Ini 10 Kota Dunia yang Akan Hilang Seiring Berjalannya Waktu (Bagian 2)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Ini 10 Kota Dunia yang Akan Hilang Seiring Berjalannya Waktu - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Naples, Italia

Kembali lagi ke Italia, nampaknya tidak hanya Venice saja yang terancam hilang dari peta, namun kota Naples juga mengalami nasib yang sama. Naples ini merupakan ibukota dari negara bagian Campania. Kota ini juga menjadi kota metropolis terbesar yang berada di laut Mediterania dengan total populasi mencapai 960.000 pada tahun 2012.

Gunung Vesuvius yang berada di teluk Naples selain menjadi daya tarik wisatawan, gunung ini juga menjadi bom waktu bagi penduduk kota Naples. Gunung Vesuvius pernah meletus dan lahar panasnya mengancurkan kota Pompeii pada tahun 79 sebelum Masehi. Dan gunung ini masih terus aktif setiap 100 tahun. Terakhir erupsi terjadi di pertengahan tahun 2000.

London Selatan

Tidak ada yang menyangka bahwa kota maju seperti London bisa menghilang dari peta. Tapi hal tersebut benar-benar mungkin terjadi tepatnya di London bagian selatan. Dibangun di sekitar sungai Thames, ancaman banjir menjadi hal yang sering dialami oleh penduduk kota yang tinggal di sekitar sungai. 

Dermaga di sepanjang sungai Thames telah dibuat menjadi jalan. Jalan yang bernama Victoria Embankment menjadi area yang paling diminati untuk dikembangkan, area ini juga yang akan pertama kali tenggelam bila terjadi banjir. Apalagi bila ditambah saat ini gelombang sungai Thames tengah meninggi.

Bangkok, Thailand

Bangkok menjadi salah satu negara di Asia yang juga terancam bahaya. Sudah jelas bahwa kota ini semakin tenggelam seiring berjalannya waktu. Bangunan di kota Bangkok semakin terdorong ke tanah yang berlumpur. Memang sudah menjadi topik pembicaraan lama bahwa naiknya permukaan air laut menjadi faktor utama yang membahayakan kota ini.

Beberapa peneliti di Bangkok menganggap bahwa perlu dilakukan penanganan untuk mencegah naiknya permukaan air laut. Tapi sayangnya, pemerintah Bangkok masih menganggap bahwa kota ini masih tergolong aman dan tidak akan hilang dari peta.

Shanghai, Cina

Menjadi teman dari Bangkok, Shanghai yang juga merupakan salah satu kota di Asia ini mengalami hal yang tidak jauh berbeda dengan Bangkok. Shanghai menjadi satu-satunya kota di Cina yang memiliki resiko paling tinggi yang akan menjadi korban pertama dari naiknya permukaan air laut. Sedangkan kota lain seperti Guangzhou dan Hong Kong juga turut menyusul posisi Shanghai. 

Kenaikan permukaan air laut setinggi 6,5 meter diperkirakan akan terjadi kira-kira 400 tahun kemudian. Dan hal tersebut bisa mengakibatkan kota Shanghai akan tertutup oleh air sepenuhnya. 

Tapi itu hanyalah kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi di waktu yang akan mendatang. Apabila ada tindakan pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah, mungkin saja umur kota Shanghai akan bertahan lebih lama.

Kota Pinggiran di Amerika

Menjadi kota paling pertama yang mungkin akan segera hilang dari peta beberapa tahun kemudian. Naiknya permukaan air laut dan pemanasan global menjadi ancaman utama bagi kota-kota yang berada di pinggiran sungai. Sudah sejak tahun 1989, permukaan air laut naik sekitar 8 inci dan terus meningkat sampai saat ini. 

Meningkatnya permukaan air laut ini tentunya bisa berakibat naiknya resiko terjadinya banjir. Padahal daerah pinggiran sungai ini diisi dengan kota dengan jumlah penduduk yang banyak. 

New York, New Orleans, Boston, Washington, dan tenggara Florida bisa dilanda banjir suatu saat nanti. Selain kota yang telah disebut diatas, masih ada banyak kota lain yang juga bisa terkena dampak banjir.

Related

World's Fact 441850511995910216

Recent

item