Ini 10 Eksperimen Paling Ekstrem yang Pernah Tercatat dalam Sejarah (Bagian 1)


Naviri Magazine - Ilmu pengetahuan terus berkembang dan banyak membantu kehidupan manusia, khususnya di bidang kesehatan. Tapi di balik itu kadang ada kisah-kisah yang tidak mengenakkan. Bagaimana pun, pengetahuan baru kadang harus melibatkan penelitian dan pembuktian yang ekstrem.

Untuk membuktikan suatu hal, ilmuwan perlu melakukan eksperimen. Eksperimen sering kali melibatkan sejumlah objek untuk jadi bahan percobaan. Terkait hal itu, ada cukup banyak eksperimen yang tergolong ekstrem, yang pernah dilakukan. Berikut ini sepuluh di antaranya.

Kontrol Pikiran

Pada tahun 1950an, CIA yang merupakan organisasi intelijen Amerika, meluncurkan sebuah program rahasia yang dinamakan MKULTRA. Program ini bertujuan untuk mencari keberadaan obat-obatan khusus atau suatu teknik yang dapat dimanfaatkan untuk mengontrol pikiran seseorang. 

Selama 2 dekade, CIA menggunakan obat halusinasi, mengurangi jam tidur, dan sengatan listrik untuk bisa mencuci otak seseorang.

Para peneliti CIA melakukan percobaan terhadap 149 proyek penelitian yang menjadi bagian dari MKULTRA. Di dalamnya, mereka melakukan uji coba menggunakan obat LSD yang disebar melalui bar yang terdapat di kota New York dan San Francisco. Mereka juga mengajak para pengguna heroin untuk turut menggunakan obat halusinasi tersebut.

Anjing Zombie

Di tahun 1940, para ilmuwan Rusia merilis sebuah video yang berisikan anjing yang sudah dipenggal kepalanya. Kepala anjing tersebut masih hidup dalam beberapa jam, menggoyangkan telinga sebagai respon dari suara dan lidah yang menjulur sembari beberapa kali menjilat hidungnya. Itulah pertama kali anjing zombi pertama kali diciptakan.

Di tahun 2005, para peneliti Amerika melakukan uji coba apa yang telah dilakukan oleh ilmuwan Rusia tersebut. Sejumlah anjing dibunuh, semua darahnya diambil dan menggantinya dengan oksigen dan gula yang sudah dicampur dengan saline (garam). 

Tiga jam kemudian, peneliti memberikan transfusi darah pada anjing dan kejutan listrik. Anjing pun kembali hidup meski beberapa menderita kerusakan permanen. Para peneliti mempublikasikan penelitian tersebut dalam Yearbook of Intensive Care and Emergency Medicine. Dikatakan bahwa metode tersebut suatu hari bisa menyelamatkan orang yang mengalami pendarahan.

Sel Otak Manusia Ditanam ke Dalam Otak Tikus

Dalam melakukan uji coba, para peneliti selalu menggunakan suatu objek untuk dijadikan kelinci percobaan dan biasanya yang menjadi kelinci percobaan adalah hewan. Dalam eksperimen ini, hewan yang digunakan adalah tikus. Para peneliti mencoba untuk melakukan eksperimen dengan menyuntikan sel otak manusia ke dalam otak tikus.

Para peneliti melakukan percobaan dengan menyuntikan stem sel otak manusia ke dalam anak tikus ketika masih berada dalam rahim tikus. Setelah tikus lahir, sel otak manusia turut berkembang bersama dengan otak tikus. 

Penelitian ini membuktikan bahwa sel otak manusia dapat tumbuh di dalam hewan. Para peneliti berharap eksperimen ini dapat mempelajari gangguan otak manusia dan melakukan eksperimen medikasi.

Eksperimen Serangga Dalam Tubuh Manusia

Sejumlah serangga memiliki manfaat yang berguna untuk kehidupan manusia, sementara ada serangga yang justru bersifat merusak. Salah satu serangga yang bersifat merusak atau parasit adalah kutu pasir yang biasa disebut juga dengan sand flea atau chigger flea. Dan kutu satu ini merupakan parasit yang sangat menjijikan.

Adalah sebuah eksperimen yang dilakukan oleh ilmuwan di Madagaskar yang melibatkan kutu pasir dan manusia. Para ilmuwan dengan sengaja membiarkan serangga parasit tersebut hidup di kaki dari seorang perempuan. 

Kutu pasir tersebut membuat lubang di kaki, diam disana, buang kotoran, kawin, dan memproduksi telur. Barulah setelah 4 sampai 6 minggu, kutu pasir akan mati dan tetap tinggal di dalam tubuh inangnya.

Eksperimen Penyakit Sipilis

Syphilis adalah penyakit yang mengerikan. Syphilis atau sipilis adalah infeksi bakteri yang biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Penderita sipilis awalnya akan merasakan rasa sakit pada alat kelamin, anus atau mulut. Menyebar dari orang ke orang dengan cara bersentuhan secara fisik dan melalui lendir.

Antara tahujn 1932 dan 1972, hampir 400 petani di Tuskegee, Albania menderita sipilis. Mereka kemudian dimasukan ke dalam program pengobatan gratis. Namun, meski vaksin untuk mengobati sipilis sudah ditemukan, tidak serta merta para petani langsung mendapatkannya. 

Para peneliti terlebih dahulu membiarkan mereka untuk melihat bagaimana penyebaran dan efek dari penyakit tersebut.

Baca lanjutannya: Ini 10 Eksperimen Paling Ekstrem yang Pernah Tercatat dalam Sejarah (Bagian 2)

Related

Science 550090375503333627

Recent

item