Ini 10 Hewan yang Dianggap Telah Punah tapi Ternyata Masih Ada (Bagian 2)


Naviri Magazine - Uraian ini adalah lanjutan uraian sebelumnya (Ini 10 Hewan yang Dianggap Telah Punah tapi Ternyata Masih Ada - Bagian 1). Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, sebaiknya bacalah uraian sebelumnya terlebih dulu.

Harimau Jawa

Amat disayangkan ketika salah satu hewan khas Indonesia diberitakan punah. Adalah punahnya Harimau Jawa yang membuat dunia, khususnya pemerintah Indonesia sedih. Harimau Jawa punah diakibatkan perburuan yang marak terjadi di Jawa. Padahal, pemerintah telah menerbitkan larangan untuk memburu hewan tersebut.

Di tahun 1976, Harimau Jawa berhasil terlihat batang hidungnya. Di tahun 1980an, Harimau Jawa tersebut berhasil ditangkap. Pencarian yang dilakukan pada tahun 1990an sampai 1994 tidak menghasilkan apa-apa sampai akhirnya Harimau Jawa dinyatakan punah. 

Sampai akhirnya di tahun 1995, seorang penjaga hutan secara tidak sengaja menemukan kelompok Harimau Jawa. Hingga tahun 2000, pencarian akan Harimau Jawa masih dilakukan. Adalah Taman Nasional Meru Betiri yang diduga sebagai tempat terakhir kali Harimau Jawa terlihat.

Bathochordaeus Charon

Nama Bathochordaeus charon diambil dari mitologi Yunani yakni Charon. Charon adalah tukang tambang yang membawa jiwa-jiwa yang telah mati, melewati sungai yang memisahkan dunia manusia dengan dunia lain. Bathochordaes charon ini adalah larva besar yang termasuk dalam hewan tidak bertulang belakang, penyendiri, dan berenang bebas di permukaan air.

Bathochordaeus charon diperkirakan telah punah sekitar lebih dari 100 tahun yang lalu. Makhluk misterius ini punah sebelum ilmuwan meneliti lebih jauh tentang seluk beluk hewan kecil ini. 

Seorang profesor bernama Carl Chun dari Leipzig University lah yang pertama kali menemukan penampakan Bathochordaeus charon. Carl Chun menemukan makhluk tersebut pada tahun 1899 di Samudra Atlantik Selatan.

Woolly Flying Squirrel

Tupai wooly adalah jenis terakhir dari genus Eupetaurus. Keberadaan tupai wooly terus menerus tergerus karena ulah perburuan yang dilakukan oleh manusia. Hingga spesimen terakhir dari tupai wooly ditangkap di Sai Valley, Gorabad, dan Balti Gali, semua daerah tersebut ada di sebelah Utara Pakistan.

Tupai wooly senang tinggal di daerah tebing dan celah dinding. Sempat dinyatakan punah, di tahun 2004, ada sebuah rekaman hewan yang direkam oleh Dinets di Raikot Valley, dekat Nanga Parbat, Pakistan. Di tahun 2012, sebuah studi yang dilakukan menemukan sejumlah tupai wooly di Neelum Valley, Azad Jammu, dan Kashmir.

Lumba-Lumba Baiji

Di Sungai Yangtze, Cina, hiduplah lumba-lumba Baiji. Lumba-lumba yang imut ini sangat banyak ditemukan di sungai tersebut. Meski Sungai Yangtze menjadi surganya lumba-lumba Baiji, spesies lumba-lumba tersebut dinyatakan punah pada tahun 2006. Lumba-lumba Baiji punah karena konstruksi Three Gorges Dam.

Namun, satu tahun kemudian, kelompok pelajar yang dipimpin oleh peneliti Wang Ding mengatakan bahwa mereka sempat melihat kemunculan seekor lumba-lumba Baiji. Jelas ini menjadi kabar baik bagi pemerintah Cina. Pencarian pun dilakukan hingga 3.540 km dari tempat kemunculan lumba-lumba Baiji. Sayang, tidak ditemukan lumba-lumba tersebut. Pemerintah Cina tidak menyerah mencari keberadaan lumba-lumba Baiji mengingat Sungai Yangtze masih sangat panjang.

Paus Omura

Paus Omura dijuluki sebagai dwarfnya di dunia paus. Hal tersebut diakibatkan ukurannya yang terbilang kecil. Nama Omura diambil dari cetologist asal Jepang yang bernama Hideo Omura. Paus Omura memiliki rata-rata ukuran 8 sampai 12 meter. Paus kecil ini dinyatakan punah sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Di tahun 2003, Paus Omura menampakan diri di Pantai Australia Barat, hanya saja dalam bentuk bangkai. Karena jumlahnya yang sangat sedikit, para peneliti tidak sempat meneliti Paus Omura. Berkat kemunculan bangkainya, para peneliti jadi bisa mempelajari lebih dalam tentang Paus Omura. Diharapkan juga masih ada beberapa Paus Omura di lautan.

Related

Science 2362050928640242494

Recent

item