Panduan Berinvestasi dengan Deposito Premi dan Tips agar Untung (Bagian 1)


Naviri Magazine - Ingin berinvestasi deposito dalam bentuk yang berbeda? Deposito premi adalah salah satu pilihannya, karena deposito yang ini berbeda dengan bentuk deposito konvensional.

Salah satu investasi yang bisa dibilang tak memiliki risiko atau setidaknya minim risiko adalah deposito. Sangat jarang orang yang kehilangan uangnya ketika berinvestasi dalam bentuk deposito, meskipun tingkat keuntungannya juga tidak bisa dibilang besar. 

Sebagaimana dalam hal lain, investasi yang tak berisiko juga memberikan hasil yang tak terlalu menggiurkan. Namun ada bentuk deposito lain yang cukup menggiurkan, karena bentuk deposito ini menjanjikan tingkat keuntungan yang cukup besar. Namanya deposito premi. 

Bentuk deposito premi ini bukan hanya berbeda dalam bentuk setoran minimalnya, namun juga berbeda dalam tingkat bunganya. Yang jelas lebih tinggi dibanding jenis deposito biasa. 

Secara singkat, aturan main deposito premi ini adalah seperti ini; deposito terdiri atas dua mata uang yang telah ditetapkan dan disepakati oleh kedua belah pihak (bank dan deposan), dan pihak bank akan membayar dana pokok serta bunga pada saat jatuh tempo dari salah satu bentuk mata uang yang telah kita pilih.

Dua mata uang yang dimaksud dalam jenis deposito ini keduanya bisa mata uang asing (misalnya dolar Amerika dan yen Jepang) atau mata uang lokal dan mata uang asing (misalnya rupiah dan dolar Amerika). 

Salah satu dari kedua mata uang yang kita pilih tersebut akan dijadikan sebagai mata uang dasar, sedang mata uang satunya akan dijadikan sebagai mata uang alternatif. Penghitungan keuntungannya akan didasarkan pada fluktuasi (tingkat naik-turunnya) nilai tukar mata uang dasar maupun alternatif.

Jangka waktu yang bisa dipilih untuk deposito premi ini beragam; dua minggu, satu bulan, atau juga tiga bulan. Pada masa jatuh temponya, kita sebagai deposan bisa menerima kembali uang yang telah kita tanamkan dalam deposito premi tersebut, baik dalam mata uang dasar maupun mata uang alternatif.

Contoh konkritnya seperti ini; kita memasukkan uang sejumlah 50.000 dolar AS ke dalam deposito premi ini, dengan jangka waktu pilihan dua minggu. Kita memilih rupiah sebagai mata uang dasar, dan dolar AS sebagai mata uang alternatif. 

Dalam jangka waktu dua minggu tersebut, kita memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat terhadap dolar AS. Nah, saat itu, nilai rupiah di pasar berada pada posisi Rp. 14.000,- perdolar. Kita sebagai nasabah dan pihak bank telah bersepakat bahwa pada saat jatuh tempo nanti nilai rupiah tetap berada di tingkat tersebut dengan jumlah keuntungan deposito sebesar 22 persen.

Lalu dua minggu kemudian, apabila ternyata nilai tukar rupiah meningkat terhadap dolar dan menjadi Rp. 14.300,- perdolarnya, maka pihak bank akan membayar dengan mata uang dolar AS. Dengan perincian nilai pokok deposito sebesar 50.000 dolar AS, ditambah bunga sebesar 22 persen.

Tetapi, apabila dua minggu kemudian ternyata nilai tukar rupiah menurun terhadap dolar dan menjadi Rp. 13.800,- perdolarnya, maka pihak bank biasanya akan membayar dalam bentuk rupiah. 

Kita akan mendapatkan uang pokok deposito sejumlah 50.000 dolar AS ditambah bunga sebesar 22 persen dalam bentuk rupiah. Angka tersebut diperoleh dari konversi mata uang dolar AS dengan nilai tukar mata uang rupiah pada tingkat Rp. 13.800,-

Perhitungan di atas tentu saja cukup menggiurkan, khususnya apabila kita membandingkannya dengan bentuk deposito biasa. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk dapat mengikuti investasi jenis ini kita memerlukan dana yang cukup besar. Pihak bank yang menyelenggarakan jenis investasi ini biasanya menetapkan jumlah minimal 20.000 dolar AS untuk satu setoran deposito.

Bank-bank yang menyelenggarakan bentuk deposito ini pada mulanya dimulai oleh bank-bank asing. Berbeda dengan produk perbankan lainnya yang biasanya digencarkan dengan berbagai bentuk promosi yang atraktif, program ini bisa dibilang tak terlalu terkenal karena sepinya promosi. Mungkin karena memang program investasi ini lebih ditujukan pada kalangan terbatas.

Biasanya, ada tiga alasan yang menyebabkan seseorang tertarik dengan program investasi deposito ini. Alasan pertama adalah diversifikasi dalam melakukan investasi, alasan kedua adalah untuk memenuhi kewajiban atau kebutuhan dalam mata uang asing tertentu, dan alasan ketiga adalah untuk mendapatkan keuntungan yang cukup menarik dari program investasi.

Selain itu, yang perlu dicermati dari investasi deposito premi ini adalah; meskipun menjanjikan tingkat suku bunga yang tinggi, namun juga memiliki tingkat risiko yang tak bisa dibilang rendah. 

Baca lanjutannya: Panduan Berinvestasi dengan Deposito Premi dan Tips agar Untung (Bagian 2)

Related

Tips 5027714380361444073

Recent

item