Ini 5 Fase Jatuh Bangunnya Kehidupan yang Biasa Terjadi Pada Setiap Orang


Naviri Magazine - Kehidupan memang tak pernah bisa diprediksi secara pasti. Mungkin hari ini kita suka suatu hal, akan tetapi besoknya ada saja alasan yang menyebabkan jadi ragu bahkan tak suka lagi. 

Begitupun sebaliknya, kadang kita membenci suatu hal, namun ternyata hal itu adalah takdir hidup kita. Itulah yang dinamakan dengan perjalanan hidup. Penasaran apa saja fase-fase dalam jatuh bangunnya sebuah kehidupan? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

1. Fase semangat yang membara

Pada saat memulai hal baru yang sudah kamu targetkan, rasanya sangat bersemangat. Bahkan hal baru itu telah kamu rencanakan jauh-jauh hari, pastinya semangatmu sangat membara saat mulai menjalaninya.

Pada fase bersemangat inilah awal dari sebuah pilihan hidup. Yang mana dengan adanya semangat yang membara mampu membuat segala sesuatunya jadi 'baik-baik saja' tanpa adanya masalah dalam pikiranmu.

2. Fase terkunci keadaan

Lalu masuk pada fase terkunci oleh keadaan, dimana kamu harus bertahan dalam situasi dan kondisi yang tak kamu sukai. Mungkin saja sejak awal kamu tak menyukai suatu hal, tapi karena alasan tertentu kamu mencoba menjalaninya, hingga saat ini kamu benar-benar tak mampu lagi tapi terkunci oleh keadaan.

Bisa jadi juga awalnya kamu menyukai suatu hal dalam hidupmu, namun ketika dijalankan ternyata realitanya tak seindah ekspektasi. Begitu banyak permasalahan yang muncul satu per satu, hingga akhirnya kamu terkunci oleh pilihanmu sendiri. 

Lantas di mana letak semangat yang membara seperti fase pertama? Jawabannya, semangat itu telah habis masanya dan hilang begitu saja.

3. Fase berhenti dan merenung

Saking tak kuatnya atas suatu hal yang sedang kamu jalani, akhirnya kamu memutuskan untuk berhenti. Entah berhenti untuk sementara waktu atau untuk selamanya.

Sembari itu, kosongnya waktu akan kamu gunakan untuk merenungi apa yang telah terjadi serta apa yang akan terjadi nantinya. Pada fase ini kamu berusaha untuk melakukan evaluasi terhadap hidupmu. Tak hanya itu, kamu juga mulai membuat rencana baru untuk kehidupanmu supaya tak stagnan seperti saat ini.

4. Fase menemukan resolusi baru

Kali ini rencana baru telah tersusun rapi dalam sebuah resolusi hidup yang baru. Kamu mulai mencoba berbagai hal baru yang menarik. Mulai dari hal yang berkaitan dengan passion, sekadar minat, bahkan hal yang kamu benci sekalipun. 

Kemudian setelah merasakan nyaman atas suatu hal baru, kamu akan membentuknya sebagai suatu hal yang lebih matang lagi. Dalam hal ini matang bisa berupa meningkatnya rasa puas hingga berarti finansial.

5. Fase kompromi

Fase terakhir adalah kompromi untuk membandingkan mana yang benar-benar harus diambil sebagai takdir hidupmu. Mungkin saja kamu tertarik suatu hal baru dan sudah tak menyukai aktivitas lamamu. Akan tetapi dalam kenyataannya, kamu tak bisa memilih hal baru yang kamu sukai, mungkin bisa jadi karena faktor finansial yang tak mendukung.

Ataupun atas suatu hal kamu harus menjalani hal lama yang sudah tak kamu sukai jika mau mendapatkan hal baru yang menyenangkan. Berbagai alasan lainnya akan selalu datang sebagai wujud tanggung jawab atas keputusanmu terhadap hal baru yang kamu pilih, dan di sinilah saat kamu harus berkompromi dengan keadaan.

Dengan memahami segala yang kita mau, maka saat menjalaninya akan terasa lebih mudah. Namun, hidup bukan cuma tentang yang kita mau tapi juga tentang tuntutan tanggung jawab ataupun kewajiban. Jadi, usahakan untuk membuat keputusan dengan mengimbangi antara yang kamu suka dengan keadaan yang mendukung.

Related

Inspiration 1934284120181382674

Recent

item