Kemungkinan Paling Mengerikan dari Lahirnya Kecerdasan Buatan


Naviri Magazine - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah salah satu teknologi baru yang terus dikembangkan manusia. Tujuan pengembangan AI tentu saja untuk memudahkan berbagai urusan dan pekerjaan manusia, sehingga proses berbagai kerja bisa dipersingkat sekaligus dipermudah. 

Namun, di sisi lain, pengembangan AI juga menyimpan bahaya mengerikan. Salah satunya adalah kemungkinan lahirnya diktator abadi yang akan memperbudak umat manusia.

Terkait kemungkinan mengerikan tersebut, banyak ilmuwan yang sudah menyatakan kekawatirannya, termasuk Elon Musk. Bisa dibilang, Elon Musk merupakan salah satu pakar teknologi yang pesimis dengan perkembangan kecerdasan buatan.

Sebelumnya, CEO Space X dan Tesla ini, bersama 100 pakar AI, menandatangani surat terbuka yang meminta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk melarang teknologi robot pembunuh. Kali ini, Musk kembali mengungkapkan kekhawatirannya tentang munculnya diktator abadi berkat riset kecerdasan buatan.

Dalam film dokumenter baru, berjudul Do You Trust This Computer?, Musk mengatakan kita dengan cepat bergerak menuju kecerdasan digital super yang jauh melebihi manusia. 

“Saya kira ini sudah sangat jelas,” ujar Musk. “Jika ada satu perusahaan atau satu kelompok orang yang bisa menciptakan kecerdasan digital super seperti Tuhan, mereka bisa mengambil alih dunia.”

Kekhawatiran Musk sebenarnya bukan tanpa alasan.

Bayangkan bila ada sebuah jaringan jutaan komputer yang memiliki akses terhadap informasi semua manusia. Jaringan ini juga dapat membuat jutaan kalkulasi dalam sepersekian detik dan mengontrol ekonomi, serta sistem senjata di seluruh dunia. Tentu itu akan menjadi mimpi terburuk manusia.

Sesosok diktator robot juga memiliki satu keunggulan mengerikan dibandingkan diktator manusia, yaitu kemampuan untuk hidup selamanya.

Dilansir dari Live Science, Elon Musk mengatakan, setidaknya kalau ada seorang diktator manusia, orang tersebut suatu saat akan mati. Tapi bagi AI, tidak ada yang namanya kematian.

“Ia akan hidup selamanya, dan kita semua tidak akan pernah bisa lepas dari diktator yang abadi tersebut,” ujarnya.

Related

Technology 5514702511983796232

Recent

item