5 Jenis Harajuku Style di Jepang, dari yang Rumit sampai yang Simpel


Naviri Magazine - Kita tentu mengenal gaya Cosplay yang merupakan salah stau gaya Harajuku dari Jepang. Sebenarnya, Cosplay hanyalah salah satu di antara gaya-gaya lain Harajuku. Selengkapnya, berikut ini 5 jenis harajuku style yang lahir dari Jepang.

1. Visual Key

Visual Kei lebih mengarah kepada gaya Harajuku yang mengikuti gaya artis rock Jepang (JRock). Ciri-ciri gaya ini adalah kostum yang rumit dan detail, gaya yang eksentrik, atau aneh, tampilan dan rambut yang ditata sedemikian rupa, serta penggunaan make-up yang mencolok.

2. Cosplay

Ini adalah gaya yang paling sering kita temui. Cosplay merupakan singkatan dari Costume Player (dalam Bahasa Jepang diucapkan sebagai “Kosupure”). Cosplay merupakan gaya berpakaian yang mengikuti karakter manga, anime, ataupun video game.

3. Lolita

Lolita adalah gaya busana Jepang yang dipengaruhi oleh gaya Victorian serta busana periode Rococo (Late Baroque). Ciri-ciri yang banyak ditemui dari gaya Lolita adalah rok ataupun gaun panjang selutut, dengan bentuk seperti cupcake (mengembang di bagian bawah), kaus kaki ataupun stoking selutut, hiasan kepala, serta baju dengan banyak renda. 

Lolita terdiri dari beberapa aliran gaya, misalnya Gothic Lolita (GothLoli), Sweet Lolita, Qi Lolita, Wa Lolita, Country Lolita, dan masih banyak lagi.

4. Decora dan Kawaii

Decora atau “Decoration” adalah gaya Jepang yang berciri pakaian dan aksesoris dengan warna-warni cerah, pemakaian banyak jepit rambut dengan hiasan dan pita. Aksesoris lain yang biasa disertakan dalam gaya ini adalah boneka plastik ataupun boneka berbulu, serta perhiasan yang bisa menimbulkan bunyi ketika sang pemakai bergerak. 

Sedangkan Kawaii, yang dalam Bahasa Jepang berarti cantik atau imut, dalam gaya Harajuku memiliki arti seseorang yang memakai pakaian yang terlihat seperti untuk anak-anak, atau gaya yang menonjolkan kelucuan/keimutan orang yang menggunakan pakaian tersebut. 

Ciri-cirinya adalah baju dengan banyak kerutan, warna pastel atau warna-warna terang, penggunaan aksesoris, termasuk mainan atau boneka berukuran besar, serta tas yang menampilkan karakter anime.

5. Ganguro dan Kogal

Gaya ini muncul di Jepang pada awal era 1990an, puncaknya pada tahun 2000. Ciri khasnya adalah warna kulit yang gelap dikombinasikan rambut yang dicat abu-abu, perak, kuning, atau warna lain yang masih berkenaan dengan warna oranye. Gadis Ganguro biasanya menggunakan lipstick, concealer, dan eye shadow warna putih, eyeliner warna hitam, pemakaian bulu mata palsu, facial gem, dan pearl powder. 

Pakaian yang digunakan biasanya berwarna cerah, menggunakan rok mini, kain tie-dye, dan memakai banyak perhiasan (cincin, kalung, dan gelang). Kogal hampir sama dengan Ganguro. 

Gadis Kogal terkenal dengan “memamerkan” seakan ingin memberitahu semua orang bahwa mereka sangat mapan melalui pakaian yang mereka gunakan, aksesoris, tas (misalnya menggunakan tas Louis Vuitton), selera musik, dan aktivitas sosial mereka sehari-hari.

Related

Lifestyle 5256586658920033767

Recent

item