Fakta di Balik Film X-Men Apocalypse yang Menuai Protes Tokoh Agama Hindu


Naviri Magazine - Trailer pertama film 'X-Men: Apocalypse' menuai banyak pujian dari para fans dan kritikus di seluruh dunia, berkat dialog yang menarik dan sinematografi yang memukau. Namun ternyata, tidak semua orang senang dengan apa yang diperlihatkan di trailer tersebut. Pasalnya, protes keras dilayangkan terhadap dialog yang dibawakan oleh sang musuh utama, Apocalypse.

Trailer pertama 'X-Men: Apocalypse' memicu kontroversi di India. Seorang pemuka agama Hindu merasa tersinggung dengan dialog yang dibawakan oleh musuh utama dalam film tersebut, yaitu Apocalypse, yang diperankan Isaac Oscar.

Dalam trailer tersebut, Apocalypse  berkata, " I have been called many things over many lifetimes - Ra, Krishna, Yahweh." Dialog di atas memperlihatkan bahwa Apocalypse ternyata adalah dewa Krishna yang merupakan dewa yang banyak dipuja umat Hindu. Entah disengaja atau tidak, kulit sang mutan pun dibuat mirip dengan warna kulit dewa Krishna.

Rajan Zed, salah satu pemuka agama Hindu, mengganggap penggunaan nama dewa (Krishna) dalam film tersebut telah menyakiti para pemeluk agama yang menyembah sang dewa.

Rajan berkata, "Menyepelekan penggunaan nama dewa Krishna, yang sangat dijunjung tinggi dalam agama Hindu, adalah tidak sopan dan mengganggu bagi para penganut agama. Dewa Krishna seharusnya dipuja di kuil dan tempat ibadah di rumah-rumah, bukan untuk dijadikan alat untuk memuaskan keserakahan para pembuat film."

Selain itu, Rajan Zed juga meminta sang sutradara, Bryan Singer, untuk menghilangkan dialog dan segala hal yang berhubungan dengan dewa Krishna pada trailer dan film 'X-Men: Apocalypse' karena bisa memberikan gambaran yang salah tentang sang dewa kepada orang-orang non Hindu.

Rajan menambahkan, "Penggunaan dewa-dewa dan konsep agama Hindu untuk tujuan komersil ataupun lainnya tidaklah etis. Ini adalah salah satu contoh penggunaan budaya Hindu yang buruk dalam industri perfilman Hollywood. 

“Saya menyarankan para eksekutif Hollywood mendapatkan semacam pelatihan tentang kesensitifan masalah agama dan budaya, supaya mereka bisa memahami perasaan para penonton dan komunitas, ketika memproduksi film-film mereka. Kami akan dengan senang hati membantu menyediakan materinya."

Related

Film 6231729652120907907

Recent

item