Kisah 10 Cover Album Musik Paling Kontroversial di Dunia (Bagian 1)


Naviri Magazine - Di zaman sebelum ada streaming musik, para musisi mengenalkan dan mempromosikan musik-musik mereka lewat album musik. Album itu bisa dalam bentuk kaset atau CD (compact disc). Pada setiap album biasanya terdapat sampul atau cover yang berisi ilustrasi-ilustrasi tertentu, lengkap dengan nama musisi dan judul albumnya.

Terkait hal itu, kadang timbul masalah. Karena pertimbangan tertentu, sampul album dibuat sedemikian rupa, dengan harapan agar lebih menarik atau agar dapat mewakili isi lagu-lagu dalam album tersebut. Sayangnya, hal itu ternyata bertentangan dengan opini masyarakat luas, yang lalu menjadikan sampul album itu kontroversial, hingga dilarang beredar di sejumlah negara. Kisah sepuluh cover album berikut ini di antaranya.

Electric Ladyland - The Jimi Hendrix Experience

Seorang gitaris beraliran rock, penyanyi, sekaligus penulis lagu, Jimi Hendrix adalah musisi asal Amerika yang sangat terkenal. Di dunia musik, Jimi Hendrix diakui sebagai salah satu pemain gitar listrik terbaik sepanjang sejarah. Di abad ke-20, sulit rasanya mencari pemain gitar listrik yang sehandal dirinya.

Pernah suatu ketika, Jimi membuat sebuah kontroversi di tahun 1968. Kontroversi yang dibuat oleh Jimi dikarenakan cover album yang sangat kontroversial. Perusahaan label tempat Jimi menggunakan foto sejumlah wanita tanpa busana sebagai cover albumnya. Cover albumnya tersebut menuai sejumlah protes di wilayah Inggris. Namun pihak Jimi mengatakan bahwa cover album tersebut murni seni.

Unfinished Music No 1: Two Virgins - John Lennon dan Yoko Ono

Tidak jauh berbeda dengan Jimi Hendrix. Kali ini giliran John Lennon beserta istrinya yang bernama Yoko Ono yang menuai kontroversi karena albumnya menggunakan cover yang tidak pantas. Album yang berjudul Unfinished Music No. 1: Two Virgins tersebut menampailkan foto John serta Yoko tanpa busana. Baik itu bagian depan dan bagian belakang tubuh mereka.

Jelas saja album ini menuai sejumlah protes di berbagai negara. Salah satunya negara bagian Amerika Serikat yakni New Jersey. Oleh pihak kepolisian Newark, cover album yang terlalu sensual tersebut tidak layak dijual di kota tersebut. Tercatat sebanyak 30.000 kopi album disita oleh pihak yang berwajib.

Blind Faith - Blind Faith

Menggunakan cover album bergambar perempuan tanpa pakaian sambil memegang pesawat terbang mainan jelas saja membuat banyak orang memprotes album ciptaan band Blind Faith. Blind Faith merupakan grup band asal Inggris yang beraliran blues rock. Beranggotan Steve Winwood, Ginger Baker, Eric Clapton, dan Ric Grech.

Cover album berjudul Blind Faith tersebut dibuat oleh seorang fotografer terkenal Bob Seidemann. Seidemann merupakan teman dekat dari Eric Clapton. Cover album tersebut dinilai terlalu vulgar dan menjurus ke arah pornografi anak. Akibatnya, Blind Faith harus mengganti cover album tersebut dengan gambar yang lebih sopan.

Jesus Piece - The Game

Demi cover albumnya yang berjudul Jesus Piece, seorang rapper asal Amerika bernama Jayceon Terrell Taylor atau yang lebih terkenal dengan nama panggungnya yaitu The Game, dirinya nekat menggunakan gambar yang berhasil memancing amarah umat Kristiani di dunia. 

Bagaimana tidak marah? The Game menggambarkan Yesus dengan menggunakan tatto, bandana, dan kalung emas layaknya seperti seorang gangster.

The Game menjelaskan bahwa makna dibalik cover tersebut adalah supaya orang-orang bisa mencintai Tuhan dan menjadi seperti Tuhan, tapi masih bisa menikmati indahnya hidup dengan cara manusia. Gereja Katolik di Roma memprotes keras The Game dan juga perusahaan musik tempatnya bernaung. Tapi The Game sama sekali tidak merasa bersalah akan pilihannya tersebut.

Is This It? - The Strokes

Meski menuai kontroversi, beruntungnya album berjudul Is This It? ciptaan The Strokes sukses di pasaran. The Strokes merupakan grup band beraliran rock ternama yang dibentuk di New York pada tahun 1998. Grup band tersebut beranggotakan 5 orang yaitu Julian Casablancas, Nick Valensi, Albert Hammond Jr, Nikolai Fraiture, dan Fabrizio Moretti.

Adalah ide fotografer Colin Lane yang membuat cover album tersebut menuai kecaman publik. Colin meminta kekasihnya untuk menggunakan saung tangan kulit dan mengambil foto dari berbagai posisi. Salah satu foto menarik menurut Colin adalah foto bagian bokong kekasihnya. 

Oleh pemerintah Amerika, gambar tersebut dinilai terlalu seksi. Tapi album tersebut akhirnya tetap dijual dan laku keras.

Baca lanjutannya: Kisah 10 Cover Album Musik Paling Kontroversial di Dunia (Bagian 2)

Related

Music 3624887673893875545

Recent

item