Inilah 10 Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia (Bagian 2)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Inilah 10 Virus Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Manusia - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Smallpox

Sepanjang sejarah manusia, Smallpox sempat dikatakan mustahil untuk diberantas secara lebih dari ribuan tahun. Namun kita tidak perlu takut lagi, secara resmi diberitakan bahwa Smallpox telah sukses diberantas pada Oktober 2010. Smallpox bertanggung jawab atas lebih sekitar 300-500 juta jiwa meninggal dunia di abad ke-20.

Smallpox terletak di dalam pembuluh darah kecil di balik kulit, mulut, dan tenggorokan. Di kulit, Smallpox akan mengakibatkan munculnya bercak merah yang kemudian akan membengkak dengan berisikan cairan. Smallpox muncul dan menyerang manusia  sekitar 10.000 tahun sebelum Masehi. Biasanya menyerang anak-anak dan dapat mengakibatkan kematian. 

Hantavirus

Hantavirus atau yang sering disingkat dengan HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) pertama kali muncul di Amerika pada tahun 1993. Seorang pria serta tunangannya meninggal dalam beberapa hari setelah mengalami masalah pernapasan. Setelah itu, pihak kesehatan mengisolasi Hantavirus dari seekor tikus rumah. Di Amerika, HPS telah menyerang sebanyak 600 orang dan 36% diantaranya telah meninggal.

Hantavirus menyerang manusia akibat melakukan kontak dengan hewan pengerat seperti tikus. Di tahun 1950, Hantavirus sempat membuat heboh dunia tepat pada saat berlangsungnya Korean War. Sebanyak 3.000 pasukan tentara terinfeksi dan 12% diantaranya meninggal dunia. Hantavirus bisa mengakibatkan gagal ginjal dan menyebabkan paru-paru terisi dengan cairan.

Marburg

Seorang ilmuwan menemukan virus Marburgh pertama kali pada tahun 1967. Kejadian bermula dengan banyaknya pekerja lab yang terinfeksi oleh kera-kera yang diimport dari Uganda. Dikatakan bahwa Marburg memiliki kesamaan dengan virus Ebola. Keduanya bisa mengakibatkan demam berdarah. Jika tidak mendapat penanganan, orang yang terinfeksi Marburgh bisa mengalami kejang, kegagalan organ, dan akhirnya meninggal.

Ketika virus ini pertama kali muncul, angka orang kematian hanyalah sekitar 25%. Di tahun 1998-2000 ketika virus tersebut menyerang Republik Kongo, angka kematian meningkat menjadi 80%. Di Angola, angka kematian yang disebabkan oleh virus Marburgh juga meningkat tajam. Data tersebut diungkapkan oleh badan organisasi kesehatan dunia yaitu WHO.

Ebola

Virus mematikan kedua yakni Ebola pertama kali menyerang orang-orang yang tinggal di Republik Kongo dan Sudan pada tahun 1976. Virus Ebola menyebar dengan cepat melalui kontak darah atau darah dari orang bahkan hewan yang terinfeksi Ebola. Penyakit yang disebabkan oleh Ebola pertama kali disebut dengan Demam Berdarah Ebola. Merupakan penyakit yang sangat fatal bagi umat manusia.

Gejala orang yang terserang Ebola hampir sama dengan Influenza. Tenggorokan serakm demam tinggi, nyeri otot, dan sakit kepala. Level selanjutnya, Ebola dapat mengakibatkan muntah, diare, darah pada tinja, bercak merah pada tubuh, dan gangguan hati dan ginjal. Seperti kebanyakan virus mematikan, jika orang tidak segera ditolong, kematian adalah hal yang pasti akan terjadi.

HIV

Di era maju seperti sekarang, semua pasti setuju bahwa HIV adalah virus yang paling mematikan. Dengan estimasi 36 juta orang meninggal karena virus HIV. Angka tersebut sudah dihitung semenjak ditemukannya virus tersebut di awal tahun 1980an. Inilah virus yang menjadi pembunuh manusia paling banyak.

Meski sudah banyak obat yang dibuat untuk menyembuhkan HIV, tapi obat itu hanya mampu memperpanjang hidup seseorang, bukan menyembuhkannya. HIV bekerja dengan cara meyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Setelah kekebalan tubuh menurun, HIV membunuh korban dengan menginfeksi saluran pernapasan seperti TBC dan pneumonia.

Related

Science 257534942923092424

Recent

item