Mengenal Kepribadian Ambivert, Kelebihan dan Kekurangannya


Naviri Magazine - Apakah kamu kesulitan untuk menentukan apakah kamu ekstrovert atau introvert? Jika iya, mungkin saja kamu berada di tengah-tengahnya, alias ambivert! Lalu, ada pertanyaan baru lagi yang muncul di sini, “apa itu ambivert?”

Ambivert adalah seseorang yang berada di tengah-tengah spektrum antara introvert dan ekstrovert. Bisa dikatakan bahwa ambivert merupakan individu yang menarik karena tidak hanya bisa menjadi pembicara yang baik, namun ia juga bisa menjadi pendengar yang baik.

Banyak orang mengatakan bahwa kita harus menjadi salah satu di antara introvert atau ekstrovert, namun hal ini sebenarnya tidak selalu benar.

Faktanya, kepribadian introvert dan ekstrovert berada pada satu spektrum, sehingga tidak ada seorang pun yang tergolong 100% introvert atau 100% ekstrovert. Seseorang bisa memiliki kecenderungan untuk lebih condong pada salah satu kepribadian.

Namun, jika kamu merasa berada di tengah-tengah spektrum introvert dan ekstrovert, kamu bisa jadi memiliki kepribadian ambivert. Kamu mungkin memiliki perasaan: Tidak cocok berada di label manapun (introvert atau ekstrovert), dan merasa kedua label tersebut beresonansi pada waktu yang berbeda.

Jika seseorang bertanya “Apakah kamu lebih suka berada di sekitar banyak orang atau memiliki waktu sendiri,” jawabanmu hanya sesederhana “Tergantung oleh kondisinya.”

Karena seorang ambivert berada di tengah-tengah spektrum, maka perilaku mereka akan menyesuaikan pada sisi introvert atau ekstrovert tergantung pada situasi yang sedang dialami.

Meskipun ambivert merupakan istilah yang relatif baru, namun sudah banyak orang yang menggunakannya di kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan kepribadian yang mereka miliki. Beberapa ahli bahkan menyatakan bahwa ada dua per tiga orang di seluruh dunia yang berkepribadian ambivert.

Kelebihan ambivert

Ambivert memiliki kelebihan yang unik karena berada di tengah-tengah antara introvert dan ekstrovert. Mereka lebih mudah berkompromi dalam hal interaksi karena dapat merasa nyaman dalam suasana yang ramai dan sepi sekalipun.

Salah satu kelebihan ambivert yang paling utama adalah kemampuan beradaptasi yang muncul dalam banyak cara ketika ambivert sedang berinteraksi.

Jika berinteraksi dengan lebih banyak orang merupakan sifat ekstrovert dan membantu memelihara pertemanan yang akrab merupakan sifat introvert, maka sifat ambivert ialah mampu mengembangkan sebuah hubungan yang lebih rekat dengan seseorang.

Selain itu, ambivert memiliki kelebihan khusus yang dapat menguntungkan banyak pihak dalam mengelola tim. Mereka merasa nyaman untuk menjadi perhatian utama jika diperlukan, namun juga tahu kapan harus mundur dan mendengarkan.

Tidak hanya itu, ambivert juga dinilai sebagai pengambil keputusan yang bijak. Ekstrovert gemar mangambil keputusan, sedangkan introvert cenderung menghindari keputusan yang berisiko. Ambivert akan memutuskan untuk mengambil tindakan atau tidak setelah menimbang-nimbang sisi baik dan buruk dari suatu hal.

Sifat ambivert yang dapat mengkondisikan kapan harus berbicara banyak dan mendengarkan lebih banyak membuatnya lebih unggul dalam beberapa aspek. Mereka nyaman berbicara, tetapi juga senang mendengarkan orang lain berbicara. Itu membuat orang lain merasa nyaman berada di sekitar para ambivert.

Kelemahan ambivert 

Di balik fleksibilitas yang dimiliki seorang ambivert yang dapat bergerak antara introversi dan ekstroversi, menjaga keseimbangan ternyata sangat melelahkan bagi mereka. Terkadang justru membuat ambivert cenderung merasa lebih tertekan.

Ketika sifat introvert dan ekstrovert biasanya cenderung terbuka atau tertutup, seseorang dengan sifat ambivert bisa menjadi sangat baik dalam menjaga harmoni di lingkungan sosial atau pekerjaan.

Meski hal ini dipandang sebagai sifat yang bagus oleh orang lain, namun akan menjadi sangat melelahkan bagi seorang ambivert karena bertugas menjadi jembatan antara dua sifat tersebut untuk menutupi kesenjangan.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil mengenai apa itu ambivert adalah jika kamu merasa sama-sama nyaman berada di tengah orang banyak di luar rumah atau hanya sekedar membaca buku sendirian di dalam rumah, kamu mungkin seorang ambivert.

Ambivert memiliki banyak keunikan. Mereka dapat fleksibel dalam berbagai situasi, seringkali mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan. Keterampilan ini terbukti sangat berharga dalam interaksi sosial yang berbeda.

Namun, apapun kepribadian yang kamu miliki, luangkanlah waktu untuk menganalisis caramu berinteraksi, sehingga dapat membantu meningkatkan hubungan pribadi dan profesional yang kamu punya.

Related

Psychology 5453166357788591420

Recent

item