Ini 10 Hewan Punah yang Dihidupkan Kembali oleh Para Ilmuwan (Bagian 2)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Ini 10 Hewan Punah yang Dihidupkan Kembali oleh Para Ilmuwan - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Bebek Labrador

Bebek Labrador adalah jenis bebek yang sangat langka. Di antara tahun 1850 dan 1870, populasi bebek Labrador menghilang secara misterius. Bebek Labrador adalah hewan endemik yang ada di Amerika Utara. Keberadaan bebek Labrador sudah langka jauh sebelum pendatang Eropa datang ke Amerika.

Kepunahan bebek Labrador masih menjadi misteri yang belum terpecahkan sampai sekarang. Jelas bahwa bebek Labrador memiliki rasa daging yang tidak enak, itu sebabnya yang membuat perburuan bukanlah menjadi faktor utama punahnya populasi bebek Labrador. Karena tidak ditemukan penyebab kepunahan hewan tersebut, maka ilmuwan mencoba menghidupkan kembali bebek Labrador.

Carolina Parakeet

Carolina Parakeet memiliki tubuh kecil, warna hijau, kuning, dan jingga yang terang. Burung ini merupakan burung asli yang ada di Amerika Serikat sebelah Timur. Burung Caroline Parakeet dikatakan punah total pada tahun 1904 setelah jenis terakhirnya mati di Florida. Namun, gen burung tersebut masih dapat ditemukan di kerabat dekatnya di Meksiko dan Caribbean.

Ada banyak penyebab yang membuat populasi burung Caroline Parakeet musnah dari muka bumi. Salah satunya adalah akibat perburuan yang dilakukan oleh manusia. Kebun binatang Cincinnati sempat menyimpan burung Carolina Parakeet, tapi burung yang hidup di penangkaran tersebut mati pada tahun 1918. 

Kini, dengan bantuan teknologi yang ada, para ilmuwan mencoba untuk menghidupkan kembali burung Carolina Parakeet.

Dodo

Ada banyak cerita mengerikan tentang kepunahan burung Dodo. Yang pasti adalah, sebab kepunahan burung Dodo sama dengan burung Moa yakni akibat kedatangan manusia. Burung Dodo tinggal dengan damai di Pulau Mauritius di Samudra Hindia, sampai tiba akhirnya mereka punah di abad ke-17. Adalah pendatang asal Belanda yang menjadi penyebab kepunahan mereka.

Para pendatang tidak datang sendiri, mereka juga membawa hewan lain seperti babi dan tikus. Babi dan tikus ini dengan cepat menyebarkan penyakit yang mulai mengikis jumlah burung Dodo. 

Selain itu, para pendatang juga sangat menyukai telur burung Dodo. Kombinasi inilah yang membuat burung Dodo punah. Para ilmuwan kini tengah mencari cara untuk bisa menghadirkan kembali burung Dodo. Hanya saja, bahan yang diperlukan sangat minim. Mereka hanya memiliki tulang-tulang sisa burung Dodo.

Aurochs

Semua makhluk hidup yang tinggal di dunia pasti memiliki pendahulu, biar itu hewan sekalipun. Di Eropa, ada seekor sapi yang dikatakan sebagai nenek moyang segala sapi domestik yang disebut Aurochs. Aurochs adalah nenek moyang sapi yang tidak cuma hidup di Eropa tapi menyebar di Asia, dan Afrika Utara.

Tidak diketahui dengan jelas kenapa Aurochs bisa punah dari muka bumi. Karena itulah para ilmuwan mencoba menghidupkan kembali Aurochs melalui projek yang dinamakan Project Tauros. Sejumlah ilmuwan Polandia memiliki rencana untuk membuat reka ulang kenapa sapi ini bisa punah. Itu juga kalau Aurochs berhasil dikloning.

Mammoth Woolly

Apakah mungkin bisa membangkitkan kembali mammoth? Terdengar mustahil, tapi memang itulah yang sedang dilakukan oleh para ilmuwan. Berbekal DNA dari bangkai mammoth yang ditemukan membeku, ilmuwan sedang mencoba melakukan misi mustahil dengan menghidupkan kembali mammoth Woolly.

Mammoth Wooly adalah mammoth yang hidup terisolasi di Pulau Wrangel di Samudra Arktik sekitar 4.000 tahun yang lalu. Mammoth Woolly hidup di era Pleistosen. Ilmuwan tengah menyelidiki apa penyebab mamalia besar ini bisa punah. Apakah itu karena perburuan atau perubahan iklim. Kedua faktor tersebut diperkirakan yang membuat habitat mammoth Wooly menjadi semakin mengecil.

Related

Science 5678650598471444499

Recent

item