Perlu Tahu, Menjadi Vegan Tidak Berarti Baik dan Sehat


Naviri Magazine - Berpantang makan daging dan hanya mengonsumsi sayur serta buah atau makanan lain yang alami, dipraktikkan oleh sebagian orang yang lazim disebut vegan. Gaya hidup semacam itu, yang disebut vegetarian, dianggap lebih sehat dan lebih baik. 

Pertama, karena mereka menganggap mengonsumsi daging hewan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Kedua, mereka juga menganggap mengonsumsi daging hewan adalah perilaku yang tidak layak.

Selama ini, gaya hidup vegetarian kenyataannya dianggap lebih sehat dibanding gaya hidup para pengonsumsi daging. Tapi apakah memang benar begitu?

Harriet Hall, dalam “Vegan Betrayal: The Myths vs, the Realities of a Plants-Only Diet”, yang dipublikasikan Science Based Medicine dengan merujuk pada buku Mara Kahn, Vegan Betrayal: Love, Lies, and Hunger in a Plants-Only World, mengungkapkan beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa gaya hidup vegan mengurangi banyak nutrisi, yodium, zat besi, vitamin A, D, B12, protein, hingga asam lemak omega.

Para penganut veganisme selalu berdalih mereka bisa mendapatkan nutrisi cukup dari pola makan vegan. Tapi, kenyataannya, banyak dari para vegan tidak mendapatkan hal itu. 

“Begitu Anda menghentikan semua makanan dari hewan, banyak sekali nutrisi yang tiba-tiba hilang,” tulis Hall mengutip Kahn.

Hall menambahkan, alasan melindungi hak hewan yang acapkali digaungkan para vegan juga tak masuk akal, sebab hewan pada akhirnya bakal mati saat para petani membasmi mereka agar tak merusak tumbuhan yang nantinya dimakan para vegan.

Sementara Robin White dan Mary Beth Hall, lewat “Nutritional and Greenhouse Gas Impact of Removing Animals from US Agriculture”, menegaskan bahwa perubahan pola makan dari konsumsi hewan ke tumbuhan merupakan ancaman bagi nutrisi masyarakat Amerika.

Tak sebatas itu saja, klaim para vegan yang dapat mengurangi potensi buruk dari perubahan iklim, nyatanya tidak serta merta dapat dibenarkan. Penelitian White dan Hall memperlihatkan, perilaku vegan hanya menyumbang penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 2,6% di seluruh Amerika—jumlah yang sangat kecil.

Jesse Marczyk, dalam “A Curious Case of Vegan Moral Hypocrisy” yang terbit di Psychology Today, juga mengatakan para vegan terlalu naif dalam memaknai konteks “penderitaan.” Mereka, tulis Marczyk, seharusnya sadar bahwa ada banyak cara mencegah penderitaan—terutama yang menimpa hewan. Tidak memakan daging hewan bukan satu-satunya langkah mencegah penderitaan.

Related

Health 2813364398434521418

Recent

item