Warga Bogor Jual Barang Bekas Banjir, Untung Jutaan, Ujungnya Ditangkap Polisi


Naviri Magazine - Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor menangkap seorang warga Bogor berinisial NR (27) yang menjual produk-produk kedaluwarsa bekas terendam banjir. Penangkapan dilakukan di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (6/10).

NR menjual produk kedaluwarsa yang diperoleh dari karyawan ritel terdampak banjir beberapa waktu lalu. Barang-barang dalam kondisi rusak tersebut dijual lagi kepada warga tanpa menyebut kondisi sebenarnya.

"Hasil penyelidikan diketahui tersangka NR telah memperdagangkan barang yang diduga rusak, cacat, tercemar, kedaluwarsa dan sebagian tidak berlabel, berupa varian makanan, minuman dan deterjen," kata Kapolres Bogor AKBP Harun saat konferensi pers pengungkapan kasus kriminal, di Mapolres Cibinong, Bogor.

Penangkapan dilakukan setelah warga melaporkan sebuah warung menjual produk kedaluwarsa di Cileungsi, Kabupaten Bogor. Polisi lalu menindaklanjuti.

Berdasar pengakuan tersangka NR kepada polisi, ia membeli produk-produk tersebut dari oknum pegawai ritel di wilayah Bekasi berinisial YP. Kini, YP sudah meninggal dunia.

Kala itu, YP melapor kepada atasannya bahwa barang bekas banjir tersebut telah dimusnahkan.

"Tapi malah dijual ke NR. Barang itu dibeli NR sebanyak tiga truk yang dikemas ke dalam kantong plastik dan karung dengan harga Rp75 juta," kata Harun.

NR membeli produk tersebut meski mengetahui bekas terendam banjir. Ia membayar DP sebesar Rp25 juta. Setelah sebagian barang terjual, NR membayar sisanya sebanyak Rp50 juta.

Polisi mengamankan bukti berupa 10 karung makanan, minuman berbagai merek yang rusak dan kedaluwarsa, satu bundel rekening koran milik tersangka, dan lainnya. NR dijerat Pasal 26 ayat (1) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Ancaman pidana paling lama lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp2 miliar," tuturnya.

Related

News 1848185289611781299

Recent

item