Glow In The Dark, Sepatu ‘Kuno’ yang Kembali Ngetren di Dunia


Naviri Magazine - Anak-anak remaja era 90an kemungkinan besar pernah mengalami tren munculnya sepatu yang bisa menyala (glow in the dark). Sepatu-sepatu tersebut menyala di bagian alas, ketika sepatu dijejakkan. Jadi, pengguna sepatu akan memunculkan nyala dari bawah kaki, seiring melangkah. Tenaga lampu disokong oleh baterai kecil dalam sepatu. Jika baterai habis, tentu harus diganti.

Pada masa itu, ada cukup banyak remaja yang menyukai sepatu menyala tersebut, apalagi anak-anak.  

Sampai kemudian, konsep sepatu menyala hilang dari peredaran, dan tidak tren lagi. Namun, setelah bertahun-tahun hilang, sepatu menyala semacam itu kini muncul lagi. Dengan desain yang tak terlalu berbeda dengan sepatu zaman dulu, namun kini baterai dalam sepatu bisa diisi ulang dengan mudah.

Konsep sepatu 'menyala' ini digadang-gadang bakal sesukses pendahulunya, karena memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh pendahulunya. Kalau era 90an sepatu ini hanya untuk 'gaya-gayaan', sekarang ada tujuan lain, yakni dirancang menjadi semacam sinyal keberadaan kamu ketika memakainnya. 

Sebenarnya tak berbeda jauh dengan keluaran 90an. Tapi karena sekarang kondisi jalan sering begitu ramai, maka identitas ini dapat membantu menunjukkan posisi kamu berada, disaat jogging, bersepeda, apalagi di kondisi cahaya yang kurang, cahaya yang dihasilkan sepatu ini cukup terang.

Secara bentuk, 'alat menyala' di sepatu ini bentuknya portable, bisa dipasang dan dilepas. Pemakai juga bisa mengatur jenis kedipan; menyala statis, atau berkedip, sesuai pilihan yang tersedia. Dengan jangka waktu 70 jam lampu bisa nonstop menyala, dan mampu mengedip 100 kali dalam semenit. Sepatu ini tersedia lebih dari satu warna, dirancang untuk berbagai kondisi cuaca, baik hujan, panas, atau salju. 

Related

Lifestyle 2733000605298961283

Recent

item