MUI Tanggapi Isu soal Ustaz Dilantik Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul jadi Wali Allah


Naviri Magazine - Wakil Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, angkat bicara soal isu yang belakangan menghebohkan publik, yakni seorang ustaz dilantik Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul jadi wali.

Anwar Abbas meminta agar kasus Ustaz Encep yang disebut menjadi wali dicek kebenarannya untuk menghindari kegaduhan di masyarakat. Pihaknya meminta agar ulama, tokoh masyarakat, hingga aparat turun langsung untuk menyelesaikan isu tersebut.
 
“Agar tidak terjadi kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, maka saya minta MUI setempat, bersama dengan para ulama, dan tokoh masyarakat, serta aparat, agar turun untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Anwar Abbas.

“Kalau hal ini dibiarkan terus dan tidak diambil tindakan, maka masalah ini jelas akan menimbulkan kekerasan dan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, dan itu jelas tidak kita inginkan,” katanya.

Anwar Abbas juga menjelaskan hal-hal yang menyimpang jika seseorang dilantik oleh Nabi Khidir dan Nyi Roro Kidul untuk menjadi wali. Sebagaimana diketahui, dalam Islam, memang ada Nabi Khidir, namun tidak ada Nyi Roro Kidul.

Nyi Roro Kidul merupakan mitos yang berkembang di masyarakat Jawa dan sosoknya dianggap sebagai penguasa laut selatan Pulau Jawa.

“Gimana pula kok Nabi Khidir bisa berjalan seiring dalam menunjuk seseorang untuk menjadi wali bersama Nyi Roro Kidul,” ujar Anwar.

Pihaknya lantas mengungkapkan, penunjukan wali semacam itu merupakan hal yang salah sehingga sangat berpotensi menyesatkan masyarakat.

“Pengakuan yang bersangkutan bahwa dia adalah seorang wali yang dikenal dalam konteks Islam, jelas tidak bisa diterima, dan mengakuinya sebagai seorang wali jelas akan membawa keyakinan kita menjadi keyakinan yang sesat dan menyesatkan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui sebuah pesan berantai yang menyebar di grup aplikasi pecakapan WhatsApp menghebohkan warga Surade, Kabupaten Sukabumi. Pesan berantai tersebut berisi foto yang memperlihatkan lima orang. Paling kiri terdapat seorang pria bertelanjang dada.

Di tengah ada tiga orang berpeci dan bersorban. Di ujung kanan, terlihat seorang mengenakan seragam polisi dan menggunakan kopiah.

Selain foto, pesan berantai itu berisi suara yang menyebut salah satu tokoh agama bernama Ustadz Encep sudah dilantik Nabi Haidir dan Nyi Roro Kidul untuk menjadi Wali Allah (Waliyullah).

Kiriman pesan suara berdurasi 2 menit 21 detik ini menjelaskan sebuah foto yang juga disebar bersamaan dengan pesan suara yang dimaksud. Berikut ucapan yang disampaikan pesan suara tersebut.

“Perhatikan untuk rekan-rekan. Yang tidak pakai baju itu Ustaz Encep, pemimpin pesantren, yang mengaku sekarang sudah dilantik oleh Nabi Haidir dan Nyi Roro Kidul untuk menjadi Waliyullah. Ada lagi katanya dia lagi naikin ilmu. 

“Yang kedua, itu Ustaz Samsul yang pakai baju hitam, itu pengurus GOIB Kecamatan Surade yang sudah dipecat. Yang ketiga pakai kaus putih, kepalanya diikat, itulah yang dipanggil abah-abah, itu orang Malang, nama lengkapnya sudah ada di atas kyai haji apa gitu, di Malang pengurus NU juga. Itulah yang mengaku dia sudah bolak-balik ke Arasy dan sudah jaminan ke surga. 

“Terus yang keempat, itu lurah Bakang, pakai baju kuning, sorban putih, kopiah hitam, ini pendamping hukum para APDESI, para lurah se-Kecamatan Surade, itu Bakang, lurah Cipeundeuy. Terus satu lagi pihak kepolisian, ana gak paham. Itu ya, orang-orang yang selama ini, yang sekarang kita lagi bahas, itu Wali Encep yang gak pakai baju. 

“Kalau ana sih bukan siapa-siapa dengan dia, masih keluarga ana, keluarga dekat ana itu. Bapaknya Si Encep ini Kyai Haji Empah, biasa dipanggil Kang Empah. Terus di situ ada juga Kyai Usman. Itu kyai-kyai yang memang mesantren. Kyai-kyai keilmuan juga lumayan. Tapi ya, heran juga sekarang jadi gak bisa berbuat apa-apa. Begitu teman-teman, silakan disikapi dan dikaji.” 

Dikonfirmasi, Kepala Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Bakang Anwar As’adi, mengatakan seluruh narasi yang termuat dalam pesan suara itu tidak benar. Ia pun mengaku sudah mengonfirmasi hal ini ke Ustaz Encep dan anggota Kepolisian Sektor Surade.

“Tidak ngaku-ngaku wali. Itu fitnah dan berita hoaks. Adapun penyebar hoaks-nya lagi dalam penelusuran,” kata dia.

Sementara Ustaz Samsul yang namanya disebut dalam pesan suara tersebut mengatakan, foto yang tersebar merupakan momen istigasah yang digelar kurang lebih sepekan kemarin di Pesantren Nurul Ikhlas di Kampung Leuwi Cagak RT 05/02 Desa Cipeundeuy. 

“Sudah kira-kira satu minggu lebih. Itu hoaks. Kami dan kepala desa serta Polsek Surade sudah datang dan bertemu dengan Ustaz Encep untuk meminta penjelasan,” ujar Ustaz Samsul.

Lewat keterangan video, Ustadz Encep atau lengkapnya Encep Jaenal Mutaqim (33 tahun) juga membantah narasi dalam pesan suara itu. Ia mengatakan tidak mengaku sebagai Wali Allah atau mengajarkan ajaran sesat yang tidak sesuai syariat agama Islam.

“Adapun berita yang tersebar itu adalah hoaks, tidak benar. Demikian pernyataan klarifikasi ini saya sampaikan dalam keadaan sadar, sehat jasmani dan rohani, serta tanpa paksaan dari pihak mana pun,” katanya.

Related

News 5557495691969297908

Recent

item