Tes DNA Ternyata Bisa Membantu Orang Menemukan Pasangan yang Tepat


Naviri Magazine - 'Cinta bukan suatu kebetulan'. Begitulah motto sebuah perusahaan Swiss bernama GenePartner, yang berhasil menemukan cara baru dalam mencari pasangan dengan sistem pencocokan biologi menggunakan DNA dalam gen manusia.

DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA inilah yang menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat-sifat khusus dari manusia.

Perusahaan ini bekerja sama dengan beberapa situs kencan di seluruh dunia, dan membujuk orang yang tertarik. Caranya cukup mudah, kikis bagian dalam pipi atau bagian tubuh lainnya yang ingin diperiksa, dan kirimkan ke perusahaan.

Kemudian, klien akan mendapat akses ke account tertutup pada website perusahaan, di mana klien dapat membaca seberapa cocok klien dan pasangannya secara genetik.

GenePartner berkantor pusat di sebuah blok gedung perkantoran daerah Sood-Oberleimsbach, distrik industri di luar kota Z├╝rich. Perusahaan ini dipimpin oleh dua orang wanita, Joelle Apter sebagai direktur dan Tamara Brown sebagai kepala divisi penelitian. Brown yang bertanggung jawab mengatur analisis kecocokan gen pasangan.

"Pola genetik dapat mengungkapkan tingginya keserasian biologis pasangan. Sebagian besar pasangan dalam proyek penelitian kami berkisar 60-80 persen kecocokannya. Contohnya tingkat keserasaian 70 persen artinya bisa dikatakan ketertarikan pasangan sebanyak 70 persen," kata Brown seperti dilansir AOL.

Kecocokan biologis terebut dinilai pada kecocokan suatu bagian dalam DNA yang disebut human leukocyte antigen atau HLA. Semakin berbeda HLA-nya, maka pasangan akan semakin serasi.

Jika semua gennya berbeda, maka pasangan akan saling tertarik secara romantis. Tapi jika terdapat kesamaan gen yang lebih banyak, bukan berarti pasangan tidak serasi. Pasangan masih bisa cocok dengan cara merasa aman satu sama lain.

Brown melihat hanya sedikit pasangan yang sangat berbeda HLA-nya. Menurutnya, daya tarik yang begitu kuatlah yang menyebabkan pasangan mengabaikan perbedaan sosial dan konflik kepentingan yang dapat merusak suatu hubungan.

"Ini adalah aspek biologis. Banyak wanita ingin punya anak dan tidak ingin dipusingkan menunggu mitra yang tepat untuk muncul," kata Anju Rupal, pendiri situs kencan sense2love.

Pada hewan, human leukocyte antigen (HLA) disebut dengan istilah major histocompatibility complex (MHC). Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa spesies hewan seperti kelelawar, ikan, tikus dan lemur mengoptimalkan kesuburan dan kesehatan anak-anaknya dengan memilih pasangan melalui bau dan isyarat visual yeng merupakan pertanda MHC.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa kesuburan manusia juga dapat ditentukan dari derajat perbedaan HLA. Tingkat keguguran pada trimester pertama meningkat karena kesamaan dalam HLA pasangan.

"Pencocokan gen ini sebenarnya adalah masalah yang rumit, sebab gen ini bervariasi dari satu orang ke orang lain. Terlebih lagi ada banyak alasan yang menyebabkan mengapa seseorang tertarik pada pasangannya. Saya ragu apakah HLA merupakan faktor penentu pilihan pasangan pada manusia," Kata Philip Hedrick, PhD, ahli genetika dari Arizona State University yang telah menulis berbagai penelitian mengenai HLA.

Related

Science 2949736518929401022

Recent

item