Pura-pura Bahagia Kadang Justru Membuat Kita Makin Tak Bahagia


Naviri Magazine - Jujur terhadap perasaan yang dimiliki diri sendiri adalah sebuah keharusan. Namun kebanyakan orang kadang memilih untuk membohongi diri sendiri dengan berpura-pura bahagia, padahal hatinya sedang sakit. Apakah kamu pernah melakukan hal semacam itu?

Jika iya, cepat-cepat berhenti mulai dari sekarang. Percayalah bahwa ada banyak hal buruk yang akan didapat jika kamu senantiasa memaksa diri untuk tetap berbahagia meskipun kenyataannya tidak seperti itu. Untuk penjelasan terkait hal buruk apa saja yang dimaksud, simak pembahasannya berikut ini.

1. Kamu akan terbiasa membohongi perasaan diri sendiri

Hal pertama yang akan didapat jika terlalu sering berpura-pura bahagia adalah kamu bakal terbiasa membohongi perasaan diri sendiri. Kamu pasti akan terus-terusan menutupi kesedihan dengan rasa senang, demi terlihat baik-baik saja di mata orang lain. Dengan melakukan hal semacam itu, kamu akan terus tenggelam dalam kepura-puraan.

2. Kamu akan memiliki standar bahagia atas dasar omongan orang lain

Seseorang yang berpura-pura bahagia cenderung memiliki standar bahagia atas dasar omongan orang lain. Kamu akan haus pengakuan yang menyebutkan bahwa hatimu sungguh kuat. Apakah kamu yakin ingin tetap hidup semacam itu?

Ingatlah bahwa sejatinya kamu bisa menentukan kebahagiaan sesuai versimu sendiri. Mulai sekarang cobalah untuk berhenti menggantungkan kebahagiaan atas dasar pengakuan orang lain, agar kebiasaan pura-pura bahagia bisa hilang.

3. Kamu akan sulit menerima kenyataan

Orang yang suka berpura-pura bahagia cenderung sulit menerima kenyataan. Hal itu karena kamu terus-terusan memaksa untuk tetap tersenyum meskipun hati sedang hancur. Ingatlah bahwa terkadang kamu perlu menerima keadaan secara ikhlas. It's okay to not be okay, guys!

4. Kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan sejati

Sebelumnya telah disebutkan bahwa setiap orang berhak merasakan kebahagiaan sesuai versinya sendiri. Memaksakan diri untuk tetap bahagia meskipun hati sedang hancur merupakan salah satu langkah blunder yang harus dijauhi.

Hal itu karena kamu tak akan mendapatkan kebahagiaan sejati sebab kepura-puraan yang ada. Cobalah untuk lebih jujur kepada diri sendiri dengan cara mau mengekspresikan kesedihan jika hati sedang tidak baik-baik saja.

5. Orang lain tidak akan menghargai perasaanmu

Ketika kamu berlagak jadi manusia kuat, orang lain akan menganggapmu memiliki hati yang tangguh. Mereka tidak akan segan-segan untuk menyakiti hatimu meskipun itu konteksnya guyonan semata.

Hal itu dilakukan sebab mereka menyadari bahwa kamu tidak akan baper meskipun sedang diganggu. Padahal setiap orang pasti punya kapasitas hati yang berbeda-beda, tidak terkecuali dirimu.

Dari kelima dampak buruk di atas dapat disimpulkan bahwa memaksa diri untuk tetap tersenyum merupakan hal yang buruk. Ingatlah bahwa terkadang kamu perlu jujur kepada diri sendiri agar kedamaian hati tercipta.

Related

Psychology 3809649067262458686

Recent

item