7 Tanda Wanita yang Sudah Sering Berhubungan Seks


Naviri Magazine - Dalam aktivitas seksual, ada fenomena yang mungkin akan dianggap memalukan, yaitu queefing. Queefing adalah meletupnya udara yang terdesak dari dalam vagina. Ketika sepasang pria dan wanita usai berhubungan seks, bisa jadi vagina si wanita mengalami queefing, dan mengeluarkan suara seperti orang buang angin.

Queefing umumnya terjadi pada wanita yang telah terbiasa melakukan hubungan seks, meski tidak selamanya begitu. Namun, karena fenomena itu lebih sering terjadi pada wanita yang telah aktif secara seksual, tanda itu pun sering dianggap sebagai salah satu tanda wanita yang sudah sering berhubungan seks. 

Lebih lengkap, berikut ini tujuh hal yang dipercaya sebagai tanda bahwa seorang wanita telah terbiasa berhubungan seks.

Lebih rentan infeksi saluran kemih

Wanita yang aktif secara seksual lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih. Penyebab munculnya infeksi ini biasanya karena adanya bakteri E. coli yang mengelilingi bukaan vagina, merambat ke dalam kantung kemih sewaktu dan sesudah hubungan seks.

Lebih sering mengalami ‘queefing’

Queefing adalah letupan udara yang terdengar ketika kantung udara terdesak keluar dari vagina. Hal ini memang memalukan, tetapi masih dikatakan normal. Queefing tidak hanya terjadi ketika berhubungan seks. Melakukan kegiatan fisik juga bisa menimbulkan queefing, seperti yoga dan Pilates.

Lebih menginginkan banyak seks

Semakin banyak pengalaman seksualnya, maka ia semakin menginginkan seks lebih banyak lagi. Jika wanita tersebut sudah mengalami menopause, salah satu efek samping melakukan seks beberapa sekali seminggu adalah penyempitan vagina, yang dapat menyakiti vaginanya ketika berhubungan seks.

Wajah menjadi merona

Saat wanita terangsang secara seksual, pembuluh-pembuluh darah di bawah kulit akan membesar, sehingga menimbulkan pendar kemerahan di dada dan wajah.

Meningkatnya ambang rasa sakit

Ambang rasa sakit seorang wanita akan meningkat ketika merasa terangsang secara seksual. Artinya, mereka tidak terlalu merasakan sakit, dibandingkan ketika mereka tidak sedang melakukan aktivitas seksual.

Merasa sangat santai

Melakukan aktivitas seks dapat menurunkan tingkat stres. Ketika wanita mengalami orgasme, bagian celebral cortex di otaknya akan terhenti, sehingga cingulate cortex dan amygdala mengirim pesan ke bagian-bagian lain dalam otak untuk menghentikan semua gairah seks. 

Alhasil, wanita akan merasa santai dan mengantuk karena tercetusnya bahan-bahan kimia perangsang tidur, seperti serotonin dan sejumlah opioid.

Selalu ingin kencing

Wanita yang sering melakukan hubungan seks biasanya selalu ingin kencing. Hal ini disebabkan kantung kemih mereka dapat terisi ketika melakukan hubungan seks, meskipun sebelumnya sudah kencing. 

Sementara itu, terdapat penjelasan lain mengenai hal ini, yaitu karena G-spot membengkak, yang membuat kentung kemih tertekan sehingga terasa seperti ingin kencing lagi.

Related

Sexology 7314057624400465582

Recent

item