Instagram Ternyata Mempengaruhi Kepercayaan Diri Perempuan, Ini Saran Pakar Kecantikan


Naviri Magazine - Filter, Facetune, dengan teknologi AI atau augmented-reality, dapat mengubah bentuk muka kita menjadi lebih bersinar dan cantik. Tapi apa dampaknya bagi kepercayaan diri dan kesehatan mental kita?

“Haruskah saya melakukan operasi plastik? Atau injeksi bibir?” adalah pertanyaan yang sering kita dengar dari teman perempuan yang menggunakan filter kecantikan di media sosial. Sebenarnya banyak orang juga yang malah mencibir satu sama lain secara diam-diam saat orang lain menggunakan filter instagram. 

Jika kita menghabiskan waktu yang lama untuk memandangi influencer dan selebriti yang menggunakan filter, kita pasti tidak secara langsung membandingkan bentuk wajah, mata, bahkan bibir kita dengan mereka. Seakan perempuan tidak akan pernah puas dengan bentuk tubuh dan wajahnya, dan siklus ini akan terus berulang.

Hal ini membuat kita lebih mudah membandingkan penampilan dengan orang sekitar. Banyak yang mengatakan kehidupan di sosial media adalah kehidupan yang semu. Misalnya penggunaan filter wajah jelas berdampak pada rasa percayaan diri seorang perempuan. 

“Ada hubungan kuat antara penggunaan media sosial dan masalah psikologis,” kata Peace Amadi, PsyD, seorang profesor psikologi di Hope International University di California. 

"Instagram telah dikaitkan dengan kecemasan dan gejala depresi, tetapi juga dengan kekhawatiran seperti kecemasan terkait penampilan fisik, peningkatan ketidakpuasan tubuh, dan harga diri yang lebih rendah." 

Dan sekarang setelah banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di platform ini, "kami dapat berasumsi bahwa kekhawatiran ini tidak hanya tetap ada, tetapi juga meningkat," kata Amadi. 

Perusahaan induk Facetune, Lightricks, melaporkan bahwa saat jarak sosial dimulai, penggunaan aplikasinya meningkat 20 persen. Plus, orang menghabiskan lebih dari 25 persen lebih banyak waktu daripada biasanya untuk mengedit video mereka. Itu di atas pengaruh Facetune yang sudah sangat besar. 

Bahkan jika Anda tidak mau membayar $ 3,99 untuk Facetune, Anda mungkin salah satu dari 1 miliaran orang yang menggunakan penyempurna wajah bawaan di Facebook, Instagram, Messenger, dan portal sosial media lainnya.

Kebanyakan orang hanya menggunakan filter untuk bersenang-senang. Jika kalian merasa tidak percaya diri atau sampai ingin melakukan tindakan untuk mengubah tampilan, coba periksa beberapa hal dalam diri kalian. 

Tidak percaya diri ini bisa menuntun pada perasaan ‘insecurity’, dan lebih parahnya lagi jika sampai mengalami Body Dysmorphic Disorder (BDD). Penyakit mental dengan gejala fokus obsesif pada kekurangan yang menurut penderita ada pada penampilannya. Cacat yang ada mungkin sedikit atau hanya dugaan, tetapi penderitanya dapat menghabiskan berjam-jam setiap hari untuk memperbaikinya.

Dia mungkin mencoba banyak prosedur kosmetik atau berolahraga secara berlebihan. Orang dengan gangguan ini mungkin sering memeriksa penampilan mereka di cermin, terus-menerus membandingkan penampilan mereka dengan orang lain, dan menghindari situasi sosial atau foto. Perawatannya mungkin termasuk konseling dan obat antidepresan.

Dilansir dari women health, ini beberapa pertanyaan atau bahan untuk introspeksi diri sebelum mengambil tindakan atau berpikir untuk mengubah bentuk tubuh, dari Myla Bennett Powell, MD, seorang ahli bedah plastik di daerah Atlanta, Katharine Phillips, MD, seorang profesor psikiatri di NewYork-Presbyterian, dan pakar lainnya. 

Apa masalah yang ada di wajah Anda? Pertanyaan ini menggiring opini bahwa semua orang ingin tampil maksimal di depan banyak orang. Tapi alasan itu tidak cukup untuk memenuhi persyaratan bedah plastik. Myla Powell mengingatkan banyak pasiennya untuk tidak melakukan tindakan hanya untuk menyenangkan orang lain, 

“Saya tidak senang melihat wanita memisahkan diri dan merendahkan harga diri mereka dengan membandingkan diri mereka dengan gambar yang mereka lihat di Instagram yang sering terjadi.

“Jadi jika saya melihat petunjuk tentang sesuatu yang perlu ditangani dengan terapis terlebih dahulu, saya tidak akan melanjutkan, terutama jika mereka masih muda." 

Kenali dahulu tujuan Anda dan apa yang ada rasakan. Hanya karena Anda dapat melakukan prosedur bukan berarti Anda harus melakukannya. Cobalah menetralkan perasaan sebaik mungkin. 

Banyak wanita melewati seseorang yang mereka anggap lebih baik dari mereka. Ini seperti mereka melihat melalui cermin yang retak. Jika Anda memodifikasi fisik berdasarkan gambar terdistorsi yang Anda lihat, itu adalah masalah besar. Kecantikan itu dari dalam. Sebelum membenahi fisik, Anda perlu tahu siapa diri Anda sebelum Anda menguasai bagian luar. 

Orang-orang akan datang kepada dermatologist atau ahli bedah plastik, terutama wanita berusia 40-an, dan berkata, 'Sudah waktunya bagi saya untuk menjaga diri sendiri.' 

Hal pertama yang Anda pikirkan ketika Anda merawat diri sendiri bukanlah secara fisik. Hal ini sering terjadi setelah seseorang mengalami perpisahan yang buruk atau perceraian, dan merasa perlu menyelesaikan sesuatu dengan mengubah penampilan. Kita harus memasukkan energi positif itu ke dalam diri kita terlebih dahulu.

Hal terpenting adalah mencintai diri sendiri dahulu sebelum berniat mengubah penampilan. Jika memang sosial media membuat Anda semakin tidak percaya diri, hentikan hal itu dan fokus dengan menghabiskan waktu untuk merawat diri. Orang akan lebih menghargai Anda, saat Anda mencintai diri sendiri.

Related

Internet 7940353876750574867

Recent

item