Hasil Survei: 1 dari 2 Karyawan Mengaku Gajinya Kurang


Naviri Magazine - Apa gaji Anda cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari? Jawaban dari pertanyaan ini mungkin akan bervariasi.

Namun, sebuah survei korporasi yang diinisiasi QM Financial, perusahaan perencana keuangan, menemukan 1 dari 2 karyawan merasa penghasilannya kurang.

Lead Financial Trainer QM Financial, Ligwina Hananto, menyebut sebanyak 51 persen karyawan perusahaan merasa penghasilannya kurang. Sedangkan HR (Human Resource) ingin karyawan dapat menjalani gaya hidup sesuai penghasilan.

"Ini sangat menarik, ada yang merasa kurang, sedangkan dari HR [mengajak] ayo dong jalanin gaya hidup sesuai penghasilan," ujar Ligwina dalam temu media bersama QM Financial.

Survei ini diinisiasi perusahaan pada Januari 2021. Perusahaan atau korporasi yang terlibat merupakan klien QM Financial dari berbagai industri meliputi lembaga keuangan, institusi pendidikan, fast moving consumer goods (FMCG), pertambangan dan media, layanan digital, serta telekomunikasi.

Tak hanya itu, temuan menarik lainnya adalah sebanyak 87,5 persen korporat menyatakan perlu program edukasi finansial bagi karyawan. Perusahaan menginginkan karyawannya pandai mengelola keuangannya secara personal.

Selain itu, sebanyak 42 persen karyawan juga mengaku tak siap untuk pensiun.

Dengan kondisi sedemikian rupa, Ligwina merasa bahwa perusahaan perlu mempertimbangkan edukasi finansial untuk karyawannya.

Terbukti, dari 3.196 responden berstatus karyawan, 52 persen di antaranya memerlukan peningkatan financial intelligence. Financial Trainer QM Financial, FDV Wulansari mengatakan, jika perusahaan memiliki program peningkatan kecakapan dalam pengelolaan keuangan, maka akan ada banyak manfaat yang didapat.

"Karyawan lebih sehat dan fokus dalam bekerja, lebih sejahtera dan produktif, karyawan lebih bahagia dalam bekerja dan berinteraksi dengan rekan kerja, juga mereka akan royal dan tidak mudah pindah pekerjaan," ujar Wulan dalam kesempatan serupa.

Kapan program edukasi finansial bisa diberikan pada karyawan?

Wulan menjelaskan, karyawan memiliki tiga fase berkarier di suatu perusahaan. Di tiga fase ini, edukasi terkait keuangan bisa diberikan menyesuaikan masalah umum pada tiap fase.

Recruit

Fase ini dimulai sejak karyawan diterima bekerja hingga masa awal bergabung dengan perusahaan. Fase ini umumnya memunculkan masalah umum seperti:

- karyawan tidak paham mengenai benefit perusahaan
- karyawan mengalami euforia gaji pertama sehingga boros, terlebih ada anggapan bahwa gaji pertama seharusnya dihabiskan untuk berbagai macam hal
- karyawan merasa penghasilannya kurang, gaya hidup yang kurang sesuai gaji
- terlibat utang konsumtif atau utang untuk barang-barang tersier

Wulan menuturkan, di fase ini perusahaan bisa memberikan training atau edukasi dengan topik misalnya, konsep rencana keuangan, mengatur cash flow, pengelolaan utang, dan membuat tujuan finansial.

Di sini, karyawan sudah bekerja lebih dari tiga tahun. Karyawan pun mulai masuk level karier yang mapan sehingga di jenjang ini sebagian karyawan juga sudah berumah tangga dan memiliki anak. Namun, tetap muncul masalah umum seperti:

- karyawan tidak optimal memanfaatkan kenaikan gaji yang diberikan
- belum mengenal produk investasi
- tidak paham pentingnya aspek proteksi atau asuransi

Oleh karena itu, training finansial yang cocok akan menjabarkan topik menghitung tujuan finansial, mengenal produk asuransi dan investasi, juga training tematik seperti dana pendidikan dan dana rumah.

Retreat

Retreat merupakan fase persiapan karyawan meninggalkan perusahaan dan masuk masa pensiun. Di sini biasanya timbul persoalan seperti berikut:

- karyawan khawatir dan tidak siap untuk pensiun
- belum memiliki aset aktif untuk modal masa pensiun
- tidak tahu apa yang akan dilakukan setelah pensiun

Karyawan perlu disiapkan dengan training meliputi persiapan aset aktif dan mengelola keuangan di masa pensiun.

Related

News 5205381784714141913

Recent

item