Nasib Koran Kertas di Era Internet: Hidup Segan, Mati Tak Mau


Naviri Magazine - Di era hape dan internet, eksistensi koran fisik bagai mati segan hidup tak mau. Mereka kalah saing dengan situs berita yang lebih cepat dan real time.

Koran fisik dipakai untuk membaca kabar. Koran fisik biasanya ditemui di rak meja, beberapa kantor, dan tempat cukur.

Dulu sebelum TV ada, koran fisik menjadi sumber informasi banyak orang. Seiring kemajuan alat komunikasi, kejayaan koran fisik ikut menurun.

Sekarang orang pegang hape. Kalau mau baca berita, tinggal tap. Mereka melihat kabar dengan alat yang lebih praktis, cepat dan murah.

Jumlah situs berita makin banyak. Mereka mengandalkan informasi secara real time. Konten berita yang dulu berjarak harian, kini tiap menit muncul konten baru.

Koran fisik dulu dipakai orang untuk mencari informasi berbentuk teks, seperti lowongan kerja. Meski kini fungsinya masih tetap, koran fisik terlalu lambat untuk mengikuti kecepatan media lain.

Mereka menyajikan informasi lewat portal internet. Sebagian adalah pemain lama yang sudah berpengalaman sejak era koran fisik. Selain mereka tetap menjual koran fisik, pelan tapi pasti mereka beralih ke situs online.

Sementara sisanya pemain baru. Mereka membuat portal berita online karena melihat peluang bisnis. Pemakaian hape oleh orang milenial menjadi alasannya.

Apalagi ditambah kanal berita yang berupa non-teks. Kabar dan informasi berupa audio seperti siaran podcast juga mempengaruhi penurunan koran fisik. Belum lagi dari berita berupa video seperti TV. Tentu saja ditambah Youtube, yang kalau live news bakal lebih menyedot perhatian pembaca. Jadi koran fisik banyak saingannya.

Kalau dilihat sekarang, koran fisik mengalami perlambatan. Gaya koran fisik tentu kurang mampu mengimbangi kecepatan media online. Apakah tren itu akan berlanjut, atau mungkin koran fisik beralih fungsi dari sumber informasi menjadi kertas pembungkus kacang saja?

Related

Technology 2161049181462270864

Recent

item