Fakta dan Rahasia Tersembunyi Keluarga Steve Jobs


Naviri Magazine - Ini rahasia yang mungkin belum banyak diketahui publik. Ternyata, mendiang Steve Jobs masih keturunan Arab. Di balik kekayaan dan keteneran Steve Jobs sebagai jenius visioner yang merevolusi perkembangan teknologi komputer, terdapat kisah luar biasa tentang keluarga yang terfragmentasi. 

Kekusutan keluarga Jobs dari ayah yang terlupakan, saudari yang lama hilang, dan anak luar nikah, membuat para pengacara mungkin akan menghadapi tugas sulit dalam mengatur warisannya yang bernilai 8,3 miliar dollar AS. 

Salah satu pendiri dan mantan CEO Apple yang meninggal pada usia 56 tahun itu secara luas dipandang sebagai salah satu pengusaha terbesar dunia. Ia berada di urutan 110 orang terkaya di dunia. 

Steve Jobs, dari Palo Alto, California, meninggalkan dua orang saudari (Patti Jobs dan Mona Simpson), istrinya (Laurene Powell Jobs) dan tiga orang anak mereka (Eve, Erin, dan Reed). 

November 1996, wartawan New York Times, Steve Lohr, diajak oleh pendiri Apple, Steve Jobs, berjalan-jalan dengan mobil kesayangannya, Porsche warna abu-abu. Menyusuri jalan-jalan di San Fransisco, Steve Jobs bercerita banyak tentang pekerjaannya di Apple, dan keinginannya yang sangat kuat untuk membesarkan Apple. 

Maklum, waktu itu setelah hengkang, Steve Jobs akhirnya menyatakan kembali ke Apple. Segala hal diceritakan Steve Jobs kepada Steve Lohr. Namun, dari semua yang dia ceritakan, tak satu pun keluar dari mulut Steve Jobs tentang keluarga aslinya. Padahal, waktu itu semua orang sudah mafhum kalau Steve Jobs adalah anak yang diadopsi oleh pasangan suami istri Paul Jobs dan Clara Jobs. 

Dalam tulisan yang diterbitkan New York Times pada Januari 1997, Steve Lohr cuma mengatakan, pria kelahiran 24 Februari 1955 itu selalu tertutup membicarakan keluarga kandungnya. Namun, tidak bisa diragukan lagi upaya Steve Jobs menemukan mereka kembali. 

“Dia tidak pernah menyerah, mencari siapa orang tua sesungguhnya atau pun saudaranya. Dia bahkan baru bertemu saudara kandungnya di usia 27 tahun,” tulis Steve Lohr. 

Kehidupan Jobs penuh lika-liku seperti sinetron. Pria yang menganut agama Buddha itu dilahirkan oleh pasangan bernama Abdullahfattah Jandali, pria muslim asal Siria, dan Joanne Schieble, warga asli Amerika. Abdulfattah Jandali bertemu Joanne di University of Wisconsin. Waktu itu, dia dan Schieble sama-sama kuliah untuk mendapatkan gelar master.

Saat berhubungan itu, Jandali dan Schieble melahirkan seorang putra. Dalam keterangan yang ditulis di Saudi Gazette, Abdulfattah Jandali mengaku berencana menikahi Schieble. 

Namun, ayah Schieble sangat konservatif, dan enggan memiliki menantu seorang imigran. Khawatir kuliah Schieble terganggu, akhirnya mereka sepakat menyerahkan anak yang belum diberi nama itu kepada keluarga yang ingin mengadopsi. 

Menurut Jandali, saat itu ada dua keluarga yang hendak mengadopsi anak mereka. Pertama adalah pasangan pengacara dan istrinya. Namun, mereka akhirnya mengurungkan niat mengadopsi begitu tahu anak yang diadopsi adalah laki laki. Mereka berencana mengadopsi anak perempuan. 

