Mau Bangun Rumah? Ini Perbedaan Antara Kontraktor dan Pemborong


Naviri Magazine - Dalam pelaksanaan proyek pembangunan, tentu dibutuhkan jasa untuk membantu merampungkannya. Jasa tersebut adalah jasa kontraktor dan pemborong.

Masyarakat kadang bingung atau keliru membedakan mana kontraktor dan mana pemborong, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Di antaranya:

1. Badan hukum

Kontraktor merupakan perusahaan atau badan hukum yang memiliki izin usaha yang legal, sehingga jika ada yang salah atau kerugian, pemilik proyek dapat menuntut atas nama hukum. 

Sedangkan pemborong merupakan usaha individu yang tidak memiliki izin legal, sehingga ketika ada kesalahan atau kerugian, pemilik proyek tidak dapat menuntut atas nama hukum.

2. Skala proyek

Kontraktor biasanya mengerjakan proyek-proyek besar seperti gedung tinggi, jalan, jembatan hingga bandara, walaupun kontraktor juga bisa mengerjakan proyek kecil seperti rumah, hingga tersedia juga kontraktor rumah. 

Sedangkan pemborong tidak dapat mengerjakan proyek besar. Pemborong hanya mampu mengerjakan proyek-proyek kecil.

3. Sistem pembayaran

Sistem pembayaran kontraktor terdiri dalam dua jenis. Yaitu pembayaran termin dan cost and free. Sistem pembayaran termin biasanya merupakan sistem pembayaran dengan empat kali pembayaran sesuai dengan progres proyek. 

Sedangkan sistem pembayaran cost and free merupakan sistem pembayaran total langsung, di mana kontraktor yang menanggung semuanya, dari material hingga pekerja, dengan total biaya yang telah dihitung dan disepekati sebelumnya.

Sistem pembayaran pemborong juga terdiri dari dua jenis, yaitu pembayaran harian dan borongan. Sistem pembayaran harian adalah sistem membayar pekerja per hari, sedangkan sistem pembayaran borongan adalah sistem membayar pekerja sekaligus sampai proyek selesai.

Pemborong juga dapat turut berpartisipasi dalam pembelian material proyek, tergantung kesepakatan dengan pemilik proyek.

Related

Property 8091961731761910755

Recent

item