Sejarah dan Asal Usul Uang hingga Digunakan Manusia Sedunia (Bagian 4)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Sejarah dan Asal Usul Uang hingga Digunakan Manusia Sedunia - Bagian 3). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Saking terkenalnya koin Roma ini, nama denarii menjadi terminologi umum dari “uang koin”, hingga akhirnya peradabaan Islam khalifah Arab mengadopsi namanya menjadi ‘dinar‘ yang sampai sekarang tetap menjadi mata uang Yordania, Irak, Serbia, Macedonia, Tunisia, dan beberapa negara lain.

Karena perputaran ekonomi di wilayah Roma sangat kuat, tentu barang produksi di wilayah Roma juga dikonsumsi di wilayah peradaban lain. Sebaliknya, barang produksi di wilayah lain seperti India, Arab, dan Tiongkok juga laku keras di Kerajaan Roma, karena daya beli masyarakat Roma terbilang tinggi. 

Di sinilah, peran saudagar/pedagang yang merantau ke wilayah memiliki peran penting pada universalitas uang dalam bentuk koin emas/perak di zaman klasik.

Peran para pedagang rantau (dan kekuatan Kerajaan Roma) itulah yang menyebabkan mata uang dalam bentuk koin emas/perak jadi semakin diterima secara universal ke seluruh belahan dunia, bahkan sampai sekarang. Sayangnya, tidak semua proses “persebaran” bentuk uang berupa emas dan perak dilakukan dengan pendekatan ekonomi dagang. 

Ketika Hernan Cortes (pelaut Spanyol) menjelajahi daratan Amerika Tengah pada tahun 1519, mereka sangat terkejut waktu melihat peradaban suku Aztec yang sangat “kaya” karena bergelimang emas.

Sebaliknya, suku Aztec justru heran kenapa orang-orang asing berkulit putih ini sangat terobsesi dengan metal kekuningan yang mereka anggap tidak berharga. Karena terisolasi dengan dunia luar, gagasan abstrak evolusi bentuk uang yang tidak harus memiliki nilai intrinsik belum terpikirkan oleh bangsa Aztec. 

Mata uang suku Aztec adalah biji cokelat, yang mereka anggap memiliki nilai intrinsik dan berlaku ‘universal’ bagi peradaban mereka saat itu. Sayangnya, perbedaan budaya dan cara komunikasi yang terlalu timpang tidak memungkinkan 2 kebudayaan ini (Aztec) dan budaya Barat untuk bekerja sama. Hasilnya adalah pembantaian besar-besaran suku Aztec oleh para penjelajah Spanyol untuk merebut emas dan dibawa ke Eropa.

Bentuk Uang di Dunia Modern

Penggunaan bentuk uang koin emas dan perak terus berlanjut, sampai akhirnya bentuk uang yang lebih praktis dapat direalisasikan seiring dengan terciptanya mesin cetak, yaitu bentuk uang kertas. 

Dalam bentuk kertas, uang jadi semakin mudah disimpan, ringan dibawa-bawa, dan murah untuk diproduksi. Peralihan uang koin ke kertas terjadi tidak serempak di seluruh dunia, dari mulai yang pertama di China (abad ke-7), Italia (abad ke-14), Amerika Serikat (abad ke-17).

Bentuk uang terakhir yang tercipta adalah yang berbentuk informasi digital. Seiring berkembangnya era digital sekarang, peradaban kita telah sampai pada titik dimana kepercayaan manusia akan konsep sangat tinggi sehingga bentuk uang tidak lagi perlu pembuktian secara fisik, tapi hanya berupa informasi digital. 

Di dunia modern, hampir semua transaksi adalah menggerakan data elektronik dari sebuah akun ke akun yang lain tanpa ada perpindahan barang fisik. Jadi kalau seluruh nasabah bank secara serentak mau ambil duitnya secara cash, hampir pasti bank tersebut tak akan punya cadangan cash sebanyak itu. Kita telah sampai pada era dimana nilai uang hanya ditentukan oleh nilai kepercayaan kolektif.

Itulah kekuatan dari gagasan abstrak manusia yang menciptakan konsep bernama uang, hingga berlaku secara universal. Itulah kekuatan uang sebagai pemersatu manusia, dari beragam budaya, agama, kepercayaan, filosofi, dan ideologi politik… (hampir) semuanya dipersatukan oleh satu hal, yaitu kepercayaan pada konsep uang. 

Kepercayaan kolektif secara abstrak inilah yang membuat jutaan bahkan milyaran manusia bisa bekerja sama secara efektif dari berbagai belahan dunia, walaupun tidak saling kenal satu sama lain. 

Di sisi lain, kebergantungan nilai uang terhadap kepercayaan kolektif juga yang menyebabkan kestabilan nilai mata uang sangat berkaitan erat dengan kondisi politik. Begitu iklim politik bergeser, kepercayaan kolektif terhadap otoritas yang menjamin nilai uang itu juga bergeser.

Related

Money 2062445757363875634

Recent

item