, tapi jawab saja sesuai dengan pemahaman, keyakinan dan pandangan kita menyangkut pertanyaan itu. 

Karena memang bertujuan untuk menggali kepribadian seseorang, maka terkadang pertanyaan-pertanyaan yang tak terduga seperti itu tidak memerlukan jawaban yang benar, tapi lebih membutuhkan ‘sikap dan cara menjawab yang benar’. 

Menyangkut hal ini, satu hal yang patut diingat adalah; pewawancara manapun kurang menyukai orang-orang yang terkesan terlalu tertutup. Karenanya, upayakanlah untuk membuka diri selama sesi wawancara berlangsung dengan cara menjawab sejelas-jelasnya dan selengkap-lengkapnya pertanyaan yang diajukan—selama itu relevan. Jangan mengesankan kalau kita tengah menyembunyikan atau menutup-nutupi sesuatu.

Namun, juga jangan terlalu ‘over’. Maksudnya, ada kalanya orang yang karena ingin nampak ‘terbuka’ kemudian jadi mengumbar pembicaraan dalam setiap kali memberikan jawaban. 

Mungkin maksudnya biar dia terlihat ceria, cerdas atau berpengetahuan luas dengan caranya dapat menjawab selama berjam-jam untuk satu pertanyaan. Ini juga tidak baik, malah mengesankan kalau kita terlalu cerewet atau juga menimbulkan rasa bosan lawan bicara. Tetaplah menjawab secara terbuka dan lengkap (atau bahkan mungkin panjang lebar) tapi tetaplah relevan dengan pertanyaannya.

Satu hal lain yang perlu diingat selama wawancara adalah, ‘jangan berbohong’. Berbohong ketika tes wawancara bukan saja tidak berguna, namun juga tidak akan membuat kita diterima. Lebih baik menjawab setiap pertanyaan secara apa adanya sesuai dengan kondisi kita, tidak mengada-ada dan tidak usah berusaha untuk membuat si pewawancara terkesan hingga kita merasa harus berbohong.

Nah, kadang-kadang acara wawancara bisa berlangsung lama, bisa pula berlangsung sebentar, tergantung kebijakan perusahaan, juga tergantung orang yang mewawancarai kita. Ada kalanya pihak perusahaan telah menetapkan acara wawancara dilakukan selama satu jam. 

Namun sebelum waktu satu jam itu habis, si pewawancara merasa bosan atau telah kehabisan pertanyaan. Ketika hal itu terjadi, bisa saja si pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sangat aneh, bahkan terkesan tidak relevan.

Misalnya, tiba-tiba si pewawancara menanyakan, “Buah apa yang Anda sukai? Kalau Anda kebetulan menjadi buah itu, apa yang akan Anda lakukan?”

Ketika kita dihadapkan pada pertanyaan semacam itu, jawab saja dengan santai, kalau perlu panjang lebar sesuai dengan ide apapun yang melintas dalam benak kita. Kali ini kita tak perlu takut membuat si pewawancara menjadi bosan dengan jawaban kita (karena dia memang sudah bosan, karenanya mengajukan pertanyaan semacam itu). 

Yang perlu diingat hanyalah agar kita menjawabnya dengan menyiratkan karakter yang kuat dan ulet dan penuh semangat. Perusahaan manapun selalu menyukai jenis orang seperti itu.

Nah, selain mengajukan pertanyaan yang aneh atau konyol seperti di atas, ada kalanya pula acara wawancara ditujukan untuk melihat kemampuan seorang pelamar kerja dalam menghadapi dan menangani berbagai kondisi yang terjadi. Ini berhubungan dengan sikap. 

Karena tujuannya untuk melihat sikap yang akan kita ambil atau apa yang akan kita lakukan, maka biasanya si pewawancara akan nampak lebih aneh lagi. Bisa saja kita telah masuk ke ruang acara wawancara, namun si pewawancara malah terlihat acuh tak acuh dengan kehadiran kita. 

Bukannya menyambut kedatangan kita dengan sopan, dia malah mengambil koran dan kemudian asyik membacanya tanpa menghiraukan kedatangan kita. Atau, bisa pula dia bersikap seolah-olah kita tak ada di ruangan itu dan kemudian dia pura-pura asyik berkirim SMS dengan temannya, dan itu berlangsung sampai cukup lama.

Ketika kita dihadapkan pada situasi dan kondisi seperti ini, tetaplah tenang dan sadarilah bahwa ini hanyalah trik dari bagian wawancara. Jadi kita tak perlu merasa sakit hati. Sekali lagi, tetaplah tenang, dan tunjukkan sikap yang sopan sekaligus profesional. 

Setelah menunggu sejenak dan si pewawancara tidak juga menunjukkan tanda-tanda kalau dia akan memulai percakapan dengan kita, katakanlah kepadanya (dengan sopan dan sikap profesional), “Saya datang ke sini untuk panggilan wawancara kerja, dan saya ingin menjelaskan kepada Anda mengenai hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk menerima lamaran saya.”

Selain sikap-sikap di atas dan mungkin sikap-sikap aneh lainnya, bisa pula si pewawancara kemudian menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang cenderung menyudutkan kita, atau melakukan bantahan-bantahan dengan cara menjengkelkan terhadap apapun yang kita berikan sebagai jawaban.

Sekali lagi, tetaplah tenang, santai dan jangan terpengaruh dengan sikapnya itu. Itu hanya trik untuk melihat bagaimana respon dan sikap kita dalam menghadapinya, karenanya jangan kemudian menjadi emosi karenanya. Hadapi saja dengan tetap tenang, dan jawablah secara sopan dan profesional.

Yang paling penting, ingatlah selalu bahwa ini hanyalah ‘acara wawancara’, dan bukan ‘kejadian sebenarnya’. Situasi yang mungkin tidak mengenakkan pada waktu itu tidak akan berlangsung lama. 

Jika waktu wawancara telah berakhir, maka situasi itu pun akan berakhir, dan kita bisa keluar dari sana. Dan kalau kita bisa tetap tenang dan menunjukkan sikap yang positif selama segalanya terjadi, bisa saja kita keluar dari sana dengan membawa harapan yang positif, yakni diterimanya kita bekerja di perusahaan tersebut.

Related

Tips 7646163592863139628

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item