Panduan Lengkap Memahami Pasar Modal dan Cara Berinvestasi Saham (Bagian 1)


Naviri Magazine - Investasi saham bukan hanya untuk orang kaya. Siapa pun juga bisa melakukannya, asal tahu cara dan aturan mainnya.

Banyak orang yang memiliki anggapan bahwa berinvestasi di pasar modal itu sangat rumit, perlu banyak perhitungan yang memusingkan, dan juga membutuhkan pendidikan khusus. Ada pula yang beranggapan bahwa permainan saham adalah permainan khusus milik orang-orang kaya. 

Kenyataannya, sesungguhnya, tidaklah seperti itu. Siapa saja dapat melakukan investasi di pasar modal, baik sopir, mahasiswa, ibu rumah tangga, atau siapapun, asalkan memiliki keberanian dalam berinvestasi dan keyakinan diri dalam menghadapi risiko.

Di dalam dunia investasi, modal yang kita miliki bisa disesuaikan dengan keragaman produk yang ditawarkan, karenanya kita tidak perlu buru-buru memvonis kalau kita tidak memiliki cukup uang. 

Hanya saja, sebisa mungkin uang yang kita gunakan untuk berinvestasi tersebut bukanlah uang yang khusus dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga atau kebutuhan sehari-hari. Maksudnya, sebisa mugkin uang yang digunakan untuk berinvestasi itu adalah uang yang memang sisa atau ‘uang dingin’ (uang yang tidak digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari).

Apabila kita hanya memiliki modal yang terbatas, maka salah satu pilihan berinvestasi yang baik adalah reksadana. Ini bisa menjadi awal yang baik dalam kita melakukan investasi, sebelum kemudian kita menerjunkan diri di pasar modal. 

Sedang untuk yang memiliki modal relatif besar tentunya memiliki pilihan yang juga lebih banyak, dari saham beserta derivatifnya, atau juga obligasi. Yang jelas, apapun ragam produk yang ada di pasar investasi dapat dilakukan oleh siapa saja.

Nah, pasar modal atau capital market adalah pasar yang difungsikan untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun dalam bentuk modal sendiri. Instrumen-instrumen yang diperjualbelikan di pasar modal ini meliputi saham, obligasi, obligasi koversi, dan berbagai produk turunan (derivatif) seperti opsi (baik opsi put ataupun opsi call).

Pasar modal memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu sebagai fungsi ekonomi dan juga fungsi keuangan. Dengan adanya pasar modal ini, maka perusahaan yang telah go public akan dapat memperoleh tambahan modal atau dana segar dari masyarakat melalui penjualan efek saham melalui prosedur penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) ataupun juga efek hutang atau obligasi. 

Di sisi lain, pasar modal juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan penghasilan  / imbalan atau return, sesuai dengan karakteristik program investasi yang dipilih.

Salah satu produk terkenal yang diperdagangkan di pasar modal adalah saham atau ekuitas. Keuntungan yang dapat kita peroleh dari jenis investasi ini adalah dividen dan capital gain. 

Dividen adalah keuntungan yang diberikan oleh pihak perusahaan yang menerbitkan saham atas keuntungan yang diperoleh oleh pihak perusahaan. Biasanya dividen ini dibagikan setelah adanya persetujuan dari para pemegang saham dan dilakukan satu kali dalam setahun.

Contoh mudahnya seperti ini; kita membeli saham pada perusahaan A dengan harga saham perlembarnya Rp. 600,- dan kemudian menjualnya ketika harganya naik sehingga dapat memperoleh harga perlembar saham sebesar Rp. 1000,-. 

Dengan begitu, kita memperoleh keuntungan yang disebut sebagai capital gain sebesar Rp. 400,- perlembar sahamnya. Nah, umumnya, orang yang membeli saham dengan tujuan jangka pendek mengharapkan kentungan dari capital gain semacam itu.

Di dalam aktivitas jual-beli saham, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah karakteristik saham yang tergolong high risk-high return. Untuk saham-saham jenis ini memang menjanjikan keuntungan yang besar, namun juga memiliki tingkat risiko yang sama besarnya. 

Biasanya, yang menjadikan menarik minat adalah bahwa saham-saham jenis ini menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat (karena harapan akan ada kenaikan harga menyangkut saham tersebut). Namun jika perkiraan tesebut meleset, dimana harga sahamnya justru menurun akibat fluktuasi harga saham, maka orang yang membeli saham jenis itu pun bisa mengalami kerugian besar dalam waktu yang sama singkatnya.

Karenanya, apabila kita masih terhitung baru dalam arena bermain saham ini, yang perlu diperhatikan adalah memilih saham-saham yang memiliki tingkat risiko kecil, meskipun juga mungkin hanya memberikan tingkat pengembalian yang sama kecilnya. 

Yang dapat dijadikan patokan rumusannya adalah; pilihlah saham yang memiliki tingkat risiko sebesar kita dapat menanggungnya. Jadi, kenali risikonya terlebih dulu, lalu tanyakan pada diri sendiri apakah akan sanggup menerima jika risikonya itu terjadi. Jika jawabannya ‘ya’ dan kita yakin akan hal itu, maka kita pun bisa mengambil (membeli) saham tersebut.

Baca lanjutannya: Panduan Lengkap Memahami Pasar Modal dan Cara Berinvestasi Saham (Bagian 2)

Related

Money 3367724268024726448

Recent

item