Ada Penjual Nasi Goreng Bawa HT, Siapa Sebenarnya Mereka? Ini Penjelasannya (Bagian 1)


Naviri Magazine - Hampir semua pengguna media sosial, terutama Twitter, kemungkinan telah melihat salah satu meme kocak sekaligus misterius, yang memperlihatkan penjual nasi goreng atau tukang bakso memegang handie talkie (HT). 

Biasanya foto yang diambil secara sembunyi-sembunyi itu diikuti dengan caption “kijang satu, ganti” atau “ninu-ninu”. Ini salah satu meme yang sampai sekarang tidak pernah mati di Tanah Air, alias jadi dead meme.

Faktor yang membuat banyak netizen Indonesia merasa meme ini tak lekang zaman, adalah unsur misterinya. Adanya tukang jualan makanan di kaki lima yang membawa HT, tentu pemandangan tak lazim yang bisa menimbulkan tanda tanya. Netizen jadi sering menduga, bahkan mungkin percaya, mereka merupakan intelijen aparat kepolisian, atau malah personel militer.

Alex Widodo mengaku sudah familiar dengan sebutan-sebutan seperti intel atau ‘cepu’ yang dilabelkan masyarakat. Ini lantaran dia aktif sebagai Ketua Pokdarkamtibmas di Kelurahan Grogol Utara, Jakarta Selatan. 

“Iya, banyak [yang menyebut intel]. Banyak seperti itu. Biasanya anak-anak muda,” kata Alex. “Kita biasa kan kalau malam libur, di jalan arteri ini kan sering buat trek [balap] liar, kita melintas aja, pakai seragam, mereka sudah bubar. ‘Ada cepu, ada cepu’ gitu.” Padahal, menurut dia, apa yang dikerjakannya bukanlah tugas mata-mata.

Pokdarkamtibmas adalah singkatan dari “Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat”. Ini merupakan organisasi yang porosnya ada pada keterlibatan warga sipil dalam menjaga wilayahnya. Untuk melakukan ini, mereka membekali diri dengan HT yang bisa dibawa ke mana saja, misalnya ketika sedang berjualan nasi goreng.

Alex menjelaskan, Pokdarkamtibmas sudah berdiri sejak 2005 dan sebenarnya ada di hampir seluruh daerah di Indonesia. Secara sederhana, tanggung jawab mereka adalah sebagai mitra kepolisian dalam mengamankan lingkungan sekitar tempat tinggal, dan menginformasikan kepada kantor polisi terdekat jika ada suatu peristiwa berbahaya.

Selain HT, warga yang menjadi anggota Pokdarkamtibmas juga diwajibkan memakai seragam khusus bila bertugas. Alex, misalnya, dia mengenakan salah satu seragam tersebut, lengkap dengan topinya. Di dada bagian kanan tertulis nama lengkapnya. HT miliknya juga diletakkan di atas meja, berjaga-jaga kalau ada informasi penting yang harus didengar.

“Misalnya, di wilayah A kelihatan banyak kerumunan nih, disinyalir akan mengadakan balap liar, tolong bantuan merapat. Teman-teman yang jauh merapat, kita pantau dulu, persuasif kita dekati,” kata Alex. “Andaikan mereka enggak bisa dibilangin, baru kita lapor ke polisi.”

Jika seseorang berminat bergabung dengan Pokdarkamtibmas, tidak terlalu banyak syarat yang harus dipenuhi. “Gampang aja ya. Jadi, berdomisili di wilayah kelurahan tersebut untuk mendapatkan KTA [Kartu Tanda Anggota], kemudian berusia 20 tahun ke atas. Yang jelas cinta NKRI, seperti itulah, sadar akan adanya ketertiban dan keamanan di wilayah,” urainya.

Di Kelurahan Grogol Utara ada 65 anggota Pokdarkamtibmas, tetapi tidak seluruhnya aktif. Ini karena mereka juga memiliki kesibukan masing-masing, sehingga keanggotaan yang bersifat sukarela tersebut tidak memberikan sanksi apapun bagi yang kesulitan berpartisipasi dalam apel atau acara lain.

Tapi bagi Jamal, kegiatan ini sudah seperti profesi utamanya. Sejak menjadi bagian dari organisasi itu pada 2008, dia mendedikasikan waktu dan uang untuk aktif di dalamnya. Supaya bisa memakai satu seragam dan topi Pokdarkamtimbas, Jamal sampai harus merogoh kocek sebesar Rp200 ribu dan Rp75 ribu. HT yang dia pakai berkomunikasi pun dibeli sendiri seharga Rp500 ribu.

“Seragam saya ada lebih dari 10,” kata Jamal sambil menunjukkan beberapa foto dirinya memakai seragam berbeda-beda dari ponsel pribadinya. Ini bukan perkara enteng bagi Jamal yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga keamanan di kawasan perumahan di Grogol Utara. Beruntung organisasinya memberikan keringanan bagi anggota yang kesusahan membayar tunai untuk bisa mencicil.

Baca lanjutannya: Ada Penjual Nasi Goreng Bawa HT, Siapa Sebenarnya Mereka? Ini Penjelasannya (Bagian 2)

Related

Indonesia 580801276205138490

Recent

item