Jangan Buru-buru, Ini Panduan Penting Sebelum Memutuskan Berinvestasi (Bagian 2)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Jangan Buru-buru, Ini Panduan Penting Sebelum Memutuskan Berinvestasi - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Awali secara bijaksana

Mungkin kita mengenal investor hebat bernama Warren Buffet yang mendapatkan hasil milyaran dolar dalam usaha investasinya, dan kita pun mungkin ingin meniru dirinya. 

Namun jangan gegabah dan jangan terburu-buru. Tentu saja kita bukan Warren Buffet, khususnya lagi kalau kita baru akan mulai belajar dalam dunia investasi ini. Karenanya, ketika memutuskan untuk terjun dalam dunia investasi, awalilah secara bijaksana.

Seorang pakar investasi menyatakan bahwa kemungkinan kerugian dibanding keuntungan bagi investor pemula adalah 75:25. Artinya, kemungkinan kerugiannya masih lebih besar (tiga kali lipat) dibanding kemungkinan keuntungannya. Mengapa? 

Karena para investor pemula masih memerlukan tahap pembelajaran dalam dunia ini, untuk dapat mengenali ‘medan’ secara lebih baik dan menentukan pilihan investasi yang benar-benar menguntungkan.

Karenanya, sekali lagi, awalilah dengan bijaksana ketika kita akan memutuskan untuk masuk dalam dunia investasi ini. Khususnya lagi kalau kita menggunakan uang untuk investasi itu dari hasil kerja kita sebagai karyawan. Ketika memperoleh kerugian, kita pun akan kehilangan uang kita dan harus bekerja kembali untuk dapat memilikinya.

Selain itu, pada awal berinvestasi sebaiknya memilih jenis investasi yang tidak terlalu berisiko sehingga kemungkinan kerugiannya dapat ditekan. Terakhir, jangan terburu-buru meyakini suatu jenis investasi tertentu dan kemudian menggunakan seluruh uang yang kita miliki untuk berinvestasi dalam satu bidang tersebut. Karena jika terjadi kerugian, maka kita akan kehilangan seluruh uang kita.

Hindari investasi yang impulsif

Karena masih pemula dan menginginkan pengetahuan mengenai investasi jenis apa yang bisa diambil, kita pun tidak jarang mengikuti suatu acara presentasi tertentu yang membahas soal investasi tertentu. 

Biasanya, presentasi investasi seperti ini sangat menarik karena dibuat secara profesional, dan hasilnya adalah orang-orang yang mengikuti presentasi itu pun akan menjadi langsung tertarik dengan program investasi yang ditawarkan. Apalagi kalau presentasi itu juga menunjukkan orang-orang tertentu yang telah terbukti berhasil dalam program investasi tersebut.

Namun ketika dorongan untuk berinvestasi pada jenis tersebut muncul karena ‘terprovokasi’ oleh acara presentasi itu, maka biasanya dorongan itu pun menjadi dorongan yang impulsif, dan akibatnya tindakan kita dalam berinvestasi juga menjadi tindakan yang bersifat impulsif (tanpa pemikiran yang matang, semata-mata karena dorongan hati atau spontanitas).

Sebisa mungkin hindari investasi yang impulsif semacam itu, karena tidak jarang investasi yang dilakukan karena dorongan spontanitas ini hanya akan mendatangkan penyesalan di belakang. 

Ketika kita telah terburu-buru menanamkan sejumlah uang dalam jenis investasi itu dan kemudian kita merasa ragu, lalu mencoba menarik kembali uang kita, maka yang biasanya terjadi adalah akan adanya sejumlah pemotongan untuk biaya-biaya tertentu, atau kalau lebih parah; uang kita akan hilang sama sekali. 

Sebaiknya, tundalah dulu beberapa hari sejak saat presentasi itu untuk memberikan waktu pada diri kita sendiri untuk memikirkannya secara matang terlebih dulu sebelum memutuskan untuk mengambil jenis investasi tersebut. Setelah kita yakin dengan investasi yang dipaparkan dalam acara presentasi itu dan kita telah menakar hasil keuntungan / kerugiannya dengan matang dan telah mantap untuk mengambilnya, maka kita pun bisa memutuskan untuk menanamkan uang dalam investasi tersebut.

Jangan taruh telur di satu tempat

Inilah jargon atau semboyan paling terkenal dalam dunia investasi, “Jangan menaruh telur di satu keranjang”. Bahasa ilmiahnya adalah ‘diversifikasi’. 

Artinya, sebaiknya kita tidak memusatkan dana yang kita miliki hanya dalam satu bentuk atau satu jenis investasi saja, namun memecahnya atau menaruhnya dalam beberapa jenis investasi. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi risiko kerugian; agar jika satu ‘telur’ yang kita miliki pecah, kita bisa berharap ‘telur’ yang lainnya selamat.
 
Diversifikasi atau memecah dana dalam beberapa jenis investasi yang berbeda memang tidak selamanya memaksimalkan keuntungan, namun juga dapat menekan angka kerugian. Jika di satu jenis investasi kita merugi, maka kerugian itu bisa tertutup pada jenis investasi lain yang juga kita miliki. 

Investasi yang terkonsentrasi pada satu jenis investasi memang terkadang dapat memberikan keuntungan besar jika jenis investasi itu memang menguntungkan. Namun jika ternyata jenis investasi yang kita pilih itu keliru dan malah merugikan, maka diversifikasi akan menyelamatkan keliruan kita.

Related

Tips 1622977591818469633

Recent

item