Suka Membantu Orang Lain Ternyata Punya Manfaat bagi Kesehatan


Naviri Magazine - Sebagai makhluk sosial, manusia tentu saling membutuhkan satu sama lain. Dimulai dari lahir di dunia hingga usia senja, manusia butuh bantuan orang lain.

Di masyarakat, banyak orang yang memiliki sifat ringan tangan atau suka membantu, tetapi ada juga yang tidak. Ternyata, setelah dilakukan penelitian oleh para ahli, orang-orang yang suka membantu orang lain cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik.

Untuk memotivasimu lebih banyak berbuat baik pada sesama, inilah berbagai manfaat suka membantu orang lain bagi kesehatan.

1. Meningkatkan mood

Penelitian menunjukkan bahwa memberikan sejumlah uang dapat terasa sama baiknya dengan pihak yang menerimanya.

Terdapat penelitian oleh tim peneliti dari University of Oregon, Amerika Serikat, yang menemukan kalau pusat kesenangan pada otak menjadi aktif ketika seseorang memutuskan untuk menyumbangkan sebagian dari simpanan uangnya untuk amal, daripada menyimpan semuanya untuk diri sendiri.

Pada awal eksperimen, 19 perempuan menerima US$100 dan diberi tahu bahwa mereka dapat menyimpang uang berapa pun yang tersisa di akhir sesi eksperimen. Mereka kemudian berbaring di pemindai fMRI selama sekitar satu jam, sementara layar komputer menampilkan serangkaian kemungkinan pengiriman uang ke bank makanan lokal.

Sekitar setengah dari transfer yang diusulkan bersifat sukarela, yang mana peserta dapat memutuskan apakah akan menerima atau menolak donasi. Dalam kasus lain, transfer yang diusulkan diperlukan, mirip dengan pajak. Tambahan uang bisa ditambahkan ataupun diambil dari rekening partisipan atau badan amal.

Diterbitkan dalam jurnal Science tahun 2007, pemindaian otak menunjukkan bahwa tiga situasi yang sangat berbeda—menerima uang, melihat uang digunakan untuk tujuan yang baik, atau memutuskan untuk menyumbangkan uang—semuanya mengaktifkan pusat-pusat kesenangan yang serupa jauh di dalam otak.

2. Menurunkan stres

Menyimpan uang sebanyak mungkin serta sedikit memberi memang baik untuk isi dompet, tetapi sayangnya kurang baik untuk kesehatan.

Sebuah studi dari Queensland University of Technology, Australia, yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One tahun 2014, menyebutkan bahwa sifat pelit justru bisa meningkatkan stres. 

Setelah memonitor jantung pada sekelompok orang, para peneliti menemukan bahwa ketika mereka merasa memberi terlalu sedikit dalam suatu transaksi, itu benar-benar meningkatkan stres mereka. Menjadi murah hati, di sisi lain, membuat stres tetap rendah. 

3. Memperpanjang usia

Memiliki sifat ringan tangan atau senang membantu berpotensi memperpanjang umur. Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Public Health tahun 2013 melibatkan sejumlah 846 partisipan.

Orang-orang tersebut membantu orang lain dengan menjalankan dan mengerjakan tugasnya. Efeknya adalah mereka terlindungi dari stres. Di sisi lain, orang-orang  yang tidak membantu orang lain memiliki risiko 30 persen lebih tinggi selama penelitian, terutama ketika mereka melaporkan mengalami peristiwa kehidupan yang penuh tekanan.

4. Menurunkan tekanan darah

Membantu teman atau keluarga bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Psychophysiology tahun 2006 menemukan bahwa orang-orang yang memberikan dukungan sosial kepada orang lain dalam jaringan mereka memiliki tekanan darah dan tekanan arteri keseluruhan yang lebih rendah.

Selain itu, orang-orang yang cenderung memberi atau membantu orang lain juga melaporkan bahwa mereka menerima dukungan sosial yang lebih besar sebagai balasannya.

5. Lebih menghargai diri sendiri

Dilansir Rush University Medical Center, banyak penelitian seputar sukarelawan untuk organisasi atau secara informal untuk membantu masyarakat. Para peneliti secara konsisten menemukan bahwa kegiatan ini dapat menyebabkan orang menghargai diri sendiri lebih baik, meningkatkan kepuasan hidup, dan menemukan tujuan hidupnya.

Itulah beberapa manfaat membantu orang lain bagi kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa tak hanya menguntungkan dari pihak penerima bantuan, tetapi juga pihak pemberi bantuan. Yuk, berbuat baik terhadap sesama!

Related

Psychology 1158904900329117543

Recent

item