Mengapa Ghosting Dianggap Menyakitkan? Ini 5 Alasannya


Naviri Magazine - Kamu berpacaran datau dekat dengan seseorang, semuanya tampak berjalan lancar, lalu tiba-tiba dia pergi tanpa jejak. Dia tidak menjawab panggilan telepon dan bertindak seolah-olah kamu tidak pernah ada. Fenomena tersebut, seperti yang kita ketahui, disebut ghosting. 

Melansir She Said, ilmuwan sosial dan psikolog setuju bahwa ghosting adalah salah satu cara menyakitkan untuk mencampakkan seseorang. Penelitian telah menunjukkan orang-orang jadi lebih mudah marah ketika di-ghosting daripada diberi tahu langsung bahwa hubungan itu harus diselesaikan. Lebih lanjut, berikut alasan mengapa ghosting itu menyakitkan.

1. Cara Halus untuk Mengatakan Kamu Tidak Layak Berdiskusi

Mengatakan keinginan putus secara langsung adalah cara terhormat untuk menyelesaikan sebuah hubungan. Jika kamu memiliki hati nurani, ketika kamu ingin putus, kamu akan berbicara dengan dia tentang mengapa hubungan kalian tidak akan berhasil.

Pada inti masalah, menolak untuk berbicara langsung dengan pasangan mengenai apa masalah yang dirasa, secara tidak langsung mengatakan bahwa dia tidak cukup baik untuk mendapatkan penjelasan. Tentu perlakuan itu sangat kejam.

2. Menghilangkan Kepercayaan Diri

Ketika pasangan membuat kamu ketakutan, itu artinya dia tidak cukup menghormati kamu. Ketika seseorang menunjukkan rasa tidak hormat yang besar setelah kamu memperlakukannya dengan baik, hal itu membuat kamu bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan diri kamu.

Meskipun secara logis kamu tahu bahwa ghosting adalah tanda kelemahannya untuk berkata jujur, terkadang sulit untuk tidak bertanya-tanya mengapa dia melakukannya.

3. Karena Terjadi Tiba-tiba, Membuat Korbannya Kehilangan Arah

Akan sedikit menyakitkan jika pasangan kamu memberi petunjuk bahwa hubungan kalian tidak akan berhasil. Namun, kebanyakan orang yang melakukan ghosting tidak ingin repot melakukan hal tersebut. 

Suatu pagi dia memulai hari dan memutuskan untuk menghilang. Tentu itu membuat kamu bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.

4. Membuat Korbannya Merasa Bodoh

Mengapa ghosting sangat menyakitkan? Ada sesuatu tentang menyadari bahwa di-ghosting membuat kamu merasa bodoh. Ketika kamu melihat-lihat ratusan pesan yang dikirimkan kepadanya untuk mencoba mencari tahu apa yang terjadi, itu membuat kamu terlihat bergantung padanya.

Mungkin itu karena kamu terlalu banyak berinvestasi perasaan kepadanya, atau kamu terlalu mengharapkan kesopanan darinya. Tetapi apa pun itu, cukup umum untuk merasa bodoh.

5. Trauma

Saat kamu mulai berpacaran dengan seseorang, kamu cenderung memiliki kepercayaan tak terucap bahwa dia akan memperlakukan kamu dengan cara tertentu. Hal ini termasuk keyakinan tak terucap bahwa dia masih bersedia untuk berada di sekitar kamu, atau setidaknya memberi penjelasan mengapa dia enggan melanjutkan hubungan.

Ghosting adalah perusak kepercayaan yang tidak terucapkan. Hal itu membuat kamu kurang percaya diri terhadap orang yang melakukan ghosting. Hal itu juga membuat kamu sulit membangun hubungan baru, karena kepercayaanmu pada orang mulai mengikis.

Related

Relationship 8323987940279158580

Recent

item