Kisah Lil Miquela, Selebgram Fenomenal yang Ternyata Bukan Manusia


Naviri Magazine - Selebgram adalah sebutan untuk orang-orang yang populer di Instagram, biasanya memiliki pengikut dalam jumlah besar. Selama ini, kita mengenal selebgram adalah orang-orang yang memang nyata, dalam arti manusia seperti kita—sosok yang bisa tampil sebagaimana manusia, bahkan bisa ditemui di dunia nyata. Namun, ada selebgram yang ternyata bukan manusia. Namanya Lil Miquela.

Lil Miquela adalah sosok virtual, sangat mirip manusia, tapi bukan manusia. Ia sosok yang diciptakan seseorang, yang kemudian tampil di Instagram. Lil Miquela muncul sebagai wanita berusia 19 tahun asal Brazil dan Spanyol, yang tinggal di Los Angeles. 

Foto-fotonya bikin orang bertanya-tanya apakah ia manusia atau bukan. Kebingungan itu, salah satunya terjadi lantaran ada foto-foto Miquela bersama orang lain di tempat umum, yang tampak seperti foto asli. Kadang gayanya bersandar, bergandengan, atau duduk berdekatan dengan orang lain di foto itu. 

Ada warganet yang mencoba meyakinkan diri bahwa Miquela benar-benar nyata. Sang warganet menganggap Miquela seorang mahasiswa seni rupa yang mengedit foto-fotonya di Instagram. Balas-balasan komentar di linimasa hanya terjadi di kalangan pengikut. Miquela tetap diam. Ia pun tak merespons permintaan wawancara dari The Independent. 

Nihilnya respons membuat The Independent menghubungi Dougie Cross, managing director TIGERX, studio animasi dan visualisasi. Dougie yakin Lil Miquela ialah perpaduan dari figur tiga dimensi dan manusia. 

“Dia sangat terlihat realistis. Saya rasa, orang penasaran karena detail wajahnya sangat bagus,” kata Dougie.

Pada akhir artikel itu, media hanya menuliskan Lil Miquela ialah contoh yang sangat jelas dari tipisnya batasan antara media sosial dan kenyataan. Kini jumlah pengikut akun Instagram Miquela lebih dari setengah juta. Unggahan Lil Miquela penuh dengan foto-foto makeup dan gaya berbusana. Ia tampak seperti model. 

“Saya terinspirasi dari Instagram, Los Angeles, teman-teman. Tetapi saya rasa inspirasi mode, makeup, dan hidup saya adalah Rihanna,” kata Miquela dalam Vogue, media mode yang membuatnya membuka diri. 

Sekali waktu, potret Miquela memperlihatkan dirinya tengah mengenakan busana dari label ternama seperti Chanel, Porenza Schouler, Supreme, Vetements, dan Vans. Media mode lain, Business of Fashion, mencoba mewawancarainya terkait hal ini. Miquela pun bersedia merespons. Ia berkata bahwa kini dirinya mulai menerima busana dan aksesori dari sejumlah label. 

“Saya coba untuk mendukung dan menandai brand yang saya suka, khususnya yang dibuat oleh para desainer muda,” katanya pada media yang menyebutnya sebagai influencer virtual pertama. 

Miquela tetap menutup diri tentang identitas penciptanya. Ia sesungguhnya ingin dikenal sebagai penyanyi. Sejauh ini, Miquela telah merlilis beberapa lagu berjudul "Not Mine", "On My Own", "Over You", dan "You Should be Alone", yang bisa didengar di  Spotify. 

“'Not Mine' ialah lagu pertama saya. Musik lebih dari segalanya. Itu passion saya. Musisi Brazil Ivete Sangalo ialah inspirasi terbesar dalam bermusik,” tulis Vogue pada artikel berjudul "@LilMiquela Is an Instagram It Girl, Social Influencer, and Recording Artist—She’s Also a Digital Simulation".

Di ranah mode, wujud inspirasi dari teknologi digital pernah dilakukan oleh Nicolas Ghesquiere, direktur kreatif Louis Vuitton. Rumah mode ini menjadikan Lightning, karakter dalam video game Final Fantasy, sebagai model. Ia tampil dalam semua materi promosi berbentuk foto maupun video. Louis Vuitton menyebut Lightning sebagai virtual heroine. 

Rumah mode ini merasa sosok Lightning sesuai dengan misi Louis Vuitton yang hendak menembus batas antara kenyataan dan imajinasi. Nicolas menyebut Lightning sebagai citra rekaan di luar prinsip dasar fotografi dan desain. Menurut penciptanya, Lightning adalah penanda era baru kegiatan berekspresi.

“Koleksi ini jelas menunjukkan estetika virtual dari video game. Lightning ialah avatar sempurna dari perempuan heroik," tutur Nicolas.

Sebelum Lightning, Louis Vuitton pernah merancang busana untuk Hatsune Miku, tokoh virtual asal Jepang. Direktur kreatif lini tersebut ialah Marc Jacob. Baju karya Marc tampil di video musik sang penyanyi hologram. Hatsune Miku sendiri adalah karakter humanoid yang suaranya berasal dari aplikasi synth, yang dikembangkan dari Crypton Future Media. Hatsune Miku artinya "suara pertama dari masa depan". 

Baik Hatsune Miku maupun Miquela, memang bisa jadi penanda baru dalam kebebasan berekspresi. Mereka bisa jadi model, pun jadi penyanyi. Maka manusia akan semakin bertanya-tanya: sampai di mana kemampuan karakter rekaan ini? 

Related

Lifestyle 328182349678049714

Recent

item