Mengenal Limfoma atau Kanker Kelenjar Getah Bening, dan Penyebabnya


Naviri Magazine - Limfoma malignum, atau istilah medisnya Non Hodgkin Lymphoma (NHL), adalah kanker ganas yang terdiri atas sel darah putih ganas yang menyebabkan pembengkakan menyeluruh kelenjar getah bening disekujur tubuh: leher, ketiak, lipat paha, mesenterium/jaringan lemak perut, pada cardial di kanan-kiri jantung, dst. 

Kenapa kelenjar getah bening membengkak?

Kelenjar getah bening ibarat pabrik yang membuat sel-sel darah putih. Dari terminal center akan terbentuk sel limfosit muda yang disebut limfoblast, makin matang bergerak ke tepi menjadi limfosit matur. Limfosit ada yang T-limfosit ada B-limfosit.

T-limfosit akan ’sekolah’ dulu di kelenjar thymus, untuk mengenali segala sesuatu tentang cara melawan bakteri, kuman, virus, jamur, dll yang memasuki tubuh kita. Sedangkan B-limfosit akan khusus menangani hal/kejadian berkaitan dengan imunitas. Limfoit-B berasal dari imunoblast yang kemudian akan berkembang menjadi sel plasma.

Dalam keadaan normal, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, akan berkembang dari muda/imatur menjadi matang/matur di dalam sumsum tulang. Begitu sel darah menjadi matur, akan segera keluar dari sumsum tulang dan ikut aliran darah ke seluruh tubuh. 

Jadi bila ditemukan sel-sel darah imatur, yang masih muda dan belum matang di dalam aliran darah tepi, hal ini dikatagorikan abnormal/patologis dan patut dilacak lebih jauh.

Apabila sel darah putih imatur (limfoblast) tidak berkembang menjadi sel darah putih matur, berarti maturasi sel darah putih terhenti sampai di sana (maturation arrest), dan tidak akan pernah menjadi matur. Maka limfoblast seperti ini akan bersifat ganas, dan sel-sel ganas akan membelah diri tidak terkendali, sehingga mendominasi populasi sel darah di dalam tubuh kita. 

Keseimbangan populasi antara sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, jadi terganggu. Inilah awal terjadinya kanker sel darah.

Dampak dari proliferasi sel darah putih yang tidak terkendali, sel darah merah akan terdesak, jumlah sel eritrosit menurun di bawah normal, yang disebut anemia. Selain itu, populasi limfoblast yang sangat tinggi juga akan menekan jumlah sel trombosit di bawah normal, yang disebut trombopenia. Bila kedua keadaan terjadi bersamaan, hal itu akan disebut bisitopenia yang menjadi salah satu tanda kanker darah.

Secara kasat mata, penderita tampak pucat, badan seringkali hangat dan merasa lemah tidak berdaya, selera makan hilang, berat badan menurun, disertai pembengkakan seluruh kelenjar getah bening: leher, ketiak, lipat paha, dll.

Penyebabnya apa? Umumnya, pada penyakit kanker hampir selalu disertai oleh susunan dan jumlah khromosom yang tidak normal. Kelainan khromosom pada limfoma dapat disebabkan oleh infeksi virus EBV (Epstein-Barr Virus) dan bahan kimia dari pollutant, makanan, dan minuman.

Paparan bahan kimia pada saat ini agak sulit dihindari, karena berkaitan dengan lifestyle atau gaya hidup modern. Jadi industrialisasi dan modernisasi ibarat pisau bermata dua: satu sisi menguntungkan/mempermudah hidup, dan satu sisi lainnya merugikan yaitu munculnya berbagai kanker yang sampai saat ini masih sulit ditanggulangi.

Kemajuan teknologi akan membawa serta dampak negatif bagi seluruh isi dunia di mana kita hidup, tidak terbatas pada manusia tetapi juga tanaman dan binatang. 

Kemudian, pikiran yang tidak tenang/stressful, kemarahan yang meledak-ledak, kesedihan yang teramat dalam, dengki dan iri hati, semua itu akan memicu secara tidak langsung terjadinya kanker melalui neurotransmitter yang dikeluarkan pada setiap prilaku yang negatif tersebut.

Jadi, berpikir positif akan selalu menguntungkan kita, baik dari segi sosial maupun kesehatan pribadi. 

Related

Health 2713831241404782655

Recent

item