Ternyata Ada Perbedaan Antara Penyakit Orang Kota dan Orang Desa, Ini Penjelasannya


Naviri Magazine - Setiap penyakit umumnya tidak mengenal status seseorang, siapa pun bisa kena. Tapi ternyata, berdasarkan data Riskesdas, ada perbedaan penyakit antara masyarakat di desa dengan kota.

"Negara berkembang mengalami transisi epidemik dari penyakit menular ke penyakit tidak menular, termasuk kanker," ujar Endang Rahayu Sedyaningsih, DrPH, MPH.

Dia menuturkan, ada perbedaan penyakit antara masyrakat di desa dengan di kota. Pada usia 45-55 tahun, ada 3 penyakit yang paling berbeda di antara orang kota dan desa.

1. Penyakit yang banyak dialami masyarakat kota adalah stroke, diabetes melitus dan jantung iskemik.

2. Penyakit yang paling banyak dialami masyarakat desa adalah tuberkulosis (TB), stroke dan hipertensi.

"Sementara untuk usia 65 tahun ke atas, penyakit antara masyarakat kota dan desa sama, yaitu stroke dan hipertensi," ungkapnya.

Dia menuturkan, yang menjadi faktor risiko dari meningkatnya penyakit tidak menular adalah kurangnya konsumsi buah (94 persen), kurang olahraga (48 persen), merokok setiap hari (35 persen), dan mengonsumsi alkohol dalam 12 bulan (4,6 persen).

Jumlah penyakit tidak menular semakin meningkat. Pada tahun 1995, jumlah yang meninggal akibat penyakit tidak menular sebesar 41,7 persen, tahun 2001 sebesar 49,9 persen, dan tahum 2007 sebesar 60 persen. Hal ini menandakan bahwa penyakit tidak menular harus menjadi perhatian, selain penyakit menular.

Langkah-langkah efektif yang bisa dilakukan melalui pendidikan, penyuluhan, sosialisasi, puskesmas, secara proaktif dalam mencegah, menghindari dan melakukan treatment dini terhadap penyakit tidak menular.

Masyarakat diharapkan peduli dan sadar akan bahaya penyakit tidak menular. Untuk meningkatkan kesadaran tersebut misalnya dengan melakukan iklan melalui billboard yang berisi pesan-pesan untuk kepentingan masyarakatt.

Related

Health 8595792042518496037

Recent

item