Pasangan kedua justru jauh dari harapan Abdulfattah Jandali dan Schieble. Sebab, pasangan tersebut sama sekali tidak mengenyam bangku kuliah. Namun, Schieble akhirnya mau memberikan anak tersebut kepada mereka, dengan persyaratan mereka mampu menyekolahkan anak yang mereka adopsi hingga kuliah. 

Nama pasangan itu adalah Paul Jobs dan Clara Jobs. Bersama merekalah, kehidupan anak tanpa nama itu dimulai. Paul Jobs dan Clara Jobs memutuskan memberikan nama Steve kepada anak tersebut. Karena berada di lingkungan keluarga Jobs, nama lengkap anak tersebut menjadi Steve Jobs. 

Di saat Steve Jobs memulai kehidupan bersama Paul dan Clara, Abdulfattah Jandali dan Schieble justru berpisah. Namun, tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk kembali bersama, dan menikah. Setelah itu, Joanne Schieble melahirkan anak kedua mereka, Mona. Sayangnya, hubungan Jandali dan Schieble kembali retak di saat usia Mona menginjak 4 tahun. Jandali memutuskan kembali ke Siria untuk mengejar karier pemerintahan di Siria. 

Tidak ingin ditinggal jauh, Schieble memutuskan bercerai. Ia kemudian menikah lagi dengan George Simpson. Dia pun mengubah namanya menjadi Joanne Simpson. Begitu juga anak bungsu Abdulfattah Jandali, Mona Simpson. 

Kisah kedua kakak-beradik ini (Mona Simpson dan Steve Jobs) sama-sama brilian. Meski keluarga Jobs dan Simpsons jatuh bangun membiayai anak-anak mereka, hasilnya luar biasa. 

Steve Jobs sukses besar dengan Apple, sementara Mona Simpson menjadi penulis terkenal di Amerika Serikat. Buku pertamanya, Anywhere but Here, menjadi bestseller di AS. Berkat buku itulah, hubungan Steve Jobs dan keluarga aslinya terkuak.

Pada awal umur dua puluhan, Jobs terlibat skandal keluarga, yaitu ketika ia menjadi ayah seorang anak, hasil hubungan dengan kekasihnya dari masa SMU, Chrisann Brennan. Brennan, yang merupakan pacar serius pertamanya, hamil pada 1977. Jobs pada awalnya menyangkal dia ayah dari anak yang dilahirkan Brennan. Brennan melahirkan Lisa Brennan-Jobs pada 1978. 

Brennan awalnya membesarkan putri mereka sendirian. Namun Jobs menerima tanggung jawabnya sebagai ayah dua tahun kemudian, setelah pengadilan memerintahkan tes darah yang membuktikan bahwa dia merupakan ayah anak itu. 

Lisa akhirnya diundang memasuki kehidupan Jobs, sebagai seorang remaja. Kepada majalah Vogue, Lisa mengatakan, dia tinggal bersama ayahnya selama beberapa tahun. Lisa Brennan-Jobs menempuh jalan hidupnya sendiri, setelah lulus dari Harvard University, dengan menjadi wartawan dan penulis. 

"Di California, ibu saya telah membesarkan saya hampir sendirian," tulis Lisa dalam sebuah artikel untuk Vogue tahun 2008. "Kami tidak memiliki banyak hal, tetapi dia hangat, dan kami bahagia. Kami banyak berpindah. Mengontrak. Ayah saya kaya dan terkenal... dan kemudian, ketika saya kenal dia, (kami) pergi berlibur bersama, dan kemudian tinggal bersamanya selama beberapa tahun. Saat itu, saya melihat dunia lain, yang lebih glamor.” 

Steve Jobs bertemu istrinya, Laurene Powell, pada 1989 ketika ia berbicara di Universitas Stanford. Mereka punya tiga anak, yaitu Eve, Erin, dan Reed. Pasangan itu menikah tahun 1991, dan Reed lahir tak lama setelah itu. Reed kini berusia 20 tahun. Steve Jobs meninggal, setelah lama berjuang melawan penyakit kanker pankreas.  

Related

Figures 1187736431172639220

Recent

item