Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Menghadapi Tes Wawancara Kerja (Bagian 2)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Saat Menghadapi Tes Wawancara Kerja - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Sebenarnya, tes wawancara dapat dihadapi secara baik, apabila kita telah melakukan persiapan yang benar-benar matang. Persiapan yang pertama dan terutama tentu saja adalah pengetahuan kita menyangkut pekerjaan yang kita lamar tersebut. 

Kita harus benar-benar mempelajari sedalam-dalamnya tentang materi pekerjaan itu, kalau bisa selengkap-lengkapnya, agar kita memiliki bahan yang cukup untuk menghadapi sesi wawancara. Karena, tentu saja wawancara kerja diadakan salah satunya adalah untuk membahas tentang pekerjaan (yang akan diberikan atau yang kita lamar itu).

Selain pertanyaan mengenai pekerjaan, biasanya akan ada pula pertanyaan mengenai perusahaan yang kita lamar tersebut. Misalnya, apa yang kita ketahui tentang perusahaan itu, mengapa kita melamar pekerjaan ke perusahaan itu, dan pertanyaan-pertanyaan lain semacamnya. 

Di sini, kita juga membutuhkan pengetahuan yang cukup tentang objek tersebut, dan kita bisa menggalinya dengan cara menanyakannya pada orang-orang yang telah bekerja di sana, mencari informasinya di koran, di internet, ataupun dengan menanyakannya pada orang-orang yang sekiranya tahu tentang perusahaan itu.

Setelah kita yakin telah mempelajari begitu banyak hal menyangkut pekerjaan sekaligus juga perusahaan tersebut dan kita yakin atas pengetahuan yang telah kita serap, kita pun akan jadi punya semacam pegangan dalam menghadapi wawancara tersebut. Ini akan menimbulkan semacam perasaan percaya diri dibanding apabila kita tidak punya persiapan sama sekali, atau hanya mempersiapkannya secara minim.

Dengan adanya rasa percaya diri ini, kita akan sedikit banyak terbantu dalam menghadapi wawancara dan orang yang akan mewawancarai kita. Rasa percaya diri itu pula yang akan mengurangi tingkat kegugupan kita saat wawancara itu terjadi, sehingga kita dapat meminimalisir kesalahan atau hal lain yang negatif. 

Jadi, kunci paling penting dalam menghadapi wawancara kerja adalah pengetahuan yang cukup mengenai jenis pekerjaan yang kita lamar tersebut. Seraplah, pelajarilah, ingatlah dan terus pelajarilah hal tersebut hingga kita merasa menyatu dengannya. 

Nah, kadang-kadang, kita sudah merasa siap dengan semua pengetahuan yang kita miliki mengenai pekerjaan tersebut dan kita telah merasa cukup yakin dengan semua yang kita pelajari itu. Namun, ketika menghadapi acara wawancaranya, kita jadi gugup dan tiba-tiba saja semua yang kita pelajari itu seolah-olah menguap dari otak kita. 

Kasus semacam ini biasa terjadi, khususnya bagi orang-orang yang baru pertama kali menghadapi acara wawancara kerja, atau pada orang yang mudah gugup ketika menghadapi orang yang belum dikenal. Bagaimana menghadapi hal ini?

Kegugupan atau rasa gugup biasanya terjadi karena (disadari atau tidak) kita tegang. Perasaan kita tegang dalam menghadapi acara itu, dan akibatnya konsentrasi kita menjadi buyar, sehingga semua yang telah masuk ke dalam otak jadi seakan hilang. Kuncinya adalah dengan mengurangi ketegangan itu. Rileks-lah. Santai. Hadapi acara wawancara itu dengan perasaan yang rileks. Anggap saja ini acara ngobrol-ngobrol biasa yang tak perlu ditakuti.

Oh, mungkin kita bisa saja mengatakan, “Ah, teorinya sih gampang. Santai. Rileks. Tapi begitu itu terjadi, semua teori itu jadi tidak terbayang karena perasaan gugup. Apalagi untuk rileks!”

Jangan buru-buru panik. Perasaan rileks atau santai dalam menghadapi acara wawancara itu tidak perlu diciptakan secara tiba-tiba seperti itu. Dan cara untuk melatih perasaan rileks semacam itu adalah dengan berlatih wawancara dengan teman atau sahabat kita sebelumnya. 

Mintalah teman atau orang yang sekiranya mampu untuk diajak berlatih acara wawancara, dengan dia sebagai pihak pewawancaranya. Buatlah sesi tanya-jawab tentang pekerjaan, dan biarkan orang itu menanyakan apapun yang ingin ia tanyakan (menyangkut pekerjaan) dan kita akan menjawabnya.

Dengan sering melatih diri seperti ini, maka tensi kegugupan saat akan menghadapi acara wawancara yang sebenarnya akan banyak terkurangi. Lebih bagus lagi kalau acara latihan wawancara itu dilakukan dengan teman yang juga tengah melamar kerja dan juga akan menghadapi acara wawancara. Jadi sekalian bisa berlatih bersama. Semakin sering kita melatih diri semacam itu, hari H wawancara pun tak jadi begitu menakutkan lagi karena setidaknya kita telah menguasai simulasinya.

Related

Tips 3047568199668097245

Recent

item