Seberapa Besar Terompet Malaikat Isrofil yang Akan Ditiup di Hari Kiamat?


Naviri Magazine - Sebelum mengkaji seberapa besar terompet yang akan ditiup Malaikat Israfil, terlebih dulu marilah kita bahas apa makna terompet yang disebutkan pada beberapa ayat Al Qur’an. 

Dalam sejarah manusia, khususnya zaman kerajaan, terompet sering digunakan sebagai alat untuk pengumuman tentang sesuatu hal dari Sang Raja atau juga untuk memberikan tanda bahwa para pengawal kerajaan untuk berkumpul. Demikian juga Kerajaan Allah yang meliputi seluruh alam semesta dan ciptaannya. 

Ketika Hari Akhir saatnya tiba, maka terompet akan ditiup oleh Malaikat Israfil untuk pertama kalinya. Kemudian, ketika Allah akan mengumpulkan dan menghidupkan kembali seluruh manusia untuk menghadapi pengadilan Allah, terompet juga ditiup untuk kedua kalinya.

Para ilmuwan telah meneliti dan memikirkan keberadaan alam semesta ini, dari mengamati bumi beserta isinya, termasuk diri manusia, sampai benda-benda di luar angkasa, bahkan sampai memprediksi bentuk alam semesta.

Pada awalnya, para ilmuan memprediksi bahwa bentuk alam semesta adalah datar atau flat. Kemudian ilmuwan dari Inggris memprediksi lagi bahwa bentuk alam semesta seperti bola sepak. 

Prediksi bentuk alam semesta seperti bola sepak sebenarnya sebuah perkiraan yang bagus sebagai bagian dari teori alam semesta yang terbatas (finite universe theory). Akan tetapi berdasarkan data-data terbaru, khususnya tentang “background radiation” yang dikumpulkan para ilmuwan, tidak mendukung prediksi tersebut teori tersebut. 

Dengan data-data terbaru yang dikumpulkan sebuah alat milik NASA bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob (WMAP)”, Profesor Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman, yang memimpin sekelompok ilmuwan mengajukan bentuk alam semesta yang sungguh mengejutkan. 

Profesor Steiner dan kelompoknya mengklaim bahwa alam semesta berbentuk seperti terompet. Bentuk ini cocok dengan hasil observasi (data yang dikumpulkan). Pada ujung depan terompet merupakan bagian alam semesta yang dapat diobservasi manusia (observable), dan semakin ke ujung belakang dari terompet tersebut adalah bagian alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable). 

Sekarang mari kita tengok salah satu ayat Al-Qur’an yang menyebutkan tentang terompet, misalnya QS An-Naml ayat 87:

“Dan pada hari (ketika) terompet ditiup, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (QS 27:87)

Apa yang bisa kita tafsirkan dari ayat tersebut? Jika hasil temuan para ilmuwan tersebut kita gunakan sebagai dasar untuk menafsirkan ayat itu, maka yang dimaksud terompet adalah alam semesta ini, yang bentuknya menyerupai terompet. 

Jadi ketika terompet (alam semesta dan seluruh isinya) ditiup oleh Malaikat Israfil untuk pertama kalinya, maka saat itulah berakhirnya kehidupan manusia, dan hancurnya alam yang fana ini, atau yang disebut sebagai Hari Akhir.

Dalam beberapa ayat lain, terompet akan ditiup untuk yang kedua kalinya, yang menandai dibangkitkannya manusia dari kematian untuk menghadapi pengadilan Allah, dan inilah yang dinamakan sebagai Hari Kebangkitan. 

Sebagai catatan, sebenarnya menurut Al Qur’an ada urutan kejadian berkenaan dengan hari akhir yang diawali dengan hancurnya alam semesta dan berakhirnya kehidupan dunia ini (dalam Al Qur’an salah satunya merujuk pada kata “as-saa’ah” atau waktu dimulainya kehidupan akhirat yang ditandai dengan ditiupnya terompet untuk yang pertama kalinya), yang diikuti dengan dibangkitkan dan dikumpulkannya manusia dari kematian (dalam Al Qur’an dikatakan dengan istilah “al-qiyaamah” atau hari kiamat yang ditandai dengan ditiupnya terompet untuk yang kedua kalinya) untuk mempertanggungjawabkan perbuatan selama di dunia (salah satu istilah yang dipakai di Al Qur’an “yaumul fashl” atau hari penentuan).

Wallaahu a’lam bish shawab.

Related

Science 6040573663497492198

Recent

